PENGARUH PERLUASAN MASJIDIL HAROM
TERHADAP KUOTA HAJI DUNIA
Diajukan
Untuk Memenuhi Tugas
Dalam
Mata Kuliah Manajemen Haji dan Umroh
Dosen
pengempu : Hj Rodiyah, S.Ag, MM
![]() |
Disusun Oleh
Erpan Stiawan 1341030018
Ayu Wulan
Safitri 1341030027
Siti Badriah 1341030026
Mayu Shofa 1341030015
Jurusan/Semester/Kelas : Manajemen
Dakah/V(Lima)/B
FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN
LAMPUNG
TAHUN
AJARAN 2015/1436
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pengaruh Perluasan Masjidil Harom Terhadap Kuota Haji Dunia”.
Makalah ini diajukan guna memenuhi nilai mata kuliah “Manajemen Haji dan Umroh”. Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari dalam makalah ini masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari
para pembaca makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat dan
menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.
Bandarlampung,14
Desember 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah....................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pemerintah
arab saudi berjanji renovasi masjidil haram di makkah akan rampung sebelum
penyelenggaraan ibadah haji tahun depan....................................................................................... 2
B.
Persiapan
kedubes arab saudi di indonesia untuk haji 2015................................ 3
C.
Memungkinkan
jamaah haji indonesia lebih dari 211 ribu atau bahkan bisa 220 ribu 4
D.
Penyelesaian
tempat tawaf................................................................................... 4
E.
Masalah
haji indonesia pada setiap tahunnya...................................................... 5
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan.......................................................................................................... 6
B.
Saran.................................................................................................................... 6
DAFTAR
PUSTAKA
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perluasan masjidil haram makkah kali
ini terbesar sepanjang sejarah di kota mekkah dan madinah.selain perluasan
pelataran tersebut, juga dilakukan pembangunan perluasan terowongan untuk
pejalan kaki jalur keluar masuk masjidil haram. Ada sekitar seribu bangunan
yang akan tergusur demi proyek akbar ini. sementara itu, perluasan tempat
ibadah sa’i di masjidil haram masih berlanjut terus menerus. Perluasan tempat
sa’i ini sudah dimulai sebelum musim haji 1428 H dan sempat berhenti
pembangunannya saat musim haji berlangsung. Menurut sumber-sumber informasi,
total luas masjidil haram yang ada 356.000 meter persegi menampung 770.000
jamaah sedangkan ekspansi baru seluas 456.000 meter persegi akan menampung 1,2
juta.
Proyek baru ini akan terdiri dari
tig bagian : pembangunan gedung baru, perluasan dan pengembangan halaman
sekitar masjid, termasuk trotoar, trowongan dan toilet, dan pengembangan
pasilitas pelayanan untuk AC, listrik dan air minum hal ini sangat memicu
dengan kuota haji dan umroh diseluruh dunia, dengan adanya perluasan masjidil
haram diperkirakan kuota akan bertambah dan fasilitas untuk pelayanan haji dan
umroh akan terpenuhi.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apakah
perluasan masjidil haram mempengaruhi kuota haji dunia ?
2.
Apa
tujuan diperluasnya masjidil haram ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pemerintah Arab Saudi berjanji renovasi Masjidil Haram di Makkah
akan rampung sebelum penyelengaraan ibadah haji tahun depan.[1]
Kendati demikian, perluasan Masjidil
Haram tidak berarti pemerintah Arab Saudi bakal menambah kuota bagi setiap
negara, termasuk indonesia. Menteri agama Luqman Hakim Saefuddin mengatakan
pemerintah Arab Saudi sudah menyatakan bahwa tujuan utama melakukan renovasi
Masjidil Haram untuk memberikan kenyamanan jamaah.
“bukan untuk menambah jamaah haji”.
Menag menyatakan, perluasan Masjidil Haram memang berdampak pada kapasitas
tempat thawaf atau mataf. Sebelumnya, mataf hanya mampu menampung 48 ribu
jamaah setiap jam. Setelah renovasi, tempat thawaf dapat menampung 150 ribu jamaah
setiap jam.
Peningkatan kapasitas bukan berarti
ada penambahan kuota. Sebab, penambahan kuota justru akan membuat layanan
jamaah ketika melakukan thawaf dan sa’i tidak mengalami peningkatan.
“apagunanya melakukan renovasi
besar-besaran kalau kuota ditambah. Tidak ada bedanya, tetap berdesak-desakan,
kerawanan keselamatan jiwa jamaah, mereka menegaskan renovasi untuk kenyamanan.
Ketika thawaf dan sa’i bisa leluasa bernafas”. ditegaskan kembali bahwa kuota
jamaah haji indonesia pun akan kembali normal pada penyelengaraan ibadah haji
1437 H/ 2016 M.
Pemerintah arab saudi mengurangi
kuota haji sebesar 20% karena ada peluasan Masjidil Haram. Sejak penyelengaraan
ibadan Haji 2013, kuota haji untuk indonesia, yaitu 168.800 jamaah, terdiri
dari 155.200 kuota reguler dan 13.600 kuota haji khusus.
“sampai saat ini, renovasi terkait
perluasan Masjidil Haram terus dilakukan sehingga ada pengurangan kuota
diseluruh negara di dunia. Untuk indonesia, pengurangan 20%. Pengurangan karena
kapasitas masjid menyusut dari kondisi normal”.
Jika perluasan Masjidil Haram
rampung maka kuota jamaah haji indonesia akan kembali normal. Kuota normal
jamaah haji indonesia berjumlah 211.000 orang, terdiri dari 194.000 kuota
jamaah haji reguler dan 17.000 kuota jamaah haji khusus.
Duta besar Arab Saudi untuk
indonesia, Mustafa Ibrahim Al-Mubarak mengatakan, tahun depan kuota haji untuk
masyarakat indonesia pun akan akan dikembalikan lagi 100% setelah sebelumnya
dipangkas sekitar 20% akibat perluasan Masjidil Haram ini. bahkan rencananya kuota
untuk indonesia akan ditambah sesuai dengan pertambahan jumlah penduduk
indonesia yang semakin hari semakin banyak.
“berkaitan dengan Masjidil Haram,
ini merupakan untuk pengurangan terakhir ibadah haji, insyaallah tahun 2016
jumlah haji indonesia kembali sekitar 211.000 seperti semula, dan kita akan
pertimbangkan adanya penambahan kuota sesuai dengan jumlah penambahan penduduk
di indonesia”.
Kerajaan Arab Saudi juga semakin
memantapkan proses penyelengara ibadah Haji yang diikuti oleh jutaan umat islam
diseluruh dunia dengan diperlukannya sistem elektronik haji atau e-haji, sebuah
sistem yang bisa menyatukan pendataan haji diseluruh dunia. “data-data
dikirimkan kementrian haji Arab Saudi, lalu kementrian haji kirim kedubes di
jakarta untuk memberi visa. Untuk bisa ini kita kerjasama dengan indonesia,
dalam hal ini kementrian agama”.
B.
Persiapan Kedubes Arab Saudi di Indonesia untuk Haji 2015.
Berkaitan Haji, indonesia merupakan
negara muslim terbesar yang melakukan ibadah Haji, setelah dikurangi 20%, mengingat
sekarang dalam peroses perluasan Masjidil Haram, saat ini ada sekitar 168.500
WNI yang melakukan ibadah Haji. Berkaitan dengan apa yang baru dalam sistem
haji, saat ini diberlakukannya elektronik haji atau e-haji suatu sistem yang
bisa menyatukan pendataan. Data-data ini dikirimkan ke mentrian Haji Arab Saudi
lalu kementrian Haji kirim kedubes di Jakarta untuk memberi visa.
Untuk bisa ini kita kerjasama dengan
indonesia, dalam hal ini kementrian agama. Kita apresiasi pemerintah indonesia
yang memberi perhatiannya pada manajemen haji itu luar biasa Dan kita tidak
menemukan masalah. Ada masalah tapi
sedikit tidak signifikan dibanding yang lain.
Berkaitan persiapan, kita siap untuk
menerima jamaah haji diseluruh dunia termasuk dari indonesia. Berkaitan dengan
Masjidil Haram ini merupakan untuk pengurangan terakhir ibadah haji, insyaallah
tahun 2016 jumlah jamaah haji indonesia kembali sekitar 211.000 seperti semula.
Dan kita akan pertimbankan adanya pertambahan kuota sesuai dengan jumlah
penambahan penduduk indonesia.
C.
Memungkinkan Jamaah Haji Indonesia lebih
dari 211 ribu, atau bahkan bisa 220 ribu jamaah haji.
Bisa akan bertambah mengingat
antrian jamaah haji di Indonesia sangat panjang sekali bisa mencapai 10-15
tahun, apakah kemungkinan kuota yang lebih lagi dari jumlah sebelum-sebelumnya.[2]
Berkaitan dengan tambahan ini,
berkaitan juga dengan kapasitas Masjidil Haram sendiri, karena Masjidil Haram
merupakan bagian dari manasik haji. Perlu disadari oleh masyarakat indonesia
kapasitas Masjidil Haram terbatas, mengingat keterbatasan Masjidil Haram yang
merupakan bagian dari rukun haji. Mina kapasitasnya juga tidak mumpuni lagi,
jika kita tidak serta merta menambah. Kita mengurangi kuota jamaah haji
sebelumnya juga untuk keselamatan dan kemanan haji itu sendiri, karena kita
sangat mementingkan keselamatan dan keamanan ibadah haji. Pengurangan kuota itu
juga bagian dari peningkatan keamanan dan keselamatan haji.
D.
Penyelesaian Tempat Tawaf.
Tahun depan insyaallah. Ini komitmen
almarhum raja Abdullah, ini impian beliau melakukan perluasan Masjidil Haram
dan tempat Tawaf. Dua tempat ini merupakan perluasan yang sangat bersejarah dan
sangat lux dan istimewa. Juga dilakukan dengan kehati-hatian dan detil sekali
sehinga memungkinkan desain yang sangat indah, cocok dan layak untuk Masjidil
Haram dan Nabawi.
Raja Abdullah beliau juga inisiator
perluasan tempat sa’i dimana dalam waktu beliau juga ada perluasan dua tingkat
baik horizontal dan vertikal, ini dilakukan juga atas persetujuan para ulama
dan ini juga merupakan perubahan dalam sejarah.
E.
Masalah Haji Indonesia pada setiap tahunnya.
Saya kira tidak akan memiliki msalah yang
sangat besar, mengingat catering dan pemondokan itu merupakan urusn swasta, itu
masalah swasta dan saya lihat kejelihan atau semangat kementrian agama sangat
kuat sekali untuk melakukan perbaikan-perbaikan terkait pemondokan dan cetering
ini.[3]
Saya disini ingin memberi apresiasi
kepada pemerintan indonesia dalam hal ini kementrian agama, setelah selesai
musim haji langsung persiapan untuk musim haji berikutnya. Ini upaya baik
sekali untuk memudahkan dan memberi kenyamanan bagi pemerintah saudi dan
masyarakat yang ingin haji. Juga kalau saya berkunjung keperguruan tinggi
didaerah disana ada miniatur ka’bah dan haji, tempat manasik haji dan pelatihan
anak-anak TK, ini menunjukan komitkmen bangsa indonesia, masyarakat indonesia
betapa pentingnya persiapan sebelum haji.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
perluasan masjidil haram tidaklah
mempengaruhi kuota jamaah haji, pada masa-masa perluasan Masjidil Haram kuota
jamaah haji di dunia dikurangi sebesar 20%. Di indonesia sendiri yang dulunya
mencapai 211.000 orang dikarnakan adanya perluasan Masjidil Haram maka kuota
jamaah haji Indonesia sebesar 168.800.000 orang. Akan tetapi setelah selesainya
perluasan Masjidil Haram maka kuota jamaah haji dunia akan dikembalikan lagi
keasalnya menjadi 100% kembali.
Adapun tujuan diperluasnya Masjidil
Haram hanya untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah haji untuk melaksanakan
ibadah haji agar ibadah haji mereka tidak terjadi hempit-hempitan atau
berdesak-desakan antar jamaah haji dan akan menimbulkan korban oleh karena
itulah sangatlah penting rasa nyaman dan aman pada waktu melakukan ibadah haji
agar ibadah jamaah haji bisa terlaksana sesuai dengan yang diinginkan oleh
jamaah dan pelaksana ibadah haji.
B.
Saran
Maka dari itu penulis
berharap agar dalam pembahasan, mendukung pentingnya pembahasan “Pengaruh
Perluasan Masjidil Harom Terhadap Kuota Haji Dunia” agar kita bisa
mengetahui untuk apa perluasan masjidil haram itu.
Namun bagaimanapun juga dalam tugas makalah
terbimbing ini penulis sadar bahwa masih banyak kurang disana sini,maka besar
harapan dari para pembaca untuk memperbaiki dengan berbagai saran dan masukan
bagi penulis agar lebih baik di kemudian harinya dalam menulis makalah
DAFTAR PUSTAKA
[1] http://www.
Tribunnes.com/nasional/2015/08/01/
perluasan-masjidil-haram-tidak-akan-pengaruhi- kuota-haji-indonesia
1.
Junindra
Strada : apa maksud dari kesimpulan pemakalah paparkan tadi ?
Jawaban
:
Perluasan
Masjidil Haram itu untuk memberikan kenyamanan jamaah haji adapun penambahan
kuota jamaah haji itu dilihat dari kapasitas Masjidil Haram sendiri.
2.
Diana
Pratiwi : jadi apakah perluasan masjidil haram itu hanya untuk kenyaman saja,
akan tetapi adanya perluasan pasti adanya penambahan kuota jamaah haji ?
Jawaban :
Untuk apa
adanya penambahan kuota jamaah haji kalau jamaah haji itu sendiri tidak
merasakan kenyamanan malah akan menimbulkan kerawanan keselamatan jiwa jamaah
haji, oleh karena itu tujuan utama perluasan Masjidil Haram untuk memberikan
kenyamanan jamaah haji.
3.
Sustrisno
: didalam makalah telah dipaparkan duta besar arab saudi untuk indonesia,
Mustafa Ibrahim Al-Mubarak mengatakan rencana kuota untuk Indonesia akan
ditambah sesuai dengan pertambahan jumlah penduduk Indonesia yang semakin hari
semakin banyak ?
Jawaban :
Didalam makalah
kami itu memang dikatakan sedemikian akan tetapi perlu digaris bawahi arti kata
RENCANA. Itukan baru rencana kalau kapasitas Masjidil Haram sendiri tidak
menjamin mana bisa kuota jamaah haji ditambah karena penambahan kuota jamaah
haji itu juga pasti melihat terlebih dahulu kapasitas Masjidil Haram itu
sendiri bukan hanya sekedar melihat perluasan Masjidil Haram itu tapi perlunya
pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu untuk menambah kuota jamaah haji
tersebut. oleh karena itu perluasan Masjidil Haram hanya untuk memberikan
kenyamanan kepada jamaah haji agar tidak terjadi berdesak-desakan antara jamaah
haji tersebut
4.
Dewi
(Menambahkan): maksud dari pemakalah tadi yaitu adanya perluasan Masjidil Haram
itu untuk memberikan kenyamanan dan kemanan bagi jamaah haji bukan untuk
menambah kuota, penambahan kuota itu sendiri dilihat dari kapasitas Masjidil
Haram itu sendiri seandainya kapasistasnya tidak memungkinkan maka kuota jamaah
haji tidak bisa ditambah begitupun sebaliknya.
5.
Ihda
: pada penjelasan sebelumnya pada tahun 2016 jamaah haji ada penambahan kuota
sebesar 10.000 bagai mana bisa perluasan haji tersebut untuk kenyaman sedangkan
pada penjelasan sebelumnya untuk menambah kuota ?
Jawaban :
Didalam koran REPUBLIKA telah
dikatakan adanya perluasan Masjidil Haram itu untuk memberikan kenyamanan
jamaah haji bukan untuk menambah kuota jamaah haji, adanya penambahan kuota
jamaah haji itu sendiri dilihat dari kapasitas Masjidil Haram, kalau kapasitasnya
mumungkinkan untuk menambah kuota jamaah haji kemungkinan kouta jamaah haji
akan ditambah kalau tidak memungkinkan maka kuota jamaah haji tidak ditambah
karena yang paling diutamakan adalah kenyamanan dan keselamatan para jamaah
haji.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar