Sabtu, 12 Desember 2015

PENGARUH PERLUASAN MASJIDIL HAROM
TERHADAP KUOTA HAJI DUNIA
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Dalam Mata Kuliah Manajemen Haji dan Umroh
Dosen pengempu :  Hj Rodiyah, S.Ag, MM
logo IAIN Raden Intan Lampung.jpg
 











Disusun Oleh
Erpan Stiawan                      1341030018
Ayu Wulan Safitri                 1341030027
Siti Badriah                            1341030026
Mayu Shofa                           1341030015
Jurusan/Semester/Kelas : Manajemen Dakah/V(Lima)/B


FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN LAMPUNG

TAHUN AJARAN 2015/1436
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pengaruh Perluasan Masjidil Harom Terhadap Kuota Haji Dunia”. Makalah ini diajukan guna memenuhi nilai mata kuliah “Manajemen Haji dan Umroh”. Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini.
 Kami menyadari dalam makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat dan menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.


                                                                     Bandarlampung,14 Desember 2015
                                                         
                                                                                        Penulis
                                                                                         






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah....................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pemerintah arab saudi berjanji renovasi masjidil haram di makkah akan rampung sebelum penyelenggaraan ibadah haji tahun depan....................................................................................... 2
B.     Persiapan kedubes arab saudi di indonesia untuk haji 2015................................ 3
C.     Memungkinkan jamaah haji indonesia lebih dari 211 ribu atau bahkan bisa 220 ribu      4
D.    Penyelesaian tempat tawaf................................................................................... 4
E.     Masalah haji indonesia pada setiap tahunnya...................................................... 5
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan.......................................................................................................... 6
B.     Saran.................................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA
 BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perluasan masjidil haram makkah kali ini terbesar sepanjang sejarah di kota mekkah dan madinah.selain perluasan pelataran tersebut, juga dilakukan pembangunan perluasan terowongan untuk pejalan kaki jalur keluar masuk masjidil haram. Ada sekitar seribu bangunan yang akan tergusur demi proyek akbar ini. sementara itu, perluasan tempat ibadah sa’i di masjidil haram masih berlanjut terus menerus. Perluasan tempat sa’i ini sudah dimulai sebelum musim haji 1428 H dan sempat berhenti pembangunannya saat musim haji berlangsung. Menurut sumber-sumber informasi, total luas masjidil haram yang ada 356.000 meter persegi menampung 770.000 jamaah sedangkan ekspansi baru seluas 456.000 meter persegi akan menampung 1,2 juta.
Proyek baru ini akan terdiri dari tig bagian : pembangunan gedung baru, perluasan dan pengembangan halaman sekitar masjid, termasuk trotoar, trowongan dan toilet, dan pengembangan pasilitas pelayanan untuk AC, listrik dan air minum hal ini sangat memicu dengan kuota haji dan umroh diseluruh dunia, dengan adanya perluasan masjidil haram diperkirakan kuota akan bertambah dan fasilitas untuk pelayanan haji dan umroh akan terpenuhi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah perluasan masjidil haram mempengaruhi kuota haji dunia ?
2.      Apa tujuan diperluasnya masjidil haram ?








BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pemerintah Arab Saudi berjanji renovasi Masjidil Haram di Makkah akan rampung sebelum penyelengaraan ibadah haji tahun depan.[1]
Kendati demikian, perluasan Masjidil Haram tidak berarti pemerintah Arab Saudi bakal menambah kuota bagi setiap negara, termasuk indonesia. Menteri agama Luqman Hakim Saefuddin mengatakan pemerintah Arab Saudi sudah menyatakan bahwa tujuan utama melakukan renovasi Masjidil Haram untuk memberikan kenyamanan jamaah.
“bukan untuk menambah jamaah haji”. Menag menyatakan, perluasan Masjidil Haram memang berdampak pada kapasitas tempat thawaf atau mataf. Sebelumnya, mataf hanya mampu menampung 48 ribu jamaah setiap jam. Setelah renovasi, tempat thawaf dapat menampung 150 ribu jamaah setiap jam.
Peningkatan kapasitas bukan berarti ada penambahan kuota. Sebab, penambahan kuota justru akan membuat layanan jamaah ketika melakukan thawaf dan sa’i tidak mengalami peningkatan.
“apagunanya melakukan renovasi besar-besaran kalau kuota ditambah. Tidak ada bedanya, tetap berdesak-desakan, kerawanan keselamatan jiwa jamaah, mereka menegaskan renovasi untuk kenyamanan. Ketika thawaf dan sa’i bisa leluasa bernafas”. ditegaskan kembali bahwa kuota jamaah haji indonesia pun akan kembali normal pada penyelengaraan ibadah haji 1437 H/ 2016 M.
Pemerintah arab saudi mengurangi kuota haji sebesar 20% karena ada peluasan Masjidil Haram. Sejak penyelengaraan ibadan Haji 2013, kuota haji untuk indonesia, yaitu 168.800 jamaah, terdiri dari 155.200 kuota reguler dan 13.600 kuota haji khusus.
“sampai saat ini, renovasi terkait perluasan Masjidil Haram terus dilakukan sehingga ada pengurangan kuota diseluruh negara di dunia. Untuk indonesia, pengurangan 20%. Pengurangan karena kapasitas masjid menyusut dari kondisi normal”.
Jika perluasan Masjidil Haram rampung maka kuota jamaah haji indonesia akan kembali normal. Kuota normal jamaah haji indonesia berjumlah 211.000 orang, terdiri dari 194.000 kuota jamaah haji reguler dan 17.000 kuota jamaah haji khusus.
Duta besar Arab Saudi untuk indonesia, Mustafa Ibrahim Al-Mubarak mengatakan, tahun depan kuota haji untuk masyarakat indonesia pun akan akan dikembalikan lagi 100% setelah sebelumnya dipangkas sekitar 20% akibat perluasan Masjidil Haram ini. bahkan rencananya kuota untuk indonesia akan ditambah sesuai dengan pertambahan jumlah penduduk indonesia yang semakin hari semakin banyak.
“berkaitan dengan Masjidil Haram, ini merupakan untuk pengurangan terakhir ibadah haji, insyaallah tahun 2016 jumlah haji indonesia kembali sekitar 211.000 seperti semula, dan kita akan pertimbangkan adanya penambahan kuota sesuai dengan jumlah penambahan penduduk di indonesia”.
Kerajaan Arab Saudi juga semakin memantapkan proses penyelengara ibadah Haji yang diikuti oleh jutaan umat islam diseluruh dunia dengan diperlukannya sistem elektronik haji atau e-haji, sebuah sistem yang bisa menyatukan pendataan haji diseluruh dunia. “data-data dikirimkan kementrian haji Arab Saudi, lalu kementrian haji kirim kedubes di jakarta untuk memberi visa. Untuk bisa ini kita kerjasama dengan indonesia, dalam hal ini kementrian agama”.

B.     Persiapan Kedubes Arab Saudi di Indonesia untuk Haji 2015.
Berkaitan Haji, indonesia merupakan negara muslim terbesar yang melakukan ibadah Haji, setelah dikurangi 20%, mengingat sekarang dalam peroses perluasan Masjidil Haram, saat ini ada sekitar 168.500 WNI yang melakukan ibadah Haji. Berkaitan dengan apa yang baru dalam sistem haji, saat ini diberlakukannya elektronik haji atau e-haji suatu sistem yang bisa menyatukan pendataan. Data-data ini dikirimkan ke mentrian Haji Arab Saudi lalu kementrian Haji kirim kedubes di Jakarta untuk memberi visa.


Untuk bisa ini kita kerjasama dengan indonesia, dalam hal ini kementrian agama. Kita apresiasi pemerintah indonesia yang memberi perhatiannya pada manajemen haji itu luar biasa Dan kita tidak menemukan masalah.  Ada masalah tapi sedikit tidak signifikan dibanding yang lain.
Berkaitan persiapan, kita siap untuk menerima jamaah haji diseluruh dunia termasuk dari indonesia. Berkaitan dengan Masjidil Haram ini merupakan untuk pengurangan terakhir ibadah haji, insyaallah tahun 2016 jumlah jamaah haji indonesia kembali sekitar 211.000 seperti semula. Dan kita akan pertimbankan adanya pertambahan kuota sesuai dengan jumlah penambahan penduduk indonesia.

C.     Memungkinkan Jamaah Haji Indonesia lebih dari 211 ribu, atau bahkan bisa 220 ribu jamaah haji.
Bisa akan bertambah mengingat antrian jamaah haji di Indonesia sangat panjang sekali bisa mencapai 10-15 tahun, apakah kemungkinan kuota yang lebih lagi dari jumlah sebelum-sebelumnya.[2]
Berkaitan dengan tambahan ini, berkaitan juga dengan kapasitas Masjidil Haram sendiri, karena Masjidil Haram merupakan bagian dari manasik haji. Perlu disadari oleh masyarakat indonesia kapasitas Masjidil Haram terbatas, mengingat keterbatasan Masjidil Haram yang merupakan bagian dari rukun haji. Mina kapasitasnya juga tidak mumpuni lagi, jika kita tidak serta merta menambah. Kita mengurangi kuota jamaah haji sebelumnya juga untuk keselamatan dan kemanan haji itu sendiri, karena kita sangat mementingkan keselamatan dan keamanan ibadah haji. Pengurangan kuota itu juga bagian dari peningkatan keamanan dan keselamatan haji.

D.    Penyelesaian Tempat Tawaf.
Tahun depan insyaallah. Ini komitmen almarhum raja Abdullah, ini impian beliau melakukan perluasan Masjidil Haram dan tempat Tawaf. Dua tempat ini merupakan perluasan yang sangat bersejarah dan sangat lux dan istimewa. Juga dilakukan dengan kehati-hatian dan detil sekali sehinga memungkinkan desain yang sangat indah, cocok dan layak untuk Masjidil Haram dan Nabawi.
Raja Abdullah beliau juga inisiator perluasan tempat sa’i dimana dalam waktu beliau juga ada perluasan dua tingkat baik horizontal dan vertikal, ini dilakukan juga atas persetujuan para ulama dan ini juga merupakan perubahan dalam sejarah.

E.     Masalah Haji Indonesia pada setiap tahunnya.
 Saya kira tidak akan memiliki msalah yang sangat besar, mengingat catering dan pemondokan itu merupakan urusn swasta, itu masalah swasta dan saya lihat kejelihan atau semangat kementrian agama sangat kuat sekali untuk melakukan perbaikan-perbaikan terkait pemondokan dan cetering ini.[3]
Saya disini ingin memberi apresiasi kepada pemerintan indonesia dalam hal ini kementrian agama, setelah selesai musim haji langsung persiapan untuk musim haji berikutnya. Ini upaya baik sekali untuk memudahkan dan memberi kenyamanan bagi pemerintah saudi dan masyarakat yang ingin haji. Juga kalau saya berkunjung keperguruan tinggi didaerah disana ada miniatur ka’bah dan haji, tempat manasik haji dan pelatihan anak-anak TK, ini menunjukan komitkmen bangsa indonesia, masyarakat indonesia betapa pentingnya persiapan sebelum haji.











          BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
perluasan masjidil haram tidaklah mempengaruhi kuota jamaah haji, pada masa-masa perluasan Masjidil Haram kuota jamaah haji di dunia dikurangi sebesar 20%. Di indonesia sendiri yang dulunya mencapai 211.000 orang dikarnakan adanya perluasan Masjidil Haram maka kuota jamaah haji Indonesia sebesar 168.800.000 orang. Akan tetapi setelah selesainya perluasan Masjidil Haram maka kuota jamaah haji dunia akan dikembalikan lagi keasalnya menjadi 100% kembali.
Adapun tujuan diperluasnya Masjidil Haram hanya untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah haji untuk melaksanakan ibadah haji agar ibadah haji mereka tidak terjadi hempit-hempitan atau berdesak-desakan antar jamaah haji dan akan menimbulkan korban oleh karena itulah sangatlah penting rasa nyaman dan aman pada waktu melakukan ibadah haji agar ibadah jamaah haji bisa terlaksana sesuai dengan yang diinginkan oleh jamaah dan pelaksana ibadah haji.

B.     Saran
 Maka dari itu penulis berharap agar dalam pembahasan, mendukung pentingnya pembahasan “Pengaruh Perluasan Masjidil Harom Terhadap Kuota Haji Dunia” agar kita bisa mengetahui untuk apa perluasan masjidil haram itu.
Namun bagaimanapun juga dalam tugas makalah terbimbing ini penulis sadar bahwa masih banyak kurang disana sini,maka besar harapan dari para pembaca untuk memperbaiki dengan berbagai saran dan masukan bagi penulis agar lebih baik di kemudian harinya dalam menulis makalah






DAFTAR PUSTAKA




[1] http://www. Tribunnes.com/nasional/2015/08/01/ perluasan-masjidil-haram-tidak-akan-pengaruhi- kuota-haji-indonesia
[2] http://www.kabarmekkah.com/2015/07/masjidil-haram-selesai-diperluas-antri.html
[3]http://haji-dan-umroh-sejahtera.blogspot.co.id/2012/02/perluasan-masjidil-haram-secara.html

 Pertanyaan Dan Tambahan Dari Teman-Teman

1.      Junindra Strada : apa maksud dari kesimpulan pemakalah paparkan tadi ?
Jawaban :
Perluasan Masjidil Haram itu untuk memberikan kenyamanan jamaah haji adapun penambahan kuota jamaah haji itu dilihat dari kapasitas Masjidil Haram sendiri.
2.      Diana Pratiwi : jadi apakah perluasan masjidil haram itu hanya untuk kenyaman saja, akan tetapi adanya perluasan pasti adanya penambahan kuota jamaah haji ?
Jawaban :
Untuk apa adanya penambahan kuota jamaah haji kalau jamaah haji itu sendiri tidak merasakan kenyamanan malah akan menimbulkan kerawanan keselamatan jiwa jamaah haji, oleh karena itu tujuan utama perluasan Masjidil Haram untuk memberikan kenyamanan jamaah haji.
3.      Sustrisno : didalam makalah telah dipaparkan duta besar arab saudi untuk indonesia, Mustafa Ibrahim Al-Mubarak mengatakan rencana kuota untuk Indonesia akan ditambah sesuai dengan pertambahan jumlah penduduk Indonesia yang semakin hari semakin banyak ?
Jawaban :
Didalam makalah kami itu memang dikatakan sedemikian akan tetapi perlu digaris bawahi arti kata RENCANA. Itukan baru rencana kalau kapasitas Masjidil Haram sendiri tidak menjamin mana bisa kuota jamaah haji ditambah karena penambahan kuota jamaah haji itu juga pasti melihat terlebih dahulu kapasitas Masjidil Haram itu sendiri bukan hanya sekedar melihat perluasan Masjidil Haram itu tapi perlunya pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu untuk menambah kuota jamaah haji tersebut. oleh karena itu perluasan Masjidil Haram hanya untuk memberikan kenyamanan kepada jamaah haji agar tidak terjadi berdesak-desakan antara jamaah haji tersebut
4.      Dewi (Menambahkan): maksud dari pemakalah tadi yaitu adanya perluasan Masjidil Haram itu untuk memberikan kenyamanan dan kemanan bagi jamaah haji bukan untuk menambah kuota, penambahan kuota itu sendiri dilihat dari kapasitas Masjidil Haram itu sendiri seandainya kapasistasnya tidak memungkinkan maka kuota jamaah haji tidak bisa ditambah begitupun sebaliknya.
5.      Ihda : pada penjelasan sebelumnya pada tahun 2016 jamaah haji ada penambahan kuota sebesar 10.000 bagai mana bisa perluasan haji tersebut untuk kenyaman sedangkan pada penjelasan sebelumnya untuk menambah kuota ?
Jawaban :
Didalam koran REPUBLIKA telah dikatakan adanya perluasan Masjidil Haram itu untuk memberikan kenyamanan jamaah haji bukan untuk menambah kuota jamaah haji, adanya penambahan kuota jamaah haji itu sendiri dilihat dari kapasitas Masjidil Haram, kalau kapasitasnya mumungkinkan untuk menambah kuota jamaah haji kemungkinan kouta jamaah haji akan ditambah kalau tidak memungkinkan maka kuota jamaah haji tidak ditambah karena yang paling diutamakan adalah kenyamanan dan keselamatan para jamaah haji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar