Membeli Usaha Yang Sedang berjalan
Diajukan
untuk memenuhi tugas
Dalam
mata kuliah Kewirausahaan
Dosen
pengempu : Mubasit, S.Ag, MM
![]() |
Disusun Oleh
Erpan Stiawan 1341030018
Nuri Ulwati 1341030105
FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN
LAMPUNG
TAHUN
AJARAN 2015/1436 KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Membeli Usaha Yang Sedang Berjalan”. Makalah ini diajukan guna
memenuhi nilai mata kuliah “Kewirausahaan”.
Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu
dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari dalam makalah ini masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari
para pembaca makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat dan
menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.
Bandarlampung,
21 Oktober 2015
Penulis
Anda memiliki dana dan
ingin memiliki usaha namun bingung bagaimana memulainya? Tenang saja, memulai
usaha bukan berarti harus membangun semua dari nol, ada banyak cara dan
kesempatan yang menanti. Salah satunya adalah membeli usaha yang telah
berjalan. Namun sebelum memutuskan untuk membeli sebuah usaha, ada beberapa hal
yang Anda harus perhatikan sehingga investasi Anda tidak berujung bencana.
Kesuksesan Anda
bergantung penuh kepada kejelian dan kemampuan Anda melihat peluang dari bisnis
yang akan Anda beli. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan :
1. Cari tahu mengapa pemiliknya ingin menjual usaha miliknya.
Sebuah kesalahan dibuat
oleh sekelompok pengusaha yang membeli jaringan usaha AMF Bowling. Sepertinya
bisnis ini menjanjikan, karena perusahaan yang berpusat di Amerika ini baru
saja melebarkan sayapnya ke Eropa dan Asia. Dengan pasar yang lebih luas ini,
si pemilik menjual usahanya senilai 1 milyar dolar. Namun hanya dalam waktu
singkat AMF Bowling yang baru dibeli itu menyatakan bankrut. Pemilik baru tidak
mengetahui bahwa usaha bowling sudah melewati puncaknya dan penjualan alat
bowling terus menurun tajam.
Kasus di atas adalah
contoh nyata pentingnya mengetahui dengan pasti alasan mengapa seseorang
menjual bisnis yang dibangunnya. Anda juga perlu mempelajari tren dan pasar
dari usaha tersebut. Apakah usaha itu sedang mengalami masa sulit atau ada
alasan lain yang menjadi dasar bagi si pengusaha untuk menjual bisnisnya.
2. Pelajari secara mendalam usaha yang akan Anda beli
Pastikan Anda mempelajari
seluk beluk usaha yang akan Anda beli. Mulai dari saingan, peluang, aturan, dan
juga kemungkinan ancaman yang ada di depan nanti. Kemungkinan Anda untuk sukses
ditentukan dari persiapan dan pengetahuan Anda yang akan berguna untuk
pengembangan usaha nantinya.
3. Buatlah rencana untuk mengembangkan usaha itu
Sebuah usaha hanya akan
menguntungkan bagi Anda jika Anda bisa melihat bahwa usaha tersebut bisa
dikembangkan dan memberikan imbal balik yang sebanding dengan nilai investasi
yang Anda keluarkan. Terlebih lagi, bahwa usaha itu bisa dikembangkan dalam
jangka panjang.
Jika Anda sebelumnya
sudah memiliki usaha, maka salah satu hal yang penting adalah apakah usaha yang
Anda akan akusisi bisa diintegrasikan dengan usaha yang sudah Anda jalani saat
ini. Dapatkah usaha tersebut meningkatkan jumlah penjualan dan keuntungan? Jika
Anda bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti maka usaha tersebut layak
untuk dibeli.
Membeli usaha dari
orang lain memang penuh dengan tantangan namun juga menjanjikan peluang. Untuk
itu Anda harus jeli dan teliti sebelum melakukan transaksi. Pastikan Anda sudah
memiliki rencana yang matang saat membeli usaha tersebut.
Anda mempunyai banyak uang, namun tak ingin berinvestasi dengan memulai
sebuah bisnis baru ? membeli sebuah usaha yang sudah mapan barangkali cocok
bagi anda. Pasalnya, usaha tersebut lebih memiliki kepastian. Lebih sedikit
risiko atau setidaknya sudah cukup stabil
Membeli sebuah bisnis
akan menjadi salah satu solusi yang tepat. Anda tidak perlu lagi bersusah payah
mencari pelanggan karena mereka sudah ada. Di samping itu, sudah tersedia
sebuah catatan mengenai apa yang bisa dijual dan apa yang tidak. Yang
dikumpulkan dari pengalaman pengelola terdahulu. Anda hanya cukup berfokus
kepada peningkatan bisnis daripada memulai dari nol karena hampir semua
infrastruktur serta peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia. Untuk membeli
bisnis, berikut beberapa faktor yang harus anda perhatikan :
1. Pelanggan
Aset yang terpenting yang dapat anda peroleh dalam
membeli sebuah bisnis ialah para pelanggan. Meskipun sudah ada produk yang
bagus atau infrastruktur yang memadai. Membangun basis pelanggan merupakan satu
hal yang membutuhkan waktu lama. Dibutuhkan kesabaran dan konsistensi yang
tinggi untuk memupuk jumlah pelnggan, belum termasuk menumbuhkan loyalitas
pelanggan terhadap produk atau jasa yang diluncurkan. Pastikan juga bahwa
pelanggan merasa puas dan mereka tidak akan beralih kepenyedia produk atau jasa
lain meski pemilik bisnis yang sekarang telah menjualnya kepada anda.
2. Pegawai
Ketahui nilai dari masing-masing pegawai yang anda
miliki. Adakan sebuah rapat dengan mereka. Tanyakan kepada mereka mengenai
seberapa pentingnya arti pegawai yang ada sekarang untuk perkembangan bisnis
secara keseluruhan ? apakah staf penjualan memiliki hubungan yang erat dengan
para pelanggan penting ? anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk memberi
insentif untuk memastikan bahwa pegawai akan tetap melakukan bisnis paling tidak
melalui priode transisi.
3. Fasilitas
Penyewaan bukanlah bagian integral dari neraca
keuangan tetapi ia bisa menjadi sebuah kewajiban tersembunyi yang luar biasa.
Ketahui jika pemilik yang sekarang secara pribadi memberikan jaminan sewa dan
menentukan apakah mereka bisa memberikan jaminan kepada anda juga.
Ada peraturan-peraturan penting untuk dipertimbangkan
juga. Perundang-undangan lingkungan terutama menempatkan beban pembersihan
properti yang terpolusi kepada pemilik properti yang sekarang dan dalam beberapa
kasus, kepada pemegang hak sewa. Ketahui pula apakah properti itu pernah
dimiliki atau disewakan oleh produsen yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan
yang menghasilkan sampah berbahaya yang bisa mencemari lingkungan. Cari tahu
apakah tindakan pembersihan telah dilakukan.
4. Laporan Keuangan
Jangan menilai laporan keuangan historis dari sisi
permukaannya saja, terutama jika tidak disertai oleh surat audit yang
menyakinkan dari firma akuntan publik yang bersertifikat. Jangan sampai anda
bingung dalam membedakan sebuah kompilasi dari review atau ulasan. Hanya sebuah
audit yang mewajibkan seorang akuntan publik bersertifikat menguji informasi
keuangan. Jika sang penjual menawarkan sebuah taksiran kepada anda, jangan
pernah menganggapnya.
5. Piutang
Kemungkinan besar jika bisnis itu memiliki piutang,
nilainya akan digelembungkan. Periksalah dengan seksama perubahan piutang dan
tentukan jumlah apa yang melampaui ambang normal yang ada dalam praktik
industri yang sejenis (cermin nilai nominal sering diabaikan). Kemudian
anggaplah bahwa sebagian jumlah piutang itu (yang masih berlaku) akan juga
berubah menjadi utang
6. Inventaris
Nilai pasar barang inventaris selalu mengalami
penurunan dari jumlah yang dibayarkan saat membeli. Meskipun beberapa bisnis
yang lebih besar cenderung memiliki barang-barang yang lebih lambat bergerak,
banyak bisnis kecil yang bahkan lebih ragu-ragu dalam memasukkan atau menjual
sebuah barang yang sudah dianggap usang.
7. Pesaing
Yakinlah bahwa anda tidak berjalan menuju kedalam
sebuah ladang ranjau. Apakah perang harga terjadi ? apakah para pesaing
memotong margin keuntungan mereka hingga batas minimum ? apakah penjual yang
sekarang mendegar tentang laporan mengenai perusahaan perusahaan yang memasuki
ceruk pasar mereka ?
8. Pengacara
Anda perlu berkonsultasi dengan seorang pengacara yang
benar-benar mengerti bidang usaha kecil sebelum menandatangani perjanjian jual
beli. Hal ini penting karena ia bisa menunjukan pada anda berbagai hal yang
tersembunyi seperti kontrak, kewajiban kerja, proses hukum, tagihan kepada
vendor, sewa, dan lain-lain.
9. Kerahasiaan
Anda harus
memiliki sebuah perjanjian yang kuat dengan pemilik yang sekarang mengenai
dengan siapa saja, pada tingkatan perundingan apa, dan dalam kondisi bagaimana
anda dapat berdiskusi tentang ketertarikan anda dalam membeli sebuah bisnis.
Memberitahu pelanggan penting bahwa anda sedang mempertimbangkan untuk membeli
sebuah bisnis yang belum di nyatakan dijual secara umum akan memunculkan risiko
terhadap bisnis dan dapat membuat anda dituntut secara hukum oleh pemilik
bisnis yang bersangkutan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar