Minggu, 25 Oktober 2015

Membeli Usaha Yang Sedang berjalan
Diajukan untuk memenuhi tugas
Dalam mata kuliah Kewirausahaan
Dosen pengempu : Mubasit, S.Ag, MM
logo IAIN Raden Intan Lampung.jpg
 











Disusun Oleh
Erpan Stiawan                      1341030018
Nuri Ulwati                            1341030105





FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN LAMPUNG

TAHUN AJARAN 2015/1436KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Membeli Usaha Yang Sedang Berjalan”. Makalah ini diajukan guna memenuhi nilai mata kuliah “Kewirausahaan”. Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini.
 Kami menyadari dalam makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat dan menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.


                                                                     Bandarlampung, 21 Oktober 2015
                                                          
                                                                                          Penulis
                                                                                         
 Anda memiliki dana dan ingin memiliki usaha namun bingung bagaimana memulainya? Tenang saja, memulai usaha bukan berarti harus membangun semua dari nol, ada banyak cara dan kesempatan yang menanti. Salah satunya adalah membeli usaha yang telah berjalan. Namun sebelum memutuskan untuk membeli sebuah usaha, ada beberapa hal yang Anda harus perhatikan sehingga investasi Anda tidak berujung bencana.
Kesuksesan Anda bergantung penuh kepada kejelian dan kemampuan Anda melihat peluang dari bisnis yang akan Anda beli. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan :
1.    Cari tahu mengapa pemiliknya ingin menjual usaha miliknya.
Sebuah kesalahan dibuat oleh sekelompok pengusaha yang membeli jaringan usaha AMF Bowling. Sepertinya bisnis ini menjanjikan, karena perusahaan yang berpusat di Amerika ini baru saja melebarkan sayapnya ke Eropa dan Asia. Dengan pasar yang lebih luas ini, si pemilik menjual usahanya senilai 1 milyar dolar. Namun hanya dalam waktu singkat AMF Bowling yang baru dibeli itu menyatakan bankrut. Pemilik baru tidak mengetahui bahwa usaha bowling sudah melewati puncaknya dan penjualan alat bowling terus menurun tajam.
Kasus di atas adalah contoh nyata pentingnya mengetahui dengan pasti alasan mengapa seseorang menjual bisnis yang dibangunnya. Anda juga perlu mempelajari tren dan pasar dari usaha tersebut. Apakah usaha itu sedang mengalami masa sulit atau ada alasan lain yang menjadi dasar bagi si pengusaha untuk menjual bisnisnya.
2.      Pelajari secara mendalam usaha yang akan Anda beli
Pastikan Anda mempelajari seluk beluk usaha yang akan Anda beli. Mulai dari saingan, peluang, aturan, dan juga kemungkinan ancaman yang ada di depan nanti. Kemungkinan Anda untuk sukses ditentukan dari persiapan dan pengetahuan Anda yang akan berguna untuk pengembangan usaha nantinya.


3.      Buatlah rencana untuk mengembangkan usaha itu
Sebuah usaha hanya akan menguntungkan bagi Anda jika Anda bisa melihat bahwa usaha tersebut bisa dikembangkan dan memberikan imbal balik yang sebanding dengan nilai investasi yang Anda keluarkan. Terlebih lagi, bahwa usaha itu bisa dikembangkan dalam jangka panjang.
Jika Anda sebelumnya sudah memiliki usaha, maka salah satu hal yang penting adalah apakah usaha yang Anda akan akusisi bisa diintegrasikan dengan usaha yang sudah Anda jalani saat ini. Dapatkah usaha tersebut meningkatkan jumlah penjualan dan keuntungan? Jika Anda bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti maka usaha tersebut layak untuk dibeli.
Membeli usaha dari orang lain memang penuh dengan tantangan namun juga menjanjikan peluang. Untuk itu Anda harus jeli dan teliti sebelum melakukan transaksi. Pastikan Anda sudah memiliki rencana yang matang saat membeli usaha tersebut.
Anda mempunyai banyak uang, namun tak ingin berinvestasi dengan memulai sebuah bisnis baru ? membeli sebuah usaha yang sudah mapan barangkali cocok bagi anda. Pasalnya, usaha tersebut lebih memiliki kepastian. Lebih sedikit risiko atau setidaknya sudah cukup stabil
Membeli sebuah bisnis akan menjadi salah satu solusi yang tepat. Anda tidak perlu lagi bersusah payah mencari pelanggan karena mereka sudah ada. Di samping itu, sudah tersedia sebuah catatan mengenai apa yang bisa dijual dan apa yang tidak. Yang dikumpulkan dari pengalaman pengelola terdahulu. Anda hanya cukup berfokus kepada peningkatan bisnis daripada memulai dari nol karena hampir semua infrastruktur serta peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia. Untuk membeli bisnis, berikut beberapa faktor yang harus anda perhatikan :
1.      Pelanggan
Aset yang terpenting yang dapat anda peroleh dalam membeli sebuah bisnis ialah para pelanggan. Meskipun sudah ada produk yang bagus atau infrastruktur yang memadai. Membangun basis pelanggan merupakan satu hal yang membutuhkan waktu lama. Dibutuhkan kesabaran dan konsistensi yang tinggi untuk memupuk jumlah pelnggan, belum termasuk menumbuhkan loyalitas pelanggan terhadap produk atau jasa yang diluncurkan. Pastikan juga bahwa pelanggan merasa puas dan mereka tidak akan beralih kepenyedia produk atau jasa lain meski pemilik bisnis yang sekarang telah menjualnya kepada anda.
2.      Pegawai
Ketahui nilai dari masing-masing pegawai yang anda miliki. Adakan sebuah rapat dengan mereka. Tanyakan kepada mereka mengenai seberapa pentingnya arti pegawai yang ada sekarang untuk perkembangan bisnis secara keseluruhan ? apakah staf penjualan memiliki hubungan yang erat dengan para pelanggan penting ? anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk memberi insentif untuk memastikan bahwa pegawai akan tetap melakukan bisnis paling tidak melalui priode transisi.
3.      Fasilitas
Penyewaan bukanlah bagian integral dari neraca keuangan tetapi ia bisa menjadi sebuah kewajiban tersembunyi yang luar biasa. Ketahui jika pemilik yang sekarang secara pribadi memberikan jaminan sewa dan menentukan apakah mereka bisa memberikan jaminan kepada anda juga.
Ada peraturan-peraturan penting untuk dipertimbangkan juga. Perundang-undangan lingkungan terutama menempatkan beban pembersihan properti yang terpolusi kepada pemilik properti yang sekarang dan dalam beberapa kasus, kepada pemegang hak sewa. Ketahui pula apakah properti itu pernah dimiliki atau disewakan oleh produsen yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menghasilkan sampah berbahaya yang bisa mencemari lingkungan. Cari tahu apakah tindakan pembersihan telah dilakukan.
4.      Laporan Keuangan
Jangan menilai laporan keuangan historis dari sisi permukaannya saja, terutama jika tidak disertai oleh surat audit yang menyakinkan dari firma akuntan publik yang bersertifikat. Jangan sampai anda bingung dalam membedakan sebuah kompilasi dari review atau ulasan. Hanya sebuah audit yang mewajibkan seorang akuntan publik bersertifikat menguji informasi keuangan. Jika sang penjual menawarkan sebuah taksiran kepada anda, jangan pernah menganggapnya.
5.      Piutang
Kemungkinan besar jika bisnis itu memiliki piutang, nilainya akan digelembungkan. Periksalah dengan seksama perubahan piutang dan tentukan jumlah apa yang melampaui ambang normal yang ada dalam praktik industri yang sejenis (cermin nilai nominal sering diabaikan). Kemudian anggaplah bahwa sebagian jumlah piutang itu (yang masih berlaku) akan juga berubah menjadi utang
6.      Inventaris
Nilai pasar barang inventaris selalu mengalami penurunan dari jumlah yang dibayarkan saat membeli. Meskipun beberapa bisnis yang lebih besar cenderung memiliki barang-barang yang lebih lambat bergerak, banyak bisnis kecil yang bahkan lebih ragu-ragu dalam memasukkan atau menjual sebuah barang yang sudah dianggap usang.
7.      Pesaing
Yakinlah bahwa anda tidak berjalan menuju kedalam sebuah ladang ranjau. Apakah perang harga terjadi ? apakah para pesaing memotong margin keuntungan mereka hingga batas minimum ? apakah penjual yang sekarang mendegar tentang laporan mengenai perusahaan perusahaan yang memasuki ceruk pasar mereka ?
8.      Pengacara
Anda perlu berkonsultasi dengan seorang pengacara yang benar-benar mengerti bidang usaha kecil sebelum menandatangani perjanjian jual beli. Hal ini penting karena ia bisa menunjukan pada anda berbagai hal yang tersembunyi seperti kontrak, kewajiban kerja, proses hukum, tagihan kepada vendor, sewa, dan lain-lain.
9.      Kerahasiaan
 Anda harus memiliki sebuah perjanjian yang kuat dengan pemilik yang sekarang mengenai dengan siapa saja, pada tingkatan perundingan apa, dan dalam kondisi bagaimana anda dapat berdiskusi tentang ketertarikan anda dalam membeli sebuah bisnis. Memberitahu pelanggan penting bahwa anda sedang mempertimbangkan untuk membeli sebuah bisnis yang belum di nyatakan dijual secara umum akan memunculkan risiko terhadap bisnis dan dapat membuat anda dituntut secara hukum oleh pemilik bisnis yang bersangkutan.
ü  Keuntungan Membeli Perusahaan yang Sudah Ada
Akan muncul banyak peluang yang pantas dipertimbangkan oleh para wirausahawan yang mencari-cari untuk membeli perusahaan yang sudah ada. Mereka yang membeli perusahaan yang sudaha ada akan dapat meraup keuntungan yang berikut ini:
1.      Perusahaan yang sudah sukses dapat terus sukses
Membeli perusahaan yang sedang berkembang dengan harga yang layak akan meningkatkan kemungkinan kesuksesan. Tujuan pemilik yang baruharuslah membuat berbagai perubahan yamg akan menarik pelanggan baru dengan tetap mempertahankan pelanggan lama perusahaan tersebut.
2.      Perusahaan yang sudah ada mungkin sudah berada pada lokasi terbaik
Lokasi bisa jadi merupakan asset terbesar perusahaan yang sudah ada ini. Jika keunggulan lokasi ini tidak dapat digantikan dengan lokasi laim, seorang wirausahawan tidak mempunyai banyak pilihan selain membeli dan bukannya membangun sendiri.
3.      Karyawan dan pemasok sudah ada
Perusahaan yang sudah ada telah memiliki karyawan yang berpengalaman, yang bisa membantu pemilik yang baru dalam melalui fase tarnsisi. Karyawan yang berpengalaman dapat membantu perusahaan terus menghasilkan uang sewaktu pemiliknya masih mempelajari perusahaan ini. Perusahaan yang telah ada mempunyai sejumlah pemasok yang sudah dikenal melalui jalinan hubungan baik sebelumnya.
4.      Perlatan telah terpasang dan kapasitas produktif telah diketahui
Pada perusahaan yang sudah ada, calon pembeli dapat mengetahui kondisi pabrik dan peralatan serta kapasitasnya sebelum membelinya. Dalam banyak kasus, wieauisahawan dapat membeli fasislitas fisik dan peralatan pada harga dibawah harga pengganti.
5.      Persediaan sudah tersedia dan fasilitas pembelian kredit sudah ada
Jika persediaan perusahaan terlalu sedikit, perusahan tidak mempunyai jumlah dan jenis produk yang memadai untuk memenuhi permintan pelanggan. Akan tetapi jika persediaan perusahaan terlalu banyak persediaan ini akan mengikat terlalu banyak modal, yang sangat berarti meningkatkan biaya dan mengurangi profitabilitasnya. Pemilik perusahaan yang sukses dan mapan telah berusaha menyeimbangkan dua sisi ekstrim ini.
6.      Pemilik baru dapat langsung menjalankan perusahaannya
Pada hari pertama pemilik baru mengambil alih perusahaan itu, pada hari itu pula pendapatannnya dimulai. Dengan cara ini wirausahawan yang membeli perusahaan byang sudah sukses tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membangun perusahaan agar dapat menikmati kesuksesan.
7.      Pemilik baru dapat memanfaatkan pengalaman pemilik sebelumnya
Pemilik baru dapat menelusuri hasil keputusan-keputusan besar yang diambil pemilik sebelumnya terhadap biaya dan pendapat, dan dapat belajar dari kesalahan yang pernah terjadi dan mengambil manfaat dari prestasi yang pernah dicapai. Bagaimanapun juga, pemilik yang menjual perusahaannya tetap ingin melihat bahwa pembelinya sukses menjalankan perusahaannya.
8.      Pembiayaan yang lebih mudah
Menarik pembiayaaan untuk membeli perusahaan yang telah ada sering kali lebih mudah dibandingkan mencari uang untuk meluncurkan perusahaan dari nol.
9.      Harga murah
Pemilik yang sekarang mungkin ingin sekali menjual secepatnya, sehingga mereka menjual perusahaan ini dengan harga murah.

ü  Kerugian Membeli Perusahaan yang Sudah Ada
Perusahaan “pecundang”. Kadang para pemilik perusahaan berusaha menyembunyiakn fakta denga berbagai teknik kreatif dalam akuntansi untuk membuat gambaran keuangan perusahaan ini tampak lebih cerah daripada yang sebenarnya. Jika analisis anda menunjukan bahwa perusahaan ini dikelola dengan buruk atau terabaikan, anda mungkin dapau membalikana keadannya. Meskipun demikian, jika anda tidak memiliki rencana yang rinci utnuk meningkatkan perusahaan yang sedang kesulitan, jangan pertimbangkan untuk membelinya.
1.      Pemilik lama mungkin meciptakan citra buruk
Proses due diligence bisa mengungkapkan bahwa pelanggan, pemasok, kreditur, atau karyawan memiliki kesan negative mengenai reputasi peruysahaan karena tindakan-tindakan yang tidak etis daripemilik.
2.      Karyawan yang diwariskan dari perusahaan mungkin tidak sesuai
Bila usaha-usaha due diligence memperlihatkan bahwa keryawan- karyawan yang ada merupakan penyebab penting terjadinya masalah perusahaan, pemilik baru tidak punya pilihan lain, kecuali mem-PHK mereka dan merekrut yang baru.
3.      Lokasi perusahaan yang mungkin sudah tidak sesuai lagi
Lokasi yang dulu dianggap ideal mungkin tidak berlaku lagi dengan berubahnya kecenderungan pasar dan kependudukan. Calon pembeli harus selalu mengevaluasi pasar yang ada di daerah sekitar perusahaan yang telah ada, selain juga kemungkinan pengembangannya.
4.      Peralatan dan fasilitas mungkin sudah using dan tidak efisien
Peralatan yang ada mungkin saja memang cocok dengan perusahaan yang dibeli, tetapi bukan untuk perusahaan yang untuk dibangun. Memperbaharui peralatan dan fasilitas biasanya mahal.
5.      Perubahan dan inovasi sulit diterapkan
Melakukan perubahan yang membawa perusahaan baru dan meyakinkan para klien lama untuk kembali8 dapat menjadi proses yang mahal, memakan waktu dan melelahkan. Seorang pembeli perusahaan harus mengetahui usaha, waktu, dan biaya yang akan dibutuhkan untuk mengubah memontum negative suatu perusahaan yang sedang dalam kesulitan. Sebelum suatu perusahaan dapat maju, perusahaan tersebut harus berhenti melangkah mundur.
6.      Persediaan mungkin sudah ketinggalan dan kadaluarsa
Pembeli yang cerdas lebih tahu daripada sekedar percaya pada penilaian persediaan yang ada dineraca perusahaan. Calon pembeli perusahaa harus menilai perusahaan dengan harga pasar bukan dengan buku.
7.      Piutang usaha nilainya mungkin lebih rendah daripada yang tertulis
Ketika pembeli mempertimbangkan membeli perusahaan yang telah ada,penelitiannnya memperlihatkan bahwa piutang usaha dengan volume besar telah melampaui jatuh temponya.
8.      Harga perusahaan mungkin terlalu mahal
Banyak orang yang membeli harga perusahaan lebih mahal dari harga sebenarnya, yang dapat merusak kemampuan perusahaan mendapatkan laba dan menghasilkan arus kas positif. Pertimbangan utama pembeli adalah memastikan bahwa pembelian ini tidak menyebabkan kesehatan keuangan perusahaan di masa depan terganggu dan kondisi arus kas tetap aman.

ü  Langkah-langkah dalam membeli perusahaan
Untuk menghindari kesalahan yang sangat mahal wirausahawan harus mengikuti langkah-langkah yang logis dan metodologis :
1.      Analisis Keahlian, Kemampuan, dan Minat Anda Untuk Menentukan Jenis Perusahaan Yang Anda Pertimbangkan
Langkah pertama dalam memilih perusahaan adalah melaksanakan pemeriksaan terhadap diri sendiri untuk menentukan perusahaan yang ideal. Fokus utamanya adalah untuk mengidentifikasi jenis perusahaan yang akan membuat anda paling bahagia dan yang memiliki kemungkinan sukses tinggi.Semakin anda mengenal diri anda sendiri semakin besar kemungkinan anda mendapatkan dan mengelola perusahaan yang sukses.
2.      Siapkan Daftar Calon Yang Potensial
Pasar tersembunyi (hiddenmarket) dari perusahaan yang mungkin akan dijual, tetapi tetapi tidak diiklankan merupakan sumber yang sangat baik untuk menemukan perusahaan-perusahaan bermutu tinggi. Saat ini ratusan broker perusahaan telah membuat situs-situs Web yang memberikan ribuan daftar perusahaan yang akan dijual dalam hampir setiap industri bsehingga memudahkan wirausahawan dalam mencari perusahaan yang sempurna diseluruh negeri dari kenyamanan rumah mereka sendiri. Semakin banyak peluang yang dapat dicari dan dievaluasi oleh para wirausahawan, semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan yang sesuai dengan kriteria mereka.
3.      Selidikilah Calon-Calon Tersebut dan Evaluasi Yang Terbaik
Pencarian biasanya menghabiskan waktu yang lama. Sampai kira- kira dua atau tiga tahun.
4.      Telaah Pilihan-Pilihan Keuangan
Memberikan nilai pada perusahaan yang sudah ada merupakan hal yang sulit bagi calon wirausahawan. Tugas menantang berikutnya setelah terjadi kesepakatan adalah pembiayaan pembelian itu.

5.      Pastikan Peralihan Yang Lancar
Sebaik apapun perencanaan, aka nada kejutan-kejuatan. Sebagai contoh pemilik baru mungkin memiliki gagasan untuk merubah petusahaan ini yang menyebabkan stress dan kecemasan diantara keryawan dan pemilik lama. Dengan adanya emosi dan ketidak pastian ini, masa peralihan selalu sulit dan membuat frustasi.
6.      mengevaluasi perusahaan yang sudah ada (proses due diligence)
Due diligence adalah proses penyelidikan mengenai detail perusahaan yang dijual untuk menentukan berbagai kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan tersebut Pembeli yang cerdik akan menyusun tim ahli untuk membantunya menelaah peluang perusahaan yang potensial. Tim ini biasanya terdiri dari bangkin, akuntan yang terbiasa dengan perusahaan tertentu, konsultan hokum, dan mungkin konsultan perusahaan kecil atau broker. Pembeli yang mengabaikan due diligtence yang menyeluruh, pada dasarnya sedag mengunadang bahaya serius bagi dirinya sendiri. Berikut ini adalah petanyaan-pertanyaan yang perlu dipertimbangkan :
a.       Mengapa perusahaan ini dijual ?
Setiap calon pembeli perusahaan harus menyelidiki sesungguhnya mengapa alasan perusahaan ini dijual pemiliknya. Pembeli yang ceridik mengetahui bahwa kejutan paling besar dan paling tidak menyenangkan dapat muncul dari luar laporan keuangan perusahaan
dan mungkin tidak pernah tampak dalam lembar kerja yang dirancang untuk menganalisis posisi kewuangan perusahaan. Pemasok, pelanggan, atau bahkan pesaing mungkin akan mampu menjelaskan alasan penjualan perusahaan tersebut. Dengan menggabungkan berbagai informasi ini dengan hasil analisis keuangan, calon pembeli akan mampu mengembangkan gambaran yang lebiuh jelas mengenai nilai yang kebih jelas dari perusahaan.
b.        Bagaimana kondisi fisiik perusahaan tersebut ?
Calon pembeli mungkin perlu menyewa seorang perofesional untuk memeriksa komponen nuntama bangunan. Faktor-faktor penting lainnya yang perlu diperiksa adalah piuatang usaha, perjanjian sewa beli, catatan perusahaan asset tak berwujud, lokasi dan penampilan.
c.         Apa potensi barang dan jasa perusahaan ini ?
Analisi pasar yang menyeluruh akan membantu pembeli mengembangkan sendiri peramalan penjualan mengenai perusahaan tersebut.Calon pembeli harus memeriksa :
- Komponen utama bangunan (pipa, listrik, pemanas, pendingin)
- Persediaan perusahaan
- Piutang usaha
- Perjanjian sewa beli
- Catatan perusahaan
- Aset tak berwujud
- Lokasi dan penampilan
ü  Metode Untuk Menentukan Nilai Perusahaan
Bagian paling sukar dalam menentukan nilai perusahaan adalah banyak factor yang mempengaruhi nilainya: sifat perusahaan itu sendiri, posissinya di pasar atau industrei, gambaran pasar dan industri itu pada umumnya, status keuangan perusahaan. kapasitasnya untuk menghasilkan laba, segala asset tak berwujud yang mungkin dimilikinya, nilai perusahaan-perusahaan serupa dan berbagai factor lainnya. Metode untuk Menentukan Nilai Perusahaan :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar