Jumat, 12 Juni 2015

Tugas kelompok 8

Metode Training
(On The Job Training And Off The Job Training)

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Dalam Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia
Dosen Pengempu : Tontowi Jauhari S.Ag. MM

 

Disusun Oleh :

  1. Erpan Stiawan   1341030018
                                            2.  Maria Ulfa          1341030046





FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DA’WAH
KAMPUS INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2015

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah........................................................................................ 1
B.     Rumusan masalah................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian On The Job Training dan Off The Job Training................................. 2
B.     Teknik metode On The Job Training dan Off The Job Training.......................... 2
C.     Tujuan On The Job Training dan Off The Job Training....................................... 3
D.    Ciri-ciri On The Job Training dan Off The Job Training...................................... 4
E.     Persamaan On The Job Training dan Off The Job Training ................................ 4
F.      Perbedaan On The Job Training dan Off The Job Training................................. 5
G.    Mamfaat On The Job Training............................................................................. 5
H.    Kelemahan On The Job Training.......................................................................... 5
I.       Kungulan Off The Job Training........................................................................... 6
J.       Kelemahan Off The Job Training......................................................................... 7
BAB III PENUTUP
Kesimpulan dan Saran............................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 9


                                                                                                                                                    

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “On The Job Training and Off The Job Training ”. Makalah ini diajukan guna memenuhi nilai mata kuliah “Manajemen Sumber Daya Manusia” . Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari dalam makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat dan menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.


                                                                                         Bandarlampung,2015


                                                                                                   Penulis



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang.
Ada beberapa metode yang digunakan perusahaan untuk menyampaikan pelatihan di sini ada hal yang paling popular adalah on the job dan off the job. Pelatihan (training) adalah serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keahlian, pengetahuan, pengalaman, ataupun perubahan sikap seseorang. Terdapat dua macam metode pelatihan yaitu on the job dan off the job. Teknik-teknik dalam on the job lebih sering digunakan untuk pelatihan. Sedangkan teknik-teknik dalam off the job lebih sering digunakan untuk pengembangan. Pengembangan merupakan sebagai penyiapan individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda  atau yang lebih tinggi dalam organisasi. Pengembangan biasanya berkaitan dengan peningkatan kemampuan intelektual atau emosional untuk melakukan pekerjaan lebih baik.

B.     Rumusan masalah.
1.      Apa yang dimaksud dengan On The Job Training dan Off The Job Training ?
2.      Apa persamaan On The Job Trining dan Off The Job Training ?
3.      apakah metode training ini dipakai oleh organisasi yang ada sekarang ?







BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian On The  Job Training dan Off  The Job
On the job training adalah suatu proses yang terorganisasi untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, kebiasaan kerja dan sikap karyawan. Dengan kata lain on the job training adalah pelatihan dengan cara pekerja atau calon pekerja ditempatkan dalam kondisi pekerjaan yang sebenarnya, dibawah bimbingan dan pengawasan dari pegawai yang telah bepengalaman atau seorang supervisor.[1]
Off the job training atau pelatihan di luar kerja adalah pelatihan yang berlangsung pada waktu karyawan yang dilatih tidak melaksanakan pekerjaan rutin/biasa.

B.     Teknik  Metode On The Job Training dan Off The Job Training.[2]
*      On The Job Training.
Ø  Rotasi pekerjaan ( job rotation), merupakan pemindahan pekerjaan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya dalam organisasi, sehingga dapat menambah pengetahuan dan pengalaman tenaga kerja.
Ø  Penugasan yang di rencanakan, menugaskan tenaga kerja untuk mengembangkan kemampuan dan pengalamannya tentang pekerjaannya.
Ø  Pembimbing, pelatihan tenaga kerja langsung oleh atasannya.
Ø  Pelatihan posisi, tenaga kerja yang dilatih untuk dapat mendudukin suatu posisi tertentu.
*      Off The Job Training.
Ø  Business Games, peserta dilatih dengan memecahkan suatu masalah, sehingga para peserta dapat belajar dari masalah yang sudah pernah terjadi pada suatu perusahaan tertentu. Metode ini bertujuan agar para peserta latihan dapat dengan lebih baik dalam pengambilan keputusan dan cara mengelola operasional perusahaan dengan baik.
Ø   Vestibule School, tenaga kerja dilatih dengan mengunakan peralatan yang sebenarnya dan sistem pengaturan sesuai dengan yang sebenarnya tetapi dilaksanakan diluar perusahaan.
Ø  Case Study, dimana peserta dilatih untuk mencari penyebab timbulnya suatu masalah, kemudian dapat memecahkan masalah tersebuh. Pemecahan masalah dapat dilakuan secara individual atau kelompok atas masalah-masalah yang ditentukan.

C.    Tujuan On The Job Training dan Off The Job Training
Ø   On The Job Training :
ü  Memperoleh pengalaman langsung (bagi karyawan baru) mengenal jenis pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan.
ü  Mengamati secara langsung apa yang menjadi tanggung jawabnya, melihat apa yang harus dikerjakan, mempu menunjukkan apa yang dikerjakan (salah dan benar) kemudian mampu menjelaskan tentang apa yang dikerjakan.
ü  Meningkatkan kemampuan dan keterampila dengan jelas, mengamati, melihat, dan mengerjakan sendiri dibawah bimbingan supervisor.
ü  Meningkatkan kecpatan menyelesaikan suatu pekerjaan dengan mengulang-ulang jenis pekerjaan yang sama disertai kepercayaan diri.
ü  Meningkatkan diri mulai dari tingkat dasar, terampil dan akhirnya menjadi mahir.
Ø  Off The Job Training                        
ü  Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan
ü  Lebih memfokuskan pada pengalaman belajar.
ü  Mempunyai kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan karyawan lainnya dari luar lingkungan unit kerjanya.
ü  Mendapatkan ide-ide baru yang dapat dibawa kembali ketempat kerjanya.
ü  Memperoleh wawasan yang lebih luas.
D.     Ciri-Ciri On The Job Training dan Off The Job Training
Ø  On the job training :
*      Dilaksanakan di tempat kerja.
*      Dilaksanakan pada setiap karyawan baru pindah kebagian lain (mutasi), yang berganti tugas dan tanggung jawabnya, karyawan yang menunjukkan prestasi kurang baik dalam pekerjaannya.
*      Dilaksanakan untuk memberikan kecakapan yang diperlukan dalam pekerjaan tertentu sesuai dengan tuntutan kemampuan bagi pekerjaan tersebut sebagai alat untuk menaikkan jabatan.
*      Pengetahuan/keterampilan berupa pengalaman (praktik langsung).
*      Dilaksanakan secara individual.
*      Biaya relatif kecil
Ø  off the job training :
*      Dilaksanakan dalam suatu ruangan/kelas (diluar tempat kerja) atau dilaksanakan pada lokasi terpisah dengan tempat kerja.
*      Dilaksanakan pada karyawan yang bekerja tetap untuk mengembangkan diri dan pengembangan karir.
*      Dipergunakan apabila banyak pekerja yang harus dilatih dengan cepat seperti halnya dalam penguasaan pekerjaan.
*      Pengetahuan/keterampilan berupa konsep.
*      Dilaksakansecara kelompok.
*      Biaya relatif besar

E.     Persamaan On The Job Training Dan Off The Job Training
v  Dilakukan untuk mengembangkan kemampuan karyawan agar memiliki kecakapan yang menunjang pekerjaannya.
v  Dilakukan untuk meningkatkan kinerja/prestise serta meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Dilakukan oleh instansi atau perusahaan


F.     Perbedaan On The Job Training Dan Off The Job Training
§  Sasaran On the job training dilakukan secara individual sedangkan off the job training dilakukan secara kelompok.
§  On the job training dilakukan di tempat kerja sedangkan Offthe job training dilakukan pada lokasi terpisah dengan tempat kerja.
§  Pada on the job training berupa pengalaman langsung(praktek), sedangkan off the job training berupa pengetahuan/ keterampilan yang diperoleh berupa konsep.

G.    Mamfaat On The Job Training.[3]
o   Karyawan melakukan pekerjaan yang sesungguhnya, bukan tugas yang disimulasikan.
o   Karyawan menerima instruksi dari karyawan senior atau penyelia yang berpengalaman yang telah melaksanakan tugas dangan baik.
o   Pelatihan dilaksanakan didalam lingkungan kerja yang sesungguhnya, dibawah kondisi normal dan tidak membutuhkan fasilitas pelatihan khusus.
o   Pelatihannya informal, relatif tidak mahal, dan mudah dijadwalkan.
o   Pelatihan dapat membina perhubungan kerja sama antara karyawan dan pelatihan.
o   Program ini sangat relavan dengan pekerjaan, memakan biaya tunai yang relatif rendah, dan membantu memotivasi kenerja yang kuat.

H.    Kelemahan On The Job Training.
o   Pelatihan mungkin tidak termotivasi untuk melatih atau mengemban tanggung jawab atas pelatihan sehingga pelatihan menjadi serampangan.
o   Pelatihan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik, namun kurang memiliki kemampuan dalm melatih orang lain agar dapat menunaikan pekerjaan dengan baik.
o   Pelatihan barang kali tidak memiliki waktu untuk melatih dan menghapuskan elemen yang penting dari proses pelatihan.
o   Karyawan yang tidak terlatih dapat menimbulkan dampak negatif pada pekerjaan dan kinerja organisasional; sebagi contoh, agen tiket pesawat udara yang mendapat on the job training mungkin mengembalikan uang kembalian yang terlampau besar, tidak mengurus tiket pelanggan secara benar, atau terlampau lama dalam memproses reservasi sehingga mengakibatkan kerugian pada pendapatan maskapai penerbangan tersebut.

I.       Keunggulan Off The Job Training.
·         Biaya pelatihan yang efesien karena kelompok, dan bukannya individu, yang biasanya dilatih.
·         Pelatihan biasanya instruktur purna waktu atau staf pelatih, kemungkinan lebih merupakan pelatihan yang kompeten ketimbang on the job training yang biasanya hanya mengorbankan sebagian kecil waktunya untuk melatih.
·          Kursus dan seminar yang off Sit memampukan prusahaan kecil dengan sumber daya yang terbatas untuk melatih karyawan tampa mengeluarkan biaya yang mahal untuk staf pelatih dan pasilitas pelatihan.
·         Membuka wawasan karyawan terhadap perusahaan lain sering memberdayakan peserta untuk mempelajari metode dan teknik baru disamping materi yang disajikan selama program.
·         Memindahkan pelatihan dari pekerjaan memampuakan karyawan berkonsentrasi untuk mempelajari keahlian dan sikap baru tanpa harus sekaigus mengkhawatirkan peaksanaan pekerjaan. Program ini juga mengurangi resiko bagi organisasi untuk mengkaryakan karyawan yang tidak memiliki pengetahuan yang tidak memadai.




J.      Kelemahan Off The Job Training.
·         Para karyawan yang mengikuti Off The Job Training tidak melakukan pekerjaan mereka. Ini merupakan tambahan biaya pelatihan, meskipun dalam jangka panjang mamfaat pelatihan akan melebihi biayanya.
·         Barangkai kekurangan terbesar dari tipe pelatihan ini adalah masalah “transper pembelajaran (transper of training).” Kadang-kadang off the jpb training bersifat teoritis dan mempunyai nilai praktis yang terbatas bagi peserta, khusunya pada saat peatihan diadakan jauh dari organisasi. Karena tidaklah mungkin bagi pelatih untuk membiasakan khursus pada setiap partisipan. Program off the job training normalnya berisi apikasi yang terbatas pada masalah dan situasi khusus trainee.




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan.
On the job training adalah suatu proses yang terorganisasi untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, kebiasaan kerja dan sikap karyawan. Dengan kata lain on the job training adalah pelatihan dengan cara pekerja atau calon pekerja ditempatkan dalam kondisi pekerjaan yang sebenarnya, dibawah bimbingan dan pengawasan dari pegawai yang telah bepengalaman atau seorang supervisor.
Off the job training atau pelatihan di luar kerja adalah pelatihan yang berlangsung pada waktu karyawan yang dilatih tidak melaksanakan pekerjaan rutin/biasa.
Persamaan On The Job Training Dan Off The Job Training
v  Dilakukan untuk mengembangkan kemampuan karyawan agar memiliki kecakapan yang menunjang pekerjaannya.
v  Dilakukan untuk meningkatkan kinerja/prestise serta meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Dilakukan oleh instansi atau perusahaan

B.     Saran.
Maka dari itu penulis berharap agar dalam pembahasan mendukung pentingnya pembahasan tentang “on the job training dam off the job training” mengetahui tentang metode training yang benar dan bagaimana sikap kita dalam menjalankan agar kita bisa mengambil pelajarannya.
Namun bagaimanapun juga dalam tugas makalah terbimbing ini penulis sadar bahwa masih banyak kurang disana sini,maka besar harapan dari para pembaca untuk memperbaiki dengan berbagai saran dan masukan bagi penulis agar lebih baik di kemudian harinya dalam menulis makalah.


DAFTAR PUSTAKA

Ø  Manajemen Sumber Daya Manusia, Gary Dessler, PT indeks, Jakarta (2003).
Ø  Manajemen Sumber Daya Manusia, Wilson Bangun, Erlangga, Jakarta (2012).
Ø  Manajemen Sumber Daya Manusia, Henry Simamora, STIEYKPM, Jakarta (2004).


[1]  Gary Dessler, Manajemen Sumber Daya Manusia,(Jakarta:PT Indeks,2003),  H
[2]  Wilson Bangun, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta:Erlangga,2012),  H 210-211.
[3]  Henry Simamora, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta:STIEYKPN,2004), H 317-320.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar