Minggu, 25 Oktober 2015

Rumah Yatim Ar-Rahman
Diajukan untuk memenuhi tugas
Dalam mata kuliah pratikum manajemen ZIS
Dosen pengempu : Hj Suslina Sanjaya, S.Ag, M.Ag
logo IAIN Raden Intan Lampung.jpg
 











Disusun Oleh
Erpan Stiawan                      1341030018
Eka Nuraini                           1341030078
Rini Widia Astuti                  1341030112



FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2015/1436

 KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan laporan yang bertempat di “Rumah Yatim Ar-Rahman”. Makalah ini diajukan guna memenuhi nilai mata kuliah “ pratikum Manajemen ZIS”. Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan laporan ini.
 Kami menyadari dalam laporan ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca laporan ini. Harapan kami semoga laporan ini bermanfaat dan menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.


                                                                      Bandarlampung,23 Oktober 2015
                                                          
                                                                                           Penulis
                                                                                         







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................
DAFTAR ISI..................................................................................................................
BAB I  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah....................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Sejarah berdirinya Rumah Yatim......................................................................... 2
B.     Visi dan Misi Rumah Yatim................................................................................ 3
C.     Legalitas Rumah Yatim....................................................................................... 3
D.    Struktur Rumah Yatim Ar-Rahman..................................................................... 4
E.      Perencanaan Rumah Yatim Ar-Rahman............................................................. 5
F.      Aspek Kepemimpinan Rumah Yatim Ar-Rahman............................................... 7
G.    Aspek Pengawasan Rumah Yatim Ar-Rahman................................................... 7
LampiranBAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Rumah yatim ar-rahman indonesia adalah sebuah organisasi sosial tingkat nasional yang bergerak dalam pengasuhan dan pengelolaan anak-anak yatim dan dhuafa.mengawal mereka menuju masa depan yang lebih gemilang di tengah kesulitan dan ketidak berdayaan karena kehilangan orang tua dan himpitan kemiskinan merupakan misi dan amanah rumah yatim. Setelah enam tahun berkiprah, saat ini kami telah memiliki 12.000 anak asuh.
Sebagai organisasi sosial yang amanah, transparan dan profesional, selama enam tahun kami senantiasa mengadakan audit keuangan independent dengan hasil wajar tanpa pengecualian (WTP).
B.     Rumusan Masalah
1.       Apa Misi dan Visi Rumah Yatim ?
2.      Apa tujuan dari Rumah Yatim ?
















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Sejarah Berdirinya Rumah Yatim
April 1997, salah seorang rekan kami (sdr.Abdullah) meninggal dunia penyakit ginjalnya yang sudah akut memisahkanya dari kehidupan ini, dari seorang istri dan dari empat orang huah hatinya yang masih kecil-kecil. M.Iqbal (5 Thn), Aty Nuraini (3,5 Thn), M. Faruq waliullah (2 Thn) dan Salma Hanifah (5 Bln) harus menerima kenyataan menghadapi dan menjalani kehidupan tanpa kasih sayang dan bimbingan sang ayah. Konsisi ini membuat kami merasa sangat prihatin. Tak terbayangkan bagaimana sang ibu (Zainab Hayati, 36 Thn) akan berjuang membesarkan, dan memberikan bekal terbaik untuk masa depan keempat buah hatinya. Bekal yang ditinggalkan almarhum pun tidaklah terlalu besar dan tentu akan sangat minim untuk membiayai dan memenuhi segala kebutuhan mereka. Dengan segala keterbatasan yang ada kami mencoba menyisihkan apa yang kami miliki untuk membantu mereka memenuhi kebutuhannya yang untuk kondisi seperti sekarang ini memang tidak mudah. Secara bersama, kami mengontrak sebuah rumah sederhana untuk tempat tinggal mereka dan kami pun upayakan mereka dapat bersekolah sebagaimana layaknya.
Ternyata kami tidak sendiri tanpa diduga, para tetangga yang tinggal disekitar rumah sederhana yang kami kontrak meneruh perhatian dan menunjukan simpatinya atas apa yang kami lakukan. Mereka dengan sukarela memberikan sumbangsihnya kepada anak-anak yatim yang kami asuh. Berbagai sumbangan tulus berbentuk materi dan non-materi kami terima dengan rasa terima kasih dan keharuan mendalam. Alhamdulillah, kami tidak sendiri. Teramat banyak disekitar kami para dermawan yang ikut berbagi dan peduli dengan nasib anak-anak yatim itu.
Kamipun terinspirasi bantuan para tetangga, kebutuhan anak-anak yatim yang lain untuk diasuh dalam usaha kami, akhirnya memberi kami inspirasi. Kami tergerak untuk mebentuk satu lembaga formal yang bisa lebih baik lagi dalam upaya memberikan asuhan bagi ana-anak yang kurang beruntung itu. Lahirlah kemudian sebuah yayasan sosial yang bertujuan menampung dan mengasuh anak-anak Yatim yang tinggal didaerah bandung dan sekitar.
Terima kasih para dermawan hari ini, berkat rahmat dan karunia ilahi dan dukungan serta kontribusi para dermawan di kota bandung dan sekitarnya, Rumah Yatim telah menjadi sebuah institusi sosial yang legal dan profesional yang mencoba memberikan pelayanan dan pengasuhan terbaik untuk anak-anak yatim dan dhuafa agar mereka tidak kehilangan kawalan dalam meraih masa depan yang lebih cermelang
Kami akan selalu berupaya menjadi lembaga yang profesional dan dinamis karena kami sadar segala bentuk bantuan dan dukungan dari para dermawan adalah amanah tidak ringan yang harus kami pertanggungjawabkan didunia dan di akhirat. Penyelenggaraan pemeriksaan oleh tim akuntan publik, adalah salah satu bentuk komitmen kami dalam upaya membentuk lembaga sosial yang terpercaya. Doa dan dukungan dari fihak sangat kami nantikan. Bersama, kita wujudkan cita-cita mereka.

B.     VISI dan MISI Rumah Yatim
Visi
Menjadi lembaga sosial terbaik tingkat nasional dalam pengasuhan dan pengelolaan anak yatim dan dhuafa
Misi
1.      Memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
2.      Menjadi fasilitator terpercaya antara kaum mampu dan tidak mampu.
3.      Menjadikan Rumah Yatim sebagai organisasi sosial yang profesional dan dinamis.

C.    Legalitas Rumah Yatim
1.      Akta pendirian
No. Akta : 44
Tanggal : 20 juni 2007
                 DR Wiratni
Notaris : ahmadi SH
2.      Sk menteri hkum dan ham
No : C- 2840
        HT 01
        02 TH
Tanggal : 06 september 2007
3.      Berita negara RI
No : 102. 2007
4.      Surat izin sosial kota bandung
No : 062/1190-dinsos
Tanggal : 25 juni 2013
5.      Surat izin sosial propinsi jawa barat
No : 062/ 3144/PPKS/08/2011
Tanggal : 1 April 2011
6.      Surat keterangan domisili
No : 07/DP/Kel/VI/2007
Tanggal : 28 juni 2007
7.      NPWP
No : 02. 587. 749. 9-429. 000
Tanggal : 05 juli 2008

D.    Struktur Rumah Yatim Ar-Rahman

Kepala Cabang
Basuki Raharjo





   Asrama Putra                                                                                      Asrama Putri
Kepala Asrama                                                                                   Kepala Asrama
(Hendy Al-Fajrin)                                                                               (Weli Susanto)
Logistik (kepala asrama)                                                                            logistik
     (Kusmini)                                                                                       (Rama Sari)
      Peskes                                                                                                 peskes
Asisten logistik                                                                                 Asisten logistik
(Dayu Aprilia)                                                                                 (Nur Laela Wati)
Staff Umum                                                                                        Staff Umum
FO (Front Office)                                                                            FO (front office)
  (Siti maulida)                                                                                   (Anita dan Siti)
Staff  Usaha                                                                                        Staff Usaha
                                                                                                  (filantrophi dan dedi)


E.     Perencanaan Rumah Yatim Ar-Rahman
1.      Sasaran
Untuk sasaran dari yayasan rumah yatim ar-rahman adalah anak yatim piatu dan dhuafa. Dalam memilih anak piatu itu dibatasi dan juga harus sesuai dengan kriteria yang ada begitu juga dengan kriteria dari dhuafa.
2.      Tujuan
Menjadi lembaga yang terbaik dalam pengelolaan anak yatim piatu dan dhuafa.  
3.      Strategi
Pengalangan donasi kemudian diaplikasikan ke rumah yatim diantaranya adalah pembangunan sekolah, pembangunan sarana kesehatan, inti dari strategi ini adalah menaikan IPM (index masyarakat), Dan untuk bulanannya ada yang namanya donatur tetap yang mana setiap bulanannya datang dengan donasi yang berbentuk cash (uang) dan ada juga yang memberi material (beras,mie, dan minyak). Untuk strategi lain yang digunakan untuk pemberi donatur salah satu caranya adalah dengan menggunakan brosur yang disebar ke tempat-tempat yang strategis.
Dalam mendapatkan data siapa saja yang mau diberi santunan itu didapatkan dari kelurahan, dan juga berkerja sama dengan dinas sosial dengan menayakan daerah mana yang mempunyai yang lebih banyak penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Selain itu juga data yang di dapat tidak hanya berpatok pada data yang rill yang ada pada kelurahan dan dinas sosial selain itu juga jika ada yang memerlukan bantuan sumbangan jika ada dananya akan di bantu juga sesuai dengan kriteria yang ada dan sumbangannya pun tidak berupa uang melainkan barang dikarenakan untuk penyaluran berupa uang itu kolektif artinya yang mengeluarkan adalah dari pusat langsung dan tidak sembarangan. Untuk penyaluran di lampung ini tidak hanya berfokus pada Bandarlampung saja melainkan ada Pringsewu, Tanggamus, dan juga lampung selatan yang sekiranya banyak penyandang PMKS.

F.     Organizing Rumah Yatin Ar-Rahman
Dalam pengorganisasian yang ada dalam menetapkan apa yang perlu dilaksanakan adalah dengan program yang telah direncanakan. Program yang telah direncanakan dinamakan dengan Rencana Kegiatan Anggaran dan juga Rencana Kegiatan Manajemen yang disusun selama satu tahun sekali yang dilaksanakan oleh seluruh karyawan yang ada dalam manajemen Rumah Yatim. Cara pelaksanaan dari setiap program yang telah direncanakan adalah dengan hierarki dan komunikasi antar setiap cabang. Dimulai dengan hierarki adalah dengan komunikasi per level maksudnya adalah level pusat tidak bisa langsung berkomunikasi dengan level staf melainkan harus melalui level kepala cabang baru dari kepala cabang mengkmunikasikan kepada level staf, begitupun dengan pelaporan. Dan secara keseluruhan kepala cabanglah yang melaporkan setiap detail pelaporan. Dalam pelaporan ada disetiap bulannya yang dinamakan dengan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Untuk laporan pertanggung jawaban anggaran dilakukan setiap minggunya yang berisi tentang pengeluaran terkecil hingga pengeluaran terbesar harus dilaporkan disetiap minggunya yang khusus di Lampung pelaporan dilakukan pada hari Jum’at. Laporan pertanggung jawaban pun dilakukan dengan setiap tahunnya dilihat dari data yang dikirim disetiap minggunya dari bagian cabang-cabang yang telah melaporkan. Untuk pengawasan anggaran yang mengawasi untuk daerah cabang adalah kepala cabang langsung. Pengawasan dilakukan sesuai dengan RKA atau sesuai acuan yang ada dilakukan setiap bulannya dan itu dipertanggung jawabkan oleh kepala cabang dan diajukan kepada pusat. Untuk pengawasan langsung dilakukan leh direktorat funrising, direktorat  marketing, direktorat HRD atau pengurus kepegawaian, direktorat pemberdayaan, direktorat pendidikan, dan direktorat kesehatan.

G.    Aspek kepemimpinan Rumah Yatim Ar-Rahman
Dalam aspek kepemimpinan ada terdapat suatu pembeda dari rumah yatim ini dengan organisasi yang lain yaitu dilihat dari nama yaitu Rumah Yatim artinya membina anak-anak yatim, selain itu juga terdapat asrama yang diperuntukkan oleh anak-anak yatim yang tidak mempunyai keluarga dan juga tempat tinggal itupun untuk anak laki-laki dan anak perempuan dipisahkan asramanya, selain itu juga Rumah Yatim mengelola Zakat yang telah bekerjasama dengan LAZNAS (Lembaga Amil Zakat Nasional) dan yang selanjutnya adalah mengelola kaum Dhuafa. Untuk pengelolaan anak-anak yatim terdapat dua asuhan yaitu ada yang bermukim dan non mukim maksudnya adalah yang bermukim itu adalah yang tinggal di asrama dan yang non mukim adalah anak yatim yang dikelola tetapi tidak tinggal di asrama yang tinggal bersama keluarganya. Untuk anak-anak yang tinggal diasrama pun terdapat kegiatan yang dilakukan dan menaati peraturan yang ada di asrama setiap harinya seperti program bimbel. Untuk program bimbel dilakukan bukan hanya untuk anak-anak yang bermukim melainkan juga untuk anak-anak non mukim.

H.    Aspek pengawasan Rumah Yatim Ar-Rahman
Untuk pemantauan yang dilakukan untuk anak-anak non mukim melihat perkembangan dalam pendidikannya dilakukan disetiap harinya. Untuk hal mengevaluasi kepala cabang melakukannya di setiap 6 bulan sekali. Untuk mengevaluasi kepala cabang dilakukan disetiap bulannya yang mengevaluasi adalah direktorat dimulai dengan pelaporan, ketepatan pelaporan, dan kinerja. Untuk mengevaluasi karyawan dilakukan oleh kepala cabang.    



1 komentar: