Tugas kelompok 8
Metode Training
(On The Job Training And Off
The Job Training)
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Dalam Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia
Dosen
Pengempu : Tontowi Jauhari S.Ag. MM
Disusun Oleh :
1. Erpan Stiawan 1341030018
2. Maria Ulfa 1341030046
FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU
KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
DA’WAH
KAMPUS INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2015
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
belakang masalah........................................................................................ 1
B. Rumusan
masalah................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
On The Job Training dan Off The Job Training................................. 2
B. Teknik
metode On The Job Training dan Off The Job Training.......................... 2
C. Tujuan
On The Job Training dan Off The Job Training....................................... 3
D. Ciri-ciri
On The Job Training dan Off The Job Training...................................... 4
E. Persamaan
On The Job Training dan Off The Job Training ................................ 4
F. Perbedaan
On The Job Training dan Off The Job Training................................. 5
G. Mamfaat
On The Job Training............................................................................. 5
H. Kelemahan
On The Job Training.......................................................................... 5
I. Kungulan
Off The Job Training........................................................................... 6
J. Kelemahan
Off The Job Training......................................................................... 7
BAB III PENUTUP
Kesimpulan dan Saran............................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 9
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “On The Job Training
and Off The Job Training ”. Makalah ini diajukan guna memenuhi nilai mata
kuliah “Manajemen Sumber Daya Manusia” .
Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu
dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari dalam makalah ini
masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan
saran dari para pembaca makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat
dan menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.
Bandarlampung,2015
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang.
Ada beberapa metode
yang digunakan perusahaan untuk menyampaikan pelatihan di sini ada hal yang
paling popular adalah on the job dan off the job. Pelatihan (training) adalah
serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keahlian, pengetahuan,
pengalaman, ataupun perubahan sikap seseorang. Terdapat dua macam metode
pelatihan yaitu on the job dan off the job. Teknik-teknik dalam on
the job lebih sering digunakan untuk pelatihan. Sedangkan teknik-teknik
dalam off the job lebih sering digunakan untuk pengembangan.
Pengembangan merupakan sebagai penyiapan individu untuk memikul tanggung jawab
yang berbeda atau yang lebih tinggi dalam organisasi. Pengembangan biasanya
berkaitan dengan peningkatan kemampuan intelektual atau emosional untuk
melakukan pekerjaan lebih baik.
B.
Rumusan masalah.
1. Apa yang dimaksud dengan On The Job Training dan Off The
Job Training ?
2. Apa persamaan On The Job Trining dan Off The Job Training
?
3. apakah metode training ini dipakai oleh organisasi yang
ada sekarang ?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
On The Job Training dan Off The Job
On the job training adalah suatu
proses yang terorganisasi untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, kebiasaan
kerja dan sikap karyawan. Dengan kata lain on the job training adalah pelatihan
dengan cara pekerja atau calon pekerja ditempatkan dalam kondisi pekerjaan yang
sebenarnya, dibawah bimbingan dan pengawasan dari pegawai yang telah
bepengalaman atau seorang supervisor.[1]
Off the job training atau pelatihan di luar kerja adalah
pelatihan yang berlangsung pada waktu karyawan yang dilatih tidak melaksanakan
pekerjaan rutin/biasa.
Ø Rotasi
pekerjaan ( job rotation), merupakan pemindahan pekerjaan dari satu pekerjaan
ke pekerjaan lainnya dalam organisasi, sehingga dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman tenaga kerja.
Ø Penugasan yang
di rencanakan, menugaskan tenaga kerja untuk mengembangkan kemampuan dan
pengalamannya tentang pekerjaannya.
Ø Pembimbing,
pelatihan tenaga kerja langsung oleh atasannya.
Ø Pelatihan
posisi, tenaga kerja yang dilatih untuk dapat mendudukin suatu posisi tertentu.
Ø Business Games,
peserta dilatih dengan memecahkan suatu masalah, sehingga para peserta dapat
belajar dari masalah yang sudah pernah terjadi pada suatu perusahaan tertentu.
Metode ini bertujuan agar para peserta latihan dapat dengan lebih baik dalam
pengambilan keputusan dan cara mengelola operasional perusahaan dengan baik.
Ø Vestibule School, tenaga kerja dilatih dengan
mengunakan peralatan yang sebenarnya dan sistem pengaturan sesuai dengan yang
sebenarnya tetapi dilaksanakan diluar perusahaan.
Ø Case Study,
dimana peserta dilatih untuk mencari penyebab timbulnya suatu masalah, kemudian
dapat memecahkan masalah tersebuh. Pemecahan masalah dapat dilakuan secara
individual atau kelompok atas masalah-masalah yang ditentukan.
C. Tujuan On The Job
Training dan Off The Job Training
Ø
On The Job Training :
ü Memperoleh
pengalaman langsung (bagi karyawan baru) mengenal jenis pengetahuan dan
keterampilan yang dibutuhkan.
ü Mengamati
secara langsung apa yang menjadi tanggung jawabnya, melihat apa yang harus
dikerjakan, mempu menunjukkan apa yang dikerjakan (salah dan benar) kemudian
mampu menjelaskan tentang apa yang dikerjakan.
ü Meningkatkan
kemampuan dan keterampila dengan jelas, mengamati, melihat, dan mengerjakan
sendiri dibawah bimbingan supervisor.
ü Meningkatkan
kecpatan menyelesaikan suatu pekerjaan dengan mengulang-ulang jenis pekerjaan
yang sama disertai kepercayaan diri.
ü Meningkatkan
diri mulai dari tingkat dasar, terampil dan akhirnya menjadi mahir.
Ø Off The Job Training
ü Meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan karyawan
ü Lebih
memfokuskan pada pengalaman belajar.
ü Mempunyai
kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan karyawan lainnya dari luar
lingkungan unit kerjanya.
ü Mendapatkan
ide-ide baru yang dapat dibawa kembali ketempat kerjanya.
ü Memperoleh
wawasan yang lebih luas.
D. Ciri-Ciri On The Job
Training dan Off The Job Training
Ø
On the job
training :
Ø off the job training :
E. Persamaan
On The Job Training Dan Off The Job Training
v Dilakukan
untuk mengembangkan kemampuan karyawan agar memiliki kecakapan yang menunjang
pekerjaannya.
v Dilakukan
untuk meningkatkan kinerja/prestise serta meningkatkan kinerja suatu
perusahaan. Dilakukan oleh instansi atau perusahaan
F. Perbedaan
On The Job Training Dan Off The Job Training
§ Sasaran
On the job training dilakukan secara individual sedangkan off the job training
dilakukan secara kelompok.
§ On
the job training dilakukan di tempat kerja sedangkan Offthe job training
dilakukan pada lokasi terpisah dengan tempat kerja.
§ Pada
on the job training berupa pengalaman langsung(praktek), sedangkan off the job
training berupa pengetahuan/ keterampilan yang diperoleh berupa konsep.
o
Karyawan melakukan pekerjaan yang
sesungguhnya, bukan tugas yang disimulasikan.
o
Karyawan menerima instruksi dari
karyawan senior atau penyelia yang berpengalaman yang telah melaksanakan tugas
dangan baik.
o
Pelatihan dilaksanakan didalam lingkungan
kerja yang sesungguhnya, dibawah kondisi normal dan tidak membutuhkan fasilitas
pelatihan khusus.
o
Pelatihannya informal, relatif tidak
mahal, dan mudah dijadwalkan.
o
Pelatihan dapat membina perhubungan
kerja sama antara karyawan dan pelatihan.
o
Program ini sangat relavan dengan
pekerjaan, memakan biaya tunai yang relatif rendah, dan membantu memotivasi
kenerja yang kuat.
H.
Kelemahan On
The Job Training.
o
Pelatihan mungkin tidak termotivasi
untuk melatih atau mengemban tanggung jawab atas pelatihan sehingga pelatihan
menjadi serampangan.
o
Pelatihan dapat melaksanakan pekerjaan
dengan baik, namun kurang memiliki kemampuan dalm melatih orang lain agar dapat
menunaikan pekerjaan dengan baik.
o
Pelatihan barang kali tidak memiliki
waktu untuk melatih dan menghapuskan elemen yang penting dari proses pelatihan.
o
Karyawan yang tidak terlatih dapat
menimbulkan dampak negatif pada pekerjaan dan kinerja organisasional; sebagi
contoh, agen tiket pesawat udara yang mendapat on the job training mungkin
mengembalikan uang kembalian yang terlampau besar, tidak mengurus tiket
pelanggan secara benar, atau terlampau lama dalam memproses reservasi sehingga
mengakibatkan kerugian pada pendapatan maskapai penerbangan tersebut.
I.
Keunggulan Off
The Job Training.
·
Biaya pelatihan yang efesien karena
kelompok, dan bukannya individu, yang biasanya dilatih.
·
Pelatihan biasanya instruktur purna
waktu atau staf pelatih, kemungkinan lebih merupakan pelatihan yang kompeten
ketimbang on the job training yang biasanya hanya mengorbankan sebagian
kecil waktunya untuk melatih.
·
Kursus dan seminar yang off Sit memampukan
prusahaan kecil dengan sumber daya yang terbatas untuk melatih karyawan tampa
mengeluarkan biaya yang mahal untuk staf pelatih dan pasilitas pelatihan.
·
Membuka wawasan karyawan terhadap
perusahaan lain sering memberdayakan peserta untuk mempelajari metode dan
teknik baru disamping materi yang disajikan selama program.
·
Memindahkan pelatihan dari pekerjaan
memampuakan karyawan berkonsentrasi untuk mempelajari keahlian dan sikap baru
tanpa harus sekaigus mengkhawatirkan peaksanaan pekerjaan. Program ini juga
mengurangi resiko bagi organisasi untuk mengkaryakan karyawan yang tidak
memiliki pengetahuan yang tidak memadai.
J.
Kelemahan Off
The Job Training.
·
Para karyawan yang mengikuti Off The
Job Training tidak melakukan pekerjaan mereka. Ini merupakan tambahan biaya
pelatihan, meskipun dalam jangka panjang mamfaat pelatihan akan melebihi
biayanya.
·
Barangkai kekurangan terbesar dari tipe
pelatihan ini adalah masalah “transper pembelajaran (transper of training).”
Kadang-kadang off the jpb training bersifat teoritis dan mempunyai
nilai praktis yang terbatas bagi peserta, khusunya pada saat peatihan diadakan
jauh dari organisasi. Karena tidaklah mungkin bagi pelatih untuk membiasakan
khursus pada setiap partisipan. Program off the job training normalnya
berisi apikasi yang terbatas pada masalah dan situasi khusus trainee.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan.
On the job training adalah suatu
proses yang terorganisasi untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan,
kebiasaan kerja dan sikap karyawan. Dengan kata lain on the job training adalah
pelatihan dengan cara pekerja atau calon pekerja ditempatkan dalam kondisi
pekerjaan yang sebenarnya, dibawah bimbingan dan pengawasan dari pegawai yang
telah bepengalaman atau seorang supervisor.
Off the job training atau pelatihan
di luar kerja adalah pelatihan yang berlangsung pada waktu karyawan yang
dilatih tidak melaksanakan pekerjaan rutin/biasa.
Persamaan On The Job Training Dan Off
The Job Training
v Dilakukan
untuk mengembangkan kemampuan karyawan agar memiliki kecakapan yang menunjang
pekerjaannya.
v Dilakukan
untuk meningkatkan kinerja/prestise serta meningkatkan kinerja suatu
perusahaan. Dilakukan oleh instansi atau perusahaan
B.
Saran.
Maka dari itu penulis berharap agar dalam pembahasan
mendukung pentingnya pembahasan tentang “on the job training dam off the job
training” mengetahui tentang metode training yang benar dan bagaimana sikap
kita dalam menjalankan agar kita bisa mengambil pelajarannya.
Namun bagaimanapun juga dalam tugas makalah terbimbing
ini penulis sadar bahwa masih banyak kurang disana sini,maka besar harapan dari
para pembaca untuk memperbaiki dengan berbagai saran dan masukan bagi penulis
agar lebih baik di kemudian harinya dalam menulis makalah.
DAFTAR PUSTAKA
Ø Manajemen Sumber Daya Manusia, Gary Dessler, PT indeks,
Jakarta (2003).
Ø Manajemen Sumber Daya Manusia, Wilson Bangun, Erlangga,
Jakarta (2012).
Ø Manajemen Sumber Daya Manusia, Henry Simamora, STIEYKPM,
Jakarta (2004).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar