Jumat, 12 Juni 2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang
Bahasa Arab (Al-Lughah Al-Arabiyyah, atau secara ringkas ) adalah salah satu bahasa semitik tengah, yang termaksud dalam rumpun bahasa semitik dan berkerabat dengan bahasa ibrani dan bahasa neo arami. Bahasa arab memiliki lebih banyak penutur dari pada bahasa-bahasa lain-nya dalam rumpun bahasa semitik. Ia dituturkan oleh lebih dari 280 juta orang sebagai bahasa pertama, yang mana sebagian besar tinggal ditimur tengah dan afrika utara. Bahasa ini adalah bahasa resmi dari 25 negara, dan merupakan bahasa peribadatan dalam agama islam karena merupakan bahasa yang dipakai oleh Al-Quran. Berdasarkn penyebaran geografisnya, bahasa arab percakapan memiliki banyak variasi (dialek), beberapa dialeknya bahkan tidak dapat saling mengerti satu sama lain. Bahasa arab modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub-bahasa. Bahasa arab baku (kadang-kdng disebut bahasa sastra) diajarkn secara luas disekolah dan universitas, serta digunakan ditempat kerja, pemerintahan, dan media masa.
Bahasa arab baku berasal dari bahasa arab klasik, satu-satunya angota rumpun bahasa arab utara kuno yang saat ini masih digunakan, sebagaimana terlihat dalam inskripsi peningalan arab pra-islam yang berasal dari arab ke-4 bahasa klasik juga telah menjadi bahasa kesusastraan dan bahasa pribadatan islam sejak lebih kurang abad ke-6 abjab arab ditulis dari kanan ke kiri.
1.2. Rumusan masalah.
1.      Apa yang dimaksud dengan isim isyarah..?
2.      Apa yang dimaksud dengan istifham........?
3.      Apa yang dimaksud dengan mudhaf-mudhaf ilahi...?
4.      Apa yang dimaksud dengan mubtadak dan khabar..?
5.      Apa yang dimasud dengan dhomir munfasil...?


BAB II
PEMBAHSAN

2.1. Isim Istifham.
Isim Istifham adalah isim (kata) yang digunakan sebagai kata tanya.
Contoh :
من  ( Man = siapa)
 ما  ( Maa = apa )
كيف ( kaifa = bagaimana)
متي ( mata = kapan).
كم ( kam = berapa).
ينأ ( aina = dimana)
2.2. Isim Isyarah.
Isim Isyarah adalah kata tunjuk .
Ismi Isyarah ada dua macam :
a)      Isim isyarah atau kata tunjuk untuk yang dekat ( هذا) = ini.
Contoh dalam kalimat : (هذا كتاب ) = ini buku.
b)      Isim isyarah atau kata tunjuk untuk yang jauh (ذالك  ) = itu.
Contoh dalam kalimat : (ذالك كتاب  ) = itu buku.
2.3. Mubtada’ dan Khabar.
Mubtada’ adalah isim marfu’ yang terletak di awal kalimat.
Khabar adalah setiap kata atau kalimat yang menyempurnakan mubtada’.
Contoh : الرجلان مسلمان  ( dua orang itu muslim).
2.4. Dhomir Munfashil.
Dhomir Munfashil adalah dhomir yang penulisannya terpisah dengan kata yang lain.
Contoh :
هو : Dia = seorang laki-laki.
هما : Mereka = dua orang laki-laki / perempuan.
هم : Mereka = para laku-laki.
أنت : Kamu = laki-laki.
أنتم : Kalian = laki-laki.
2.5. Mudhaf dan Mudhaf Ilaih.
Mudhaf dan Mudhaf Ilaih adalah penisbatan secara taqidiyah (pembatasan) diantara dua lafazh yang mengakibatkan lafazh terakhir selalu di jar-kan.
contoh  :
باب الفصل  : Pintu Rumah.



BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan.
Bahasa arab baku berasal dari bahasa arab klasik, satu-satunya angota rumpun bahasa arab utara kuno yang saat ini masih digunakan, sebagaimana terlihat dalam inskripsi peningalan arab pra-islam yang berasal dari arab ke-4 bahasa klasik juga telah menjadi bahasa kesusastraan dan bahasa pribadatan islam sejak lebih kurang abad ke-6 abjab arab ditulis dari kanan ke kiri.
Bahasa arab telah memberi banyak kosa kata kepada bahasa lain dari dunia islam, sama seperti peranan latin kepada kebanyakan bahasa eropa. Semasa abad pertengahan bahasa arab juga merupakan alat utama budaya, terutama pada sains, matematik adan filsafah, yang menyebabkan banyak bhasa eropa turut meminjam banyak kosa kata dari bahasa arab.
3.2. Saran.
 Maka dari itu penulis berharap agar dalam pembahasan mendukung pentingnya pembahasan tentang “bahasa arab” mengetahui tentang bahasa arab yang .Namun bagaimanapun juga dalam tugas makalah terbimbing ini penulis sadar bahwa masih banyak kurang disana sini,maka besar harapan dari para pembaca untuk memperbaiki dengan berbagai saran dan masukan bagi penulis agar lebih baik di kemudian harinya dalam menulis makalah.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar