Kelompok 9 Tugas
KEPEMIMPINAN
DALAM MANAJEMEN DAKWAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Dalam Mata Kuliah Manajemen Dakwah
Dosen
Pengempu : H. Suslina Sanjaya
S.Ag., M.Ag.
Disusun Oleh :
1.
Erpan Stiawan 1341030018
2.
Suryati 1341030042
FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DA’WAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana
berkat rahmat dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kepemimpinan Dalam Menajemen Dakwah”.
Makalah ini diajukan guna memenuhi nilai mata kuliah “Manajemen Dakwah”. Tidak lupa, saya ucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini.
Saya menyadari dalam makalah ini masih banyak kekurangan.
Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca
makalah ini. Harapan saya semoga makalah ini bermanfaat dan menjadikan sumber
pengetahuan bagi para pembaca.
Bandarlampung,
2014
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang..................................................................................................... 1
1.2. Rumusan masalah................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1.Pemimpin
dalam menajemen dakwah.................................................................. 2
2.2.Definisi
pemimpin dalam konsep manajemen dakwah........................................ 4
2.3.Syarat-syarat
kepemimpinan dakwah.................................................................. 6
2.4.Motivasi
dalam manajemen dakwah.................................................................... 7
2.5.Karakteristik
manajer atau pemimpin dakwah..................................................... 7
BAB III PENUTUP
3.1.Kesimpulan
......................................................................................................... 10
3.2.Saran
................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang.
Diawal abad ini akan dijelaskan
terlebih dahulu pengertian kepemimpinan dan perbedaan pengertian antara
kepemimpinan manajemen dakwah dan kepemimpinan dakwah.kepemimpinan dalam
pengertian umum adalah suatu proses ketika seseorang memimpin (directs),
membimbing (guides), dan memengaruhi atau mengontrol (controls) pikiran,
perasaan, atau tingkah laku orang lain.dari pengertian umum tersebut dapat
dipahami bahwa kepemimpinan merupakan tindakan atau perbuatan seseorang yang menyebabkan
seseorang atau kelompok lain menjadi bergerak kearah tujuan-tujuan
tertentu.sedangkan pengertian secara khusus dapat dilihat dari beberapa
pendapat berikut :
1. Prof.
Dr. Mr. Prajudi Atmosudirjo dalam bukunya ang berjudul beberapa pandangan
umum tentang pengambilan keputusan. Kepemimpinan adalah kepribadian
seseorang yang menyebabkan sekelompok orang lain mencontoh atau mengikutinya.
2. Haiman,
berpendapat bahwa kepemimpinan adalah suatu proses dimana seseorang memimpin,
membimbing, memengaruhi pikiran, perasaan, atau tingkah laku orang lain.
3. John
Pfifne, dalam bukunya yang berjudul public administrasion memberikan
definisi kepemimpinan adalah seni untuk mengkoordinasi dan memberikan dorongan
terhadap individu atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
1.2.
Rumusan masalah.
1. Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan dalam manejemen
dakwah......?
2. Sifat
apa sajakah yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin dalam menejemen
dakwah......?
3. Karakter
apa sajakah yang harus dimiliki pemimpin
dalam berdakwah....?
4. Apa
perbedaan antara kepemimpinan manajemen dakwah dengan kepemimpinan dalam
manajemen dakwah.....?
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Pemimpin Dalam Menejemen Dakwah.
Pemimpin merupakan faktor penentu
dalam meraih sukses bagi sebuah organisasi. Sebab pemimpin yang sukses akan
mampu mengelola organisasi,dapat memengaruhi orang lain secsra konstruktif,dan
mampu menunjukan jalan serta tindakan benar yang harus dilakukan secara
bersama-sama.[1]
Terdapat
beberapa istilah dalam Al-Qur’an yang merujuk pada pengertian pemimpin.pertama,kata
umara’ yang sering juga disebut dengan Ulil Amri dan khadimul ummah.
khadimul ummah diartikan sebagai pelayanan umat. sedangkan istilah Ulil
Amri dan Umara’tergambar dalam surat An-Nisa : 59.
ياأيها الذين ءامنوا أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي
الأمر منكم فإن تنازعتم في شئ فردوه الى الله إن كنتم تؤمنون بالله واليوم الا خر
ذلك خير وأحسن تأويلا {النساء : 59}
Artinya :
“Hai
orang-orang yang beriman,taatilah Allah dan taatilah Rasululnya, dan ulil amri
diantara kamu.kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka
kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya), jika kamu
benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.yang demikian itu lebih
utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. (QS.An-Nisa’ 59).
Para pemimpin harus mampu mengantisipasi perubahan yang
terjadi secara tiba-tiba, dapat mengoreksi kelemahan-kelemahan,dan sanggup
membawa organisasi kepada sasaran dalam
jangka waktu yang telah ditetapkan.jadi,bisa dikatakan bahwa kepemimpinan
merupakan kunci kesuksesan sebuah organisasi.disamping itu,dalam setiap kerja
kolektif dibutuhkan pemimpin untuk mengefisienkan setiap langkah dari kegiatan
tersebut.
Sementara itu,manajemen adalah suatu proses yang
diterapkan oleh individu atau kelompok dalam upaya melakukan koordinasi untuk
mencapai suatu tujuan.pada hakikatnya manajemen dengan berbagai macam fungsinya
jelas sangat erat kaitannya dengan pemimpin dan pribadi pemimpin.dengan kata
lain, setiap pungsi manajemen memerlukan pemimpin dan kepemimpinan.untuk itu
seorang manajer atau pemimpin harus memiliki sebuah keterampilan yang menjadi
unsur bersama diantara tingkat-tingkatan menajemen yang berbeda,dimulai dari
tingkatan yang paling rendah,tingkatan menengah,dan sampai pada tingkatan
tertinggi.
Secara umum keterampilan-keterampilan tersebut tercermin
dalam :
1.
Technical Skill.
Ini adalah
segala hal yang berkaitan dengan informasi dan kemampuan (skiil) khusus tentang
pekerjaannya. seperti, pengetahuan dengan sifat tugasnya,
Tuntannya,
tangung jawabnya,dan kewajiban-kewajibannya.
2.
Human Skill.
Segala hal
yang berkaitan dengan perilakunya sebagai individu dan hubungannya dengan orang
lain dan cara berinteraksi dengan mereka.termasuk disini adalah perilakunya
dalam hubungan dengan kepemimpinan dan interaksinya dalam kelompok yang
berbeda-beda.
3.
Conceptual Skill.
Kemapuan untuk
melihat secara utuh dan luas terhadap berbagai masalah,dan kemudian
mengaitkannya dengan berbagai perilaku yang berbeda dalam organisasi serta
menyelaraskan antara berbagai keputusan yang dikeluarkan oleh berbagai
organisasi,yang secara keseluruhan bekerja untuk meraih tujuan yang telah
ditentukan.
Kepemimpinan
dakwah harus dilandasi oleh konsep kepemimpinan demokrasi yaang menerapkan
prinsip-prinsip yang berhubungan dengan spesialisasi tugas setiap unit
kesatuan,pendelegasian wewenang,dan rentang pengawasan yang konsisten.oleh
karena itu pimpinan dakwah harus memandang organisasi dakwah sebagai suatu
sistem.
Kepemimpinan
dakwah merupakan konsep yang kompleks dan dinamis.kompleks,karena melibatkan
berbagai komponen, sedangkan dinamis karena berkembang secara
berkesinambungan.dengan demikian, hakikat kepemimpinan adalah kemampuan untuk
mempengaruhi dan menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan dakwah. Masalah
kepemimpinan dalam Al-Qur’an tersirat dalam surat Al-Baqoroh : 30.
وإذقال ربك للملائكة إني جاعل في الأرض خليفة قالوا
أتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدماء ونحن نسبح بحمدك ونقدس لك قال إني أعلم مالم
تعلمون {البقرة :30}
Artinya
:
“ingatlah takkala tuhanmu berfirman
kepada para malaikat : “sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah
dimuka bumi”. Mereka berkata : “mengapa hendak menjadikan khalifah dimuka bumi
itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal
kami senantiasa bertasbih memuji engkau dan mensucikan engkau?”. Tuhan
berfirman : “sungguh aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. ( QS.Al-Baqoroh : 30)
Berdasarkan
asumsi dan postulat yang dikemukakan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
kepemimpinan merupakan dasar yang dimiliki manusia yang dikenal dengan fitrah
dan wujud kemampuan utnuk mengaruhi orang lain sehinga orang tersebut mengikuti
orang yang diikutinya.jadi,seorang pemimpin adalah seorang pribadi yang
memiliki kemampuan dalam suatu kegiatan untuk memengaruhi orang lain sehingga terjadi
perubahan sikap pengikutnya.
Dengan
demikian,pemimpin bertangung jawab atas apa yang di pimpinnya.itu sebabnya
dikatakan, bahwa kepemimpinan berlangsung saling memengaruhi yang membutuhkan
tanggung jawab pimpinannya. Karena setiap perbuatan itu akan dimintai
pertangungjawabannya, terlebih seorang pemimpin yang menyangkut kehidupan orang
banyak. Hal ini sebagimana yang terkandung dalam firman Allah SWT dalam surat
Al-Isra’ : 36.
ولا تقف ماليس لك به علم إن السمع والبصر والفؤاد كل
أولئك كان عنه مسئولا {الإسراء : 36}
Artinya :
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan tentangnya.sesunguhnya pendengaran,penglihatan dan hati, semuanya
itu akan diminta pertanggungjawabannya”. (QS.Al-Isra’ : 36 )
2.2. Definisi Pemimpin Dalam Konsep Menejemen Dakwah.
Ada
asumsi,bahwa keberhasilan suatu usaha secara tidak langsung ditentukan oleh
pemimpinnya.dalam konteks ini juga bisa dilihat dalam teori kepemimpinan “Traits
Theory of leadership” . disamping itu, diperlukan sebuah rumusan yang jelas
tentang kepemimpinan yang dimaksudkan untuk mempermudah proses selanjutnya.
Dalam
kepemimpinan terdapat hubungan antar manusia, yaitu hubungan memengaruhi (dari
pemimpin), dan hubungan ketaatan dan kepatuhan para bawahan karena dipengaruhi
oleh kewibawaan pemimpin.disini akan diungkapkan beberapa definisi tentang
kepemimpinan yang dikutip oleh Fred E. Fieldler dan Martin M.Chomers, yaitu :
a.
Leadership is the exercises of authority and the making of lecistors.”Kepemimpinan adalah aktivitas para pemegang kekuasaan dan
pembuat keputusan”.
b.
Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan
khususnya pada spesialisasi disatu bidang,sehingga ia mampu memengaruhi orang
lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas tertentu,demi pencapaian satu atau
beberapa tujuan.
c.
Henry Pratt Fairchild menyakan bahwa pemimpin dalam pengertian luas adalah
seorang yang memimpin dengan jalan memprakasai tingkah laku sosial dengan cara
mengatur,mengerakan, mengorganisir, dan mengontrol usaha atau upaya orang lain.
d.
Leadership is the process of influencing gruop activites toward goal
setting and goal achievement. “ kepemimpinan
adalah sutu proses memengaruhi aktivitas kelompok dalam rangka perumusan
dan pencapaian tujuan”.
Disamping memiliki
kedudukan yang sangat strategis,kepemimpinan juga harus dimiliki oleh orang
yang menyampaikan dakwah.karena dalam lapangan dakwah akan banyak terjadi
intraksi atau kerja sama antara satu dengan lain untuk mencapai tujuan.
Sedangkan yang
dimaksud dengan kepemimpinan dakwah adalah sikap kepemimpinan yang dimiliki
oleh seorang da’i yang mendukung fungsinya untuk menghadapi publik dalam
berbagai kondisinya.oleh karena itu,yang dimaksud dengan kepemimpinan menejemen
dakwah adalah suatu kepemimpinan yang fungsi dan peranannya sebagai manajer
suatu organisasi atau lembaga dakwah yang bertanggung jawab atas jalannya semua
fungsi manajemen mulai dari planning, organizing, actuating, and controling.[2]
Kepemimpinan
sebagai konsep manajemen dakwah dapat dirumuskan sebagai berikut :
a.
Kepemimpinan sebagai salah satu seni dalam berdakwah untuk menciptakan
kesesuaian dalam mencari titik temu.
b.
Kepemimpinan sebagai suatu bentuk persuasif dan inspirasi dalam berdakwah.
c.
Kepemimpinan adalah kepribadian yang memiliki pengaruh.
Adapun
sifat,ciri, atau nilai-nilai pribadi yang harus dimiliki dalam kepemimpinan
menajemen dakwah adalah :
Ø Berpandangan jauh.
Ø Bertindak dan bersikap bijaksana.
Ø Berpengetahuan luas.
Ø Bersikap dan bertindak adil.berpendirian teguh.
Ø Optimis bahwa misinya berhasil.
Ø Berhati ikhlas.
Ø Mampu berkomunikasi.
John P.Kotter
menyebutkan, bahwa perbedaan antara menajemen dan kepemimpinan adalah sebagai
berikut :
1.
Manajemen berhubungan dengan usaha menangulangi kompleksitas, sedangan
kepemimpinan menangulangi perubahan.
2.
Manajemen berkaitan dengan perencanaan dan penganggaran untuk mengatasi
kompleksitas, sedangkan kepemimpinan mengenai penentuan arah perubahan melalui
pembentukan visi.
3.
Manajemen yang mengembangkan kemampuan untuk melaksanakan perencanaan
melalui pengorganisasian dan penusun staff, sedangkan kepemimpinan mengarahkan
orang untuk bekerja berdasarkan visi.
4.
Manajemen menjamin pencapaian rencana melalui pengendalian dan pemecahan
masalah, sedangkan kepemimpinan memotivasi dan mengilhami orang agar berusaha melaksanakan
rencana.
2.3. Syarat-syarat
Kepemimpinan Dakwah.
Dalam setiap
kelompok, manusia memerlukan pimpinan,sehingga gejala kepemimpinan mempunyai
banyak aspek dan dapat didekati dari berbagai sudut pandang.dari berbagai
pandangan itu timbul bermacam-macam bentuk kepemimpinan mewakili aliran setiap
pemikiran.memimpin manusia memberi segi kejiwaan terhadap peran pemimpin maupun
yang dipimpin.oleh karena itu, untuk pimpinan yang efektif tidak cukup hanya
memperhatikan apa yang dikerjakan, tetapi sama pentingnya mengenai bagaimana
pemimpin melakukan. Dalam hal ini tampak adanya hubungan kejiwaan antara
pemimpin dan yang dipimpin.
Berbeda dengan
kepemimpinan suatu organisasi usaha yang didasarkan atas aspek legal, formal,
dan rasional maka bentuk kepemimpinan kharismatik yang didasarkan atas
kepercayaan dan keyakinan intuitif dan hubungan emosional yang terjalin dengan
nilai-nilai keagamaan. Kekuatan pimpinan terletak pada kebijaksanaan yang
dimilikinya.kesetian dan kecintaan orang-orang yang dipimpin menyertai ketaatan
dan ketundukan kepadanya.
Ketaatan
terhadap kepemimpinan kharismatik didorong oleh penghargaan dan penghormatan
atas aspek “ kesucian” dari apa yang dibawakannya, karena apa yang diumumkannya
merupakan “pangilan” yang mengandung nilai kesucian, baik berupa adil,
peraturan atau sistem. Kekuasaan kharismatik datang secara spontan dalam
situasi luar biasa berdasarkan legimitasi moral. Hubungan kejiwaan ini terasa
sangat kuat yang biasa menandai kepemimpinan dakwah.
2.4. Motivasi
Dalam menejemen dakwah.[3]
Istilah
motivasi (motivation) berasal dari bahasa latin movere berarti bergerak
atau mengerakan.dalam hubungan ini pengertian motivasi menurut istilah
menejemen ialah suatu proses psokologis yang mendorong prilaku orang-orang agar
tertuju kearah tertentu.dengan proses ini seorang manajer mendorong agar
orang-orang berusaha dengan penuh kemauan unuk mencapai tujuan organisasi.
Memberikan
motivasi merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh manajer.dengan motivasi
tersebut dia dapat membangkitkan inspirasi dan mendorong semangat orang lain
agar bekerja lebih baik dan lebih produktif.masalah terpenting dalam motivasi
ialah mencari cara yang terbaik agar para anggota dapat selalu berprestasi
tinggi untuk kepentingan organisasi.
Masalah
motivasi ini penting sekali dalam organisasi dakwah karena mempunyai fungsi
ganda,kedalam motivasi berperan sebagai pendorong terhadap para pelaksana
dakwah untuk meningkatkan produktivitas pencapaian sasaran organisasi,sedangkan
keluar,mendorong objek dakwah untuk secara nyata melaksanakan nilai-nilai
ajaran islam.
2.5.
Karakteristik Manajer atau Pemimpin Dakwah.
Untuk
manjalankan organisasi dakwah dibutuhkan sebuah menejer yang handal seperti
yang telah dipapar kan sebelumnya.pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang
memiliki kemampuan untuk memadukan antara dimensi institusional dengan dimensi
individual.
Adapun
karakter manajer dakwah yang ideal itu dapat dikatagorikan sabagai berikut :
a.
Amanah.
Amanah
merupakan kunci kesuksesan setiap pekerjaan,dan sangat penting dimiliki oleh
para manajer,karena ia diberi amanah untuk mengelolah organisasi dakwah yang
cakupannya sangat luas dan memerhatikan hak-hak orang banyak, sebagaimana
tergambar dalam surat Ali Imran : 26.
قل اللهم مالك الملك تؤتي الملك من تشاء وتنزع الملك ممن
تشاء وتعز من تشاء وتذل من تشاء بيدك الخير إنك على كل شيء قدير { ال عمران : 26 }
Artinya
:
“katakanlah :
“wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan,engkau berikan kerajaan kepada orang yang
engkau kehendaki dan engkau cabut kerajaan dari orang yang engkau kehendaki.enkau
muliakan orang yang engkau kehendaki dan engkau hinakan orang yang
akan kehendaki. Di tangan engkaulah segala kebajikan.sesungguhnya engkau
maha kuasa atas segala sesuatu”.
(QS.Ali Imron : 26).
b.
Memiliki ilmu dan keahlian.
Maksudnya
adalah menerapkan manajemen dengan mengetahui spesialisasi tersebut.karena
tanpa ilmu dan keahlian,maka seorang manajer menjadi manajer tradisional yang
hanya mengerjakan apa yang diketahui tentang pekerjaannya.
c.
Memiliki kekuatan dan mampu merealisir.
Jika seorang
manejer tidaak memiliki kekuatan, maka ia tidak sanggup untuk mengendalikan
para karyawan atau anggotanya, dan jika manajer tidak memiliki potensi untuk
merealisir keputusannya, maka ia tidak lebih sebagai dekorasi yang diletakkan
diatas jabatan.
d.
Rendah diri.
Sebagaimana
manajer harus kuat tapi tidak keras,juga ia harus rendah diri, namun tidak
lemah untuk mendapatkan hati sehingga seluruh angota mau bekerja sama
dengannya.sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat luqman : 18.
تصغر خدك للناس ولا تمش فئ الأرض مرحا إن الله لا يحب كل
مختال فخور ولا
{اللقمان :18}
Artinya :
“janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena
sombong) dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi karena angkuh.sesungguhnya
Allah SWT tidak menukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (QS.
Al-Luqman : 18).
e. Toleransi dan sabar (emosional stabil).
Karena
keduanya adalah syarat bagi siapa saja yang memiliki kedudukan dikehidupan
ini.tanpa kedua sifat tersebut,seseorang tidak mendapatkan kepemimpinan. Sebagaimana
firmannya dalam surat As-Sajadah : 24.
وجعلنا منهم أئمة يهدون بأمرنا لما صبروا وكانوا با ياتنا
يوقنون {السجد :24}
Artinya :
“Dan kami
jadikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang akan memberikan petunjuk dan
perintah.kami ketika mereka sabar.dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami”.
(QS. As-Sajadah : 24).
f. Benar, adil dan dapat dipercaya.
Pemimpin yang jujur dan adil merupakan pemimpin yang
dikehendakin oleh Allah SWT, karena Allah SWT senantiasa menyuruh untuk berlaku
adil dan berbuat baik,sebagaimana dalam firman-Nya dalam surat An-Nahl : 90.
إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن
الفحشاء والمنكر والبغى يعظكم لعلكم تذكرون {النحل :90}
Artinya :
“sesungguhnya
Allah SWT memerintahkan keadilan,berbuat kebajikan dan menyantuni kaum
kerabat,dan Allah SWT melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.
Dan dia memberi pengajaran agar kalian dapat mengambil pelajaran”. (An-Nahl :
90).
g. Musyawarah.
Pemimpin yang
sukses harus mampu membangun suasana dialogis dan komunikasi yang baik antara
seluruh komponen dalam organisasi dengan jalan melakukan musyawarah antar karyawan,sehingga
seluruh komponen merasa ikut terlibat dan dilibatkan, sehingga melahirkan sikap
sense of bilonging terhadap organisasi.
h.
Ceerdik dan memiliki pirasat.
Pemimpin harus
memiliki kecerdikan dan insting yang kuat dalam merespon fenomena yang ada,sehingga
dapat membawa kesuksesan bagi sebuah organisasi.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan.
jadi dapat disimpulkan
bahwa kepemimpinan dalam menejemen dakwah ialah suatu kepemimpinan yang fungsi
dan peranannya sebagai manajer suatu organisasi atau lembaga dakwah yang
bertanggung jawab atas berjalannya semua fungsi manajemen, mulai dari
perencanaan (planning) pengkoorganisasian (organizing),
pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling).
Adapun
kepemimpinan dakwah adalah suatu sifat atau sikap kepemimpinan yang dimiliki
oleh yang dimiliki oleh seorang yang menyampaikan dakwah (da’i) yang mendukung
fungsinya untuk menghadapi publik dalam berbagai kondisi dan situasi. Da’i
dengan sifat dan sikapnya dalam kehidupan sehari-hari dipandang sebagai
pemimpin masyarakat. Oleh karena itu, boleh dikatakan bahwa kepemimpinan dakwah
merupakan syarat yang harus dimiliki oleh seorang da’i.
3.2. Saran.
Maka dari itu
penulis berharap agar dalam pembahasan mendukung pentingnya pembahasan tentang
“ kepemimpinan dalam menejemen dakwah” mengetahui tentang memimpin yang
benar dan bagaimana sikap kita dalam memimpin agar kita bisa mengambil
pelajarannya.
Namun
bagaimanapun juga dalam tugas makalah terbimbing ini penulis sadar bahwa masih
banyak kurang disana sini,maka besar harapan dari para pembaca untuk
memperbaiki dengan berbagai saran dan masukan bagi penulis agar lebih baik di
kemudian harinya dalam menulis makalah.
DAFTAR PUSTAKA
ü Drs. RB. Khatib pahlawan Kayo. Manajemen Dakwah. PT
Nasional, jakarta. (2007).
ü M.Munir, SA,g. Manajemen Dakwah. PT Kharisma putra utama.
Jakarta. (2006).
[1] M.Munir.
Manajemen Dakwah. Jakarta,PT.Kharisma putra utama.2006.Hlm 211
[2] M.
Munir. Ibid. Hlm 220
[3]
Fahlawan,karyo. Khatib. Manajemen Dakwah. Jakarta. PT. Nasional. (2007). Hlm 66
Tidak ada komentar:
Posting Komentar