|
ü Keuntungan Membeli Perusahaan yang Sudah Ada
Akan muncul banyak peluang yang pantas dipertimbangkan oleh para
wirausahawan yang mencari-cari untuk membeli perusahaan yang sudah ada.
Mereka yang membeli perusahaan yang sudaha ada akan dapat meraup keuntungan
yang berikut ini:
1. Perusahaan yang sudah sukses dapat terus sukses
Membeli perusahaan yang sedang berkembang dengan harga yang layak akan
meningkatkan kemungkinan kesuksesan. Tujuan pemilik yang baruharuslah membuat
berbagai perubahan yamg akan menarik pelanggan baru dengan tetap
mempertahankan pelanggan lama perusahaan tersebut.
2. Perusahaan yang sudah ada mungkin sudah berada pada
lokasi terbaik
Lokasi bisa jadi merupakan asset terbesar perusahaan yang sudah ada ini.
Jika keunggulan lokasi ini tidak dapat digantikan dengan lokasi laim, seorang
wirausahawan tidak mempunyai banyak pilihan selain membeli dan bukannya
membangun sendiri.
3. Karyawan dan pemasok sudah ada
Perusahaan yang sudah ada telah memiliki karyawan yang berpengalaman,
yang bisa membantu pemilik yang baru dalam melalui fase tarnsisi. Karyawan
yang berpengalaman dapat membantu perusahaan terus menghasilkan uang sewaktu
pemiliknya masih mempelajari perusahaan ini. Perusahaan yang telah ada
mempunyai sejumlah pemasok yang sudah dikenal melalui jalinan hubungan baik
sebelumnya.
4. Perlatan telah terpasang dan kapasitas produktif
telah diketahui
Pada perusahaan yang sudah ada, calon pembeli dapat mengetahui kondisi
pabrik dan peralatan serta kapasitasnya sebelum membelinya. Dalam banyak
kasus, wieauisahawan dapat membeli fasislitas fisik dan peralatan pada harga
dibawah harga pengganti.
5. Persediaan sudah tersedia dan fasilitas pembelian
kredit sudah ada
Jika persediaan perusahaan terlalu sedikit, perusahan tidak mempunyai
jumlah dan jenis produk yang memadai untuk memenuhi permintan pelanggan. Akan
tetapi jika persediaan perusahaan terlalu banyak persediaan ini akan mengikat
terlalu banyak modal, yang sangat berarti meningkatkan biaya dan mengurangi
profitabilitasnya. Pemilik perusahaan yang sukses dan mapan telah berusaha
menyeimbangkan dua sisi ekstrim ini.
6. Pemilik baru dapat langsung menjalankan
perusahaannya
Pada hari pertama pemilik baru mengambil alih perusahaan itu, pada hari
itu pula pendapatannnya dimulai. Dengan cara ini wirausahawan yang membeli
perusahaan byang sudah sukses tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk
membangun perusahaan agar dapat menikmati kesuksesan.
7. Pemilik baru dapat memanfaatkan pengalaman pemilik
sebelumnya
Pemilik baru dapat menelusuri hasil keputusan-keputusan besar yang
diambil pemilik sebelumnya terhadap biaya dan pendapat, dan dapat belajar
dari kesalahan yang pernah terjadi dan mengambil manfaat dari prestasi yang
pernah dicapai. Bagaimanapun juga, pemilik yang menjual perusahaannya tetap
ingin melihat bahwa pembelinya sukses menjalankan perusahaannya.
8. Pembiayaan yang lebih mudah
Menarik pembiayaaan untuk membeli perusahaan yang telah ada sering kali
lebih mudah dibandingkan mencari uang untuk meluncurkan perusahaan dari nol.
9. Harga murah
Pemilik yang sekarang mungkin ingin sekali menjual
secepatnya, sehingga mereka menjual perusahaan ini dengan harga murah.
ü Kerugian Membeli Perusahaan yang Sudah Ada
Perusahaan “pecundang”. Kadang para pemilik perusahaan berusaha
menyembunyiakn fakta denga berbagai teknik kreatif dalam akuntansi untuk
membuat gambaran keuangan perusahaan ini tampak lebih cerah daripada yang
sebenarnya. Jika analisis anda menunjukan bahwa perusahaan ini dikelola
dengan buruk atau terabaikan, anda mungkin dapau membalikana keadannya.
Meskipun demikian, jika anda tidak memiliki rencana yang rinci utnuk
meningkatkan perusahaan yang sedang kesulitan, jangan pertimbangkan untuk
membelinya.
1. Pemilik lama mungkin meciptakan citra buruk
Proses due diligence bisa mengungkapkan bahwa pelanggan, pemasok,
kreditur, atau karyawan memiliki kesan negative mengenai reputasi peruysahaan
karena tindakan-tindakan yang tidak etis daripemilik.
2. Karyawan yang diwariskan dari perusahaan mungkin
tidak sesuai
Bila usaha-usaha due diligence memperlihatkan bahwa keryawan- karyawan
yang ada merupakan penyebab penting terjadinya masalah perusahaan, pemilik
baru tidak punya pilihan lain, kecuali mem-PHK mereka dan merekrut yang baru.
3. Lokasi perusahaan yang mungkin sudah tidak sesuai
lagi
Lokasi yang dulu dianggap ideal mungkin tidak berlaku lagi dengan
berubahnya kecenderungan pasar dan kependudukan. Calon pembeli harus selalu
mengevaluasi pasar yang ada di daerah sekitar perusahaan yang telah ada,
selain juga kemungkinan pengembangannya.
4. Peralatan dan fasilitas mungkin sudah using dan
tidak efisien
Peralatan yang ada mungkin saja memang cocok dengan perusahaan yang
dibeli, tetapi bukan untuk perusahaan yang untuk dibangun. Memperbaharui
peralatan dan fasilitas biasanya mahal.
5. Perubahan dan inovasi sulit diterapkan
Melakukan perubahan yang membawa perusahaan baru dan meyakinkan para
klien lama untuk kembali8 dapat menjadi proses yang mahal, memakan waktu dan
melelahkan. Seorang pembeli perusahaan harus mengetahui usaha, waktu, dan
biaya yang akan dibutuhkan untuk mengubah memontum negative suatu perusahaan
yang sedang dalam kesulitan. Sebelum suatu perusahaan dapat maju, perusahaan
tersebut harus berhenti melangkah mundur.
6. Persediaan mungkin sudah ketinggalan dan kadaluarsa
Pembeli yang cerdas lebih tahu daripada sekedar percaya pada penilaian
persediaan yang ada dineraca perusahaan. Calon pembeli perusahaa harus
menilai perusahaan dengan harga pasar bukan dengan buku.
7. Piutang usaha nilainya mungkin lebih rendah daripada
yang tertulis
Ketika pembeli mempertimbangkan membeli perusahaan yang telah
ada,penelitiannnya memperlihatkan bahwa piutang usaha dengan volume besar
telah melampaui jatuh temponya.
8. Harga perusahaan mungkin terlalu mahal
Banyak orang yang membeli harga perusahaan lebih mahal dari harga
sebenarnya, yang dapat merusak kemampuan perusahaan mendapatkan laba dan
menghasilkan arus kas positif. Pertimbangan utama pembeli adalah memastikan
bahwa pembelian ini tidak menyebabkan kesehatan keuangan perusahaan di masa
depan terganggu dan kondisi arus kas tetap aman.
ü Langkah-langkah dalam membeli perusahaan
Untuk menghindari kesalahan yang sangat mahal wirausahawan harus
mengikuti langkah-langkah yang logis dan metodologis :
1.
Analisis
Keahlian, Kemampuan, dan Minat Anda Untuk Menentukan Jenis Perusahaan Yang
Anda Pertimbangkan
Langkah pertama dalam memilih perusahaan adalah melaksanakan pemeriksaan
terhadap diri sendiri untuk menentukan perusahaan yang ideal. Fokus utamanya
adalah untuk mengidentifikasi jenis perusahaan yang akan membuat anda paling
bahagia dan yang memiliki kemungkinan sukses tinggi.Semakin anda mengenal
diri anda sendiri semakin besar kemungkinan anda mendapatkan dan mengelola
perusahaan yang sukses.
2.
Siapkan
Daftar Calon Yang Potensial
Pasar tersembunyi (hiddenmarket) dari perusahaan yang mungkin akan
dijual, tetapi tetapi tidak diiklankan merupakan sumber yang sangat baik
untuk menemukan perusahaan-perusahaan bermutu tinggi. Saat ini ratusan broker
perusahaan telah membuat situs-situs Web yang memberikan ribuan daftar
perusahaan yang akan dijual dalam hampir setiap industri bsehingga memudahkan
wirausahawan dalam mencari perusahaan yang sempurna diseluruh negeri dari
kenyamanan rumah mereka sendiri. Semakin banyak peluang yang dapat dicari dan
dievaluasi oleh para wirausahawan, semakin besar kemungkinan untuk
mendapatkan yang sesuai dengan kriteria mereka.
3.
Selidikilah
Calon-Calon Tersebut dan Evaluasi Yang Terbaik
Pencarian biasanya menghabiskan waktu yang lama. Sampai kira- kira dua
atau tiga tahun.
4.
Telaah
Pilihan-Pilihan Keuangan
Memberikan nilai pada perusahaan yang sudah ada merupakan hal yang sulit
bagi calon wirausahawan. Tugas menantang berikutnya setelah terjadi
kesepakatan adalah pembiayaan pembelian itu.
5.
Pastikan
Peralihan Yang Lancar
Sebaik apapun perencanaan, aka nada kejutan-kejuatan. Sebagai contoh
pemilik baru mungkin memiliki gagasan untuk merubah petusahaan ini yang menyebabkan
stress dan kecemasan diantara keryawan dan pemilik lama. Dengan adanya emosi
dan ketidak pastian ini, masa peralihan selalu sulit dan membuat frustasi.
6.
mengevaluasi
perusahaan yang sudah ada (proses due diligence)
Due diligence adalah
proses penyelidikan mengenai detail perusahaan yang dijual untuk menentukan
berbagai kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh
perusahaan tersebut Pembeli yang cerdik akan menyusun tim ahli untuk
membantunya menelaah peluang perusahaan yang potensial. Tim ini biasanya
terdiri dari bangkin, akuntan yang terbiasa dengan perusahaan tertentu,
konsultan hokum, dan mungkin konsultan perusahaan kecil atau broker. Pembeli
yang mengabaikan due diligtence yang menyeluruh, pada dasarnya sedag
mengunadang bahaya serius bagi dirinya sendiri. Berikut ini adalah
petanyaan-pertanyaan yang perlu dipertimbangkan :
a. Mengapa perusahaan ini dijual ?
Setiap calon pembeli
perusahaan harus menyelidiki sesungguhnya mengapa alasan perusahaan ini
dijual pemiliknya. Pembeli yang ceridik mengetahui bahwa kejutan paling besar
dan paling tidak menyenangkan dapat muncul dari luar laporan keuangan
perusahaan
dan mungkin tidak
pernah tampak dalam lembar kerja yang dirancang untuk menganalisis posisi
kewuangan perusahaan. Pemasok, pelanggan, atau bahkan pesaing mungkin akan
mampu menjelaskan alasan penjualan perusahaan tersebut. Dengan menggabungkan
berbagai informasi ini dengan hasil analisis keuangan, calon pembeli akan
mampu mengembangkan gambaran yang lebiuh jelas mengenai nilai yang kebih
jelas dari perusahaan.
b.
Bagaimana
kondisi fisiik perusahaan tersebut ?
Calon pembeli mungkin
perlu menyewa seorang perofesional untuk memeriksa komponen nuntama bangunan.
Faktor-faktor penting lainnya yang perlu diperiksa adalah piuatang usaha, perjanjian
sewa beli, catatan perusahaan asset tak berwujud, lokasi dan penampilan.
c.
Apa
potensi barang dan jasa perusahaan ini ?
Analisi pasar yang
menyeluruh akan membantu pembeli mengembangkan sendiri peramalan penjualan
mengenai perusahaan tersebut.Calon pembeli harus memeriksa :
- Komponen utama bangunan (pipa, listrik, pemanas, pendingin)
- Persediaan perusahaan
- Piutang usaha
- Perjanjian sewa beli
- Catatan perusahaan
- Aset tak berwujud
- Lokasi dan penampilan
ü Metode Untuk Menentukan Nilai Perusahaan
Bagian paling sukar dalam menentukan nilai perusahaan adalah banyak
factor yang mempengaruhi nilainya: sifat perusahaan itu sendiri, posissinya
di pasar atau industrei, gambaran pasar dan industri itu pada umumnya, status
keuangan perusahaan. kapasitasnya untuk menghasilkan laba, segala asset tak
berwujud yang mungkin dimilikinya, nilai perusahaan-perusahaan serupa dan
berbagai factor lainnya. Metode untuk Menentukan Nilai Perusahaan :
|