Rumah Yatim Ar-Rahman
Diajukan
untuk memenuhi tugas
Dalam
mata kuliah pratikum manajemen ZIS
Dosen
pengempu : Hj Suslina Sanjaya, S.Ag, M.Ag
![]() |
Disusun Oleh
Erpan Stiawan 1341030018
Eka Nuraini 1341030078
Rini Widia
Astuti 1341030112
FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN
LAMPUNG
TAHUN
AJARAN 2015/1436
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nya
kami dapat menyelesaikan laporan yang bertempat di “Rumah Yatim Ar-Rahman”. Makalah ini diajukan guna memenuhi nilai
mata kuliah “ pratikum Manajemen ZIS”.
Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu
dalam penyusunan laporan ini.
Kami menyadari dalam laporan ini masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari
para pembaca laporan ini. Harapan kami semoga laporan ini bermanfaat dan
menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.
Bandarlampung,23
Oktober 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................
DAFTAR ISI..................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah....................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
Sejarah
berdirinya Rumah Yatim......................................................................... 2
B.
Visi
dan Misi Rumah Yatim................................................................................ 3
C.
Legalitas
Rumah Yatim....................................................................................... 3
D.
Struktur
Rumah Yatim Ar-Rahman..................................................................... 4
E.
Perencanaan Rumah Yatim Ar-Rahman............................................................. 5
F.
Aspek
Kepemimpinan Rumah Yatim Ar-Rahman............................................... 7
G.
Aspek
Pengawasan Rumah Yatim Ar-Rahman................................................... 7
LampiranBAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Rumah yatim ar-rahman indonesia
adalah sebuah organisasi sosial tingkat nasional yang bergerak dalam pengasuhan
dan pengelolaan anak-anak yatim dan dhuafa.mengawal mereka menuju masa depan
yang lebih gemilang di tengah kesulitan dan ketidak berdayaan karena kehilangan
orang tua dan himpitan kemiskinan merupakan misi dan amanah rumah yatim.
Setelah enam tahun berkiprah, saat ini kami telah memiliki 12.000 anak asuh.
Sebagai organisasi sosial yang
amanah, transparan dan profesional, selama enam tahun kami senantiasa
mengadakan audit keuangan independent dengan hasil wajar tanpa pengecualian
(WTP).
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa Misi dan Visi Rumah Yatim ?
2.
Apa
tujuan dari Rumah Yatim ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah Berdirinya Rumah Yatim
April 1997, salah seorang rekan kami (sdr.Abdullah) meninggal dunia
penyakit ginjalnya yang sudah akut memisahkanya dari kehidupan ini, dari
seorang istri dan dari empat orang huah hatinya yang masih kecil-kecil. M.Iqbal
(5 Thn), Aty Nuraini (3,5 Thn), M. Faruq waliullah (2 Thn) dan Salma Hanifah (5
Bln) harus menerima kenyataan menghadapi dan menjalani kehidupan tanpa kasih
sayang dan bimbingan sang ayah. Konsisi ini membuat kami merasa sangat
prihatin. Tak terbayangkan bagaimana sang ibu (Zainab Hayati, 36 Thn) akan
berjuang membesarkan, dan memberikan bekal terbaik untuk masa depan keempat
buah hatinya. Bekal yang ditinggalkan almarhum pun tidaklah terlalu besar dan
tentu akan sangat minim untuk membiayai dan memenuhi segala kebutuhan mereka.
Dengan segala keterbatasan yang ada kami mencoba menyisihkan apa yang kami
miliki untuk membantu mereka memenuhi kebutuhannya yang untuk kondisi seperti
sekarang ini memang tidak mudah. Secara bersama, kami mengontrak sebuah rumah
sederhana untuk tempat tinggal mereka dan kami pun upayakan mereka dapat
bersekolah sebagaimana layaknya.
Ternyata kami tidak sendiri tanpa diduga, para tetangga yang
tinggal disekitar rumah sederhana yang kami kontrak meneruh perhatian dan
menunjukan simpatinya atas apa yang kami lakukan. Mereka dengan sukarela
memberikan sumbangsihnya kepada anak-anak yatim yang kami asuh. Berbagai
sumbangan tulus berbentuk materi dan non-materi kami terima dengan rasa terima
kasih dan keharuan mendalam. Alhamdulillah, kami tidak sendiri. Teramat banyak
disekitar kami para dermawan yang ikut berbagi dan peduli dengan nasib
anak-anak yatim itu.
Kamipun terinspirasi bantuan para tetangga, kebutuhan anak-anak
yatim yang lain untuk diasuh dalam usaha kami, akhirnya memberi kami inspirasi.
Kami tergerak untuk mebentuk satu lembaga formal yang bisa lebih baik lagi
dalam upaya memberikan asuhan bagi ana-anak yang kurang beruntung itu. Lahirlah
kemudian sebuah yayasan sosial yang bertujuan menampung dan mengasuh anak-anak
Yatim yang tinggal didaerah bandung dan sekitar.
Terima kasih para dermawan hari ini, berkat rahmat dan karunia
ilahi dan dukungan serta kontribusi para dermawan di kota bandung dan
sekitarnya, Rumah Yatim telah menjadi sebuah institusi sosial yang legal dan
profesional yang mencoba memberikan pelayanan dan pengasuhan terbaik untuk
anak-anak yatim dan dhuafa agar mereka tidak kehilangan kawalan dalam meraih
masa depan yang lebih cermelang
Kami akan selalu berupaya menjadi lembaga yang profesional dan
dinamis karena kami sadar segala bentuk bantuan dan dukungan dari para dermawan
adalah amanah tidak ringan yang harus kami pertanggungjawabkan didunia dan di
akhirat. Penyelenggaraan pemeriksaan oleh tim akuntan publik, adalah salah satu
bentuk komitmen kami dalam upaya membentuk lembaga sosial yang terpercaya. Doa
dan dukungan dari fihak sangat kami nantikan. Bersama, kita wujudkan cita-cita
mereka.
B.
VISI dan MISI Rumah Yatim
Visi
Menjadi lembaga
sosial terbaik tingkat nasional dalam pengasuhan dan pengelolaan anak yatim dan
dhuafa
Misi
1.
Memberikan pelayanan
terbaik bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
2.
Menjadi fasilitator
terpercaya antara kaum mampu dan tidak mampu.
3.
Menjadikan Rumah Yatim
sebagai organisasi sosial yang profesional dan dinamis.
C.
Legalitas Rumah Yatim
1.
Akta
pendirian
No. Akta : 44
Tanggal : 20 juni 2007
DR Wiratni
Notaris : ahmadi SH
2.
Sk
menteri hkum dan ham
No : C- 2840
HT 01
02 TH
Tanggal : 06 september 2007
3.
Berita
negara RI
No : 102. 2007
4.
Surat
izin sosial kota bandung
No : 062/1190-dinsos
Tanggal : 25 juni 2013
5.
Surat
izin sosial propinsi jawa barat
No : 062/ 3144/PPKS/08/2011
Tanggal : 1 April 2011
6.
Surat
keterangan domisili
No : 07/DP/Kel/VI/2007
Tanggal : 28 juni 2007
7.
NPWP
No : 02. 587. 749. 9-429. 000
Tanggal : 05 juli 2008
D.
Struktur Rumah Yatim Ar-Rahman
Kepala
Cabang
Asrama Putra Asrama Putri
Kepala
Asrama Kepala Asrama
(Hendy
Al-Fajrin) (Weli
Susanto)
Logistik (kepala asrama) logistik
(Kusmini) (Rama
Sari)
Peskes peskes
Asisten
logistik Asisten logistik
(Dayu
Aprilia) (Nur Laela Wati)
Staff
Umum Staff
Umum
FO
(Front Office) FO (front office)
(Siti maulida) (Anita dan Siti)
Staff Usaha Staff
Usaha
(filantrophi dan dedi)
E.
Perencanaan Rumah Yatim Ar-Rahman
1.
Sasaran
Untuk sasaran dari yayasan rumah yatim ar-rahman adalah anak yatim
piatu dan dhuafa. Dalam memilih anak piatu itu dibatasi dan juga harus sesuai
dengan kriteria yang ada begitu juga dengan kriteria dari dhuafa.
2.
Tujuan
Menjadi lembaga yang terbaik dalam pengelolaan anak yatim piatu dan
dhuafa.
3.
Strategi
Pengalangan donasi kemudian diaplikasikan ke rumah yatim
diantaranya adalah pembangunan sekolah, pembangunan sarana kesehatan, inti dari
strategi ini adalah menaikan IPM (index masyarakat), Dan untuk bulanannya ada
yang namanya donatur tetap yang mana setiap bulanannya datang dengan donasi
yang berbentuk cash (uang) dan ada juga yang memberi material (beras,mie, dan
minyak). Untuk strategi lain yang digunakan untuk pemberi donatur salah satu
caranya adalah dengan menggunakan brosur yang disebar ke tempat-tempat yang
strategis.
Dalam mendapatkan data siapa saja yang mau diberi santunan itu
didapatkan dari kelurahan, dan juga berkerja sama dengan dinas sosial dengan
menayakan daerah mana yang mempunyai yang lebih banyak penyandang masalah
kesejahteraan sosial (PMKS). Selain itu juga data yang di dapat tidak hanya
berpatok pada data yang rill yang ada pada kelurahan dan dinas sosial selain
itu juga jika ada yang memerlukan bantuan sumbangan jika ada dananya akan di
bantu juga sesuai dengan kriteria yang ada dan sumbangannya pun tidak berupa
uang melainkan barang dikarenakan untuk penyaluran berupa uang itu kolektif
artinya yang mengeluarkan adalah dari pusat langsung dan tidak sembarangan.
Untuk penyaluran di lampung ini tidak hanya berfokus pada Bandarlampung saja
melainkan ada Pringsewu, Tanggamus, dan juga lampung selatan yang sekiranya
banyak penyandang PMKS.
F.
Organizing Rumah Yatin Ar-Rahman
Dalam pengorganisasian yang ada
dalam menetapkan apa yang perlu dilaksanakan adalah dengan program yang telah
direncanakan. Program yang telah direncanakan dinamakan dengan Rencana Kegiatan
Anggaran dan juga Rencana Kegiatan Manajemen yang disusun selama satu tahun
sekali yang dilaksanakan oleh seluruh karyawan yang ada dalam manajemen Rumah
Yatim. Cara pelaksanaan dari setiap program yang telah direncanakan adalah
dengan hierarki dan komunikasi antar setiap cabang. Dimulai dengan hierarki
adalah dengan komunikasi per level maksudnya adalah level pusat tidak bisa
langsung berkomunikasi dengan level staf melainkan harus melalui level kepala
cabang baru dari kepala cabang mengkmunikasikan kepada level staf, begitupun
dengan pelaporan. Dan secara keseluruhan kepala cabanglah yang melaporkan
setiap detail pelaporan. Dalam pelaporan ada disetiap bulannya yang dinamakan
dengan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Untuk laporan pertanggung jawaban
anggaran dilakukan setiap minggunya yang berisi tentang pengeluaran terkecil
hingga pengeluaran terbesar harus dilaporkan disetiap minggunya yang khusus di
Lampung pelaporan dilakukan pada hari Jum’at. Laporan pertanggung jawaban pun
dilakukan dengan setiap tahunnya dilihat dari data yang dikirim disetiap
minggunya dari bagian cabang-cabang yang telah melaporkan. Untuk pengawasan
anggaran yang mengawasi untuk daerah cabang adalah kepala cabang langsung.
Pengawasan dilakukan sesuai dengan RKA atau sesuai acuan yang ada dilakukan
setiap bulannya dan itu dipertanggung jawabkan oleh kepala cabang dan diajukan
kepada pusat. Untuk pengawasan langsung dilakukan leh direktorat funrising,
direktorat marketing, direktorat HRD
atau pengurus kepegawaian, direktorat pemberdayaan, direktorat pendidikan, dan
direktorat kesehatan.
G.
Aspek kepemimpinan Rumah Yatim Ar-Rahman
Dalam aspek kepemimpinan ada
terdapat suatu pembeda dari rumah yatim ini dengan organisasi yang lain yaitu
dilihat dari nama yaitu Rumah Yatim artinya membina anak-anak yatim, selain itu
juga terdapat asrama yang diperuntukkan oleh anak-anak yatim yang tidak
mempunyai keluarga dan juga tempat tinggal itupun untuk anak laki-laki dan anak
perempuan dipisahkan asramanya, selain itu juga Rumah Yatim mengelola Zakat
yang telah bekerjasama dengan LAZNAS (Lembaga Amil Zakat Nasional) dan yang
selanjutnya adalah mengelola kaum Dhuafa. Untuk pengelolaan anak-anak yatim
terdapat dua asuhan yaitu ada yang bermukim dan non mukim maksudnya adalah yang
bermukim itu adalah yang tinggal di asrama dan yang non mukim adalah anak yatim
yang dikelola tetapi tidak tinggal di asrama yang tinggal bersama keluarganya.
Untuk anak-anak yang tinggal diasrama pun terdapat kegiatan yang dilakukan dan
menaati peraturan yang ada di asrama setiap harinya seperti program bimbel.
Untuk program bimbel dilakukan bukan hanya untuk anak-anak yang bermukim
melainkan juga untuk anak-anak non mukim.
H.
Aspek pengawasan Rumah Yatim Ar-Rahman
Untuk pemantauan yang dilakukan
untuk anak-anak non mukim melihat perkembangan dalam pendidikannya dilakukan
disetiap harinya. Untuk hal mengevaluasi kepala cabang melakukannya di setiap 6
bulan sekali. Untuk mengevaluasi kepala cabang dilakukan disetiap bulannya yang
mengevaluasi adalah direktorat dimulai dengan pelaporan, ketepatan pelaporan,
dan kinerja. Untuk mengevaluasi karyawan dilakukan oleh kepala cabang.

hai
BalasHapus