Jumat, 12 Juni 2015



Manajemen Organisasi

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Dalam Mata Kuliah Manajemen Organisasi
Dosen Pengempu : Tontowi Jauhari S.Ag. MM.  



 


Disusun Oleh :

                 Erpan Stiawan          1341030018



FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DA’WAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2014/1015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “struktur organisasi”. Makalah ini diajukan guna memenuhi nilai mata kuliah “manajemen organisasi” . Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari dalam makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat dan menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.


                                                                               Bandarlampung, 2014

                                                         
                                                                                        Penulis






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang masaalah...................................................................................... 1
1.2.Rumusan masalah................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1.Struktur organisasi............................................................................................... 2
2.2.Kegunaan struktur organisasi............................................................................... 8
2.3.Dua model struktur organisasi............................................................................. 10
2.4.Desain atau struktur organisasi yang umum......................................................... 11
BAB III PENUTUP
3.1.Kesimpulan.......................................................................................................... 13
3.2.Saran ................................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 14
 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.
Organisasi bukanlah suatu yang kongkrit, karena organisasi tidak berwujud. Agar organisasi lebih kongkrit, organisasi perlu diberi nama sesuai dengan jenis kegiatan dan tujuan yang akan dicapai, Misalnya : Lembaga Administrasi Negara (LAN), Biro Pusat Statistik (BPS), Kursus Pegawai Administrasi Tingkat Atas (KPAA). IKIP Sanata Dharma, Universitas Gajah Mada, dan sebagainya. Akan tetapi, meski organisasi sudah diberi nama, kebanyakan orang melihat organisasi dari segi bangunan atau gedung sebagai tempat orang-orang (anggota, pegawai, pekerja) melakukan kegiatan organisasi. Agar orang-orang melihat organisasi tidak hanya dari segi gedungnya, maka organisasi (organisasi formal) harus mempunyai struktur. Dengan demikian agar orgaisasi lebih kongkrit, organisasi harus mempunyai nama dan struktur organisasi. Struktur adalah cara bagaimana sesuatu itu disusun. Sesuatu yang ada dalam organisasi adalah pekerjaan-pekerjaan, dan pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi itu saling berhubungan.oleh karena itu struktur bertalian dengan hubungan-hubungan pekerjaan yang terdapat dalam organisasi yang relatif pasti. Hubungan yang relatif pasti itu timbul sabagai hasil dari proses pemecahan atas empat masalah yang dilakukan oleh manajer, yaitu, masalah pembagian pekerjaan, departemenisasi, rentang kendali dan pendelegasian kekuasaan.
Definisi yang lain yang cukup sederhana dikemukakan oleh Dalton E.Macfarland yang mengatakan sebagai berikut, : “organization structure wemean the pattern a network of reltionships between the various positions and the positions holders”. Artinya kurang lebih : “struktur organisasi kami artikan sabagai suatu pola jaringan hubungan antara berbagai macam jabatan dan para pemegang jabatan”.  
1.2. Rumusan Masalah.
1.      Apa yang di maksud dengan Struktur Organisasi....?
2.      Apa sajakah desain atau struk organisasi itu....?
3.      Apa kegunaan bagan atau struktur organisasi itu....?
4.      Bagai manakah desain atau struktur organisasi umum iu....?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Struktur Organisasi
Stoner dan Wankell (1986: 243) membatasi bahwa struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antar bagian komponen dan posisi dalam suatu perkumpulan (Organizational structure can defined as the arrangement and interrelationship of the component parts and positions of a company).[1]
Struktur organisasi menspesifikasi pembagian aktivitas kerja dan menunjukan bagaimana fungsi atau aktivitas yang beraneka macam dihubungkan sampai batas tertentu, juga menunjukan tingkat spesialisasi aktivitas kerja.Struktur organisasi juga menunjukan hierarki dan struktur otoritas organisasi serta memperlihatkan hubungan plaporannya.Struktur organisasi memberikan stabilitas dan kontinuitas yang memungkinkan organisasi mempertahankan kedatangan dan kepergian individu serta untuk mengkoordinasi hubungannya dengan lingkungannya.
Struktur organisasi menunjukan susunan hubungan-hubungan antar satuan-satuan organisasi, jabatan-jabatan, tugas-tugas, wewenang dan pertanggung jawaban –kepertanggung jawaban yang ada dalam organisasi. Struktur organisasi dapat digambarkan dalam berbagai macam wujud. Agar lebih jelas, perhatikan contoh struktur dan bagan organisasi di bawah ini.
Suatu perusahaan dipimpin oleh seorang manajer yang dibantu oleh tiga kepala bagian, yaitu, kepala bagian produksi, kepala bagian keuangan, dan kepala bagian personalia.
1)      Kepala bagian produksi dibantu oleh dua orang kepala seksi, yaitu,
- kepala seksi ship A, dan
- kepala seksi ship B.
2)      Kepala bagian keuangan dibantu oleh dua orang kepala seksi, yaitu :
- kepala seksi pembukuan, dan
- kepala seksi verifikasi.
3)      Kepala bagian personalia, dibantu oleh dua orang kepala seksi,yaitu :
- kepala seksi pembinaan personalia,dan
- kepala seksi administrasi personalia.
Struktur organisasi perusahaan tersebut akan tampak jelas, mudah dilihat, mudah dan cepat dibaca serta dimengerti oleh setiap orang bila digambarkan dalam bentuk bagan seperti dibawah ini :[2]

Manager
 


Kabag
Personalia

Kabag
Keuangan

Kabag
Produksi

                                                                                         




Adm
Pemb
Verif
Pemb
Shift B
Shift A
       



Contoh struktur organisasi dari sebuah pabrik tekstil :
1)      Manager (sebagai pucuk pimpinan), dibantu oleh :
a.       Seorang kepala staff, sebagai panasihat manajer. Kepala staff dibantu dua orang ahli, yaitu A dan B.
b.      Seorang kepala divisi produksi yang dibantu oleh tiga orang kepala bagian, yaitu :
1.      kepala bagian pemintalan (spinning department)
2.      kepala bagian pentenunan (weaving department)
3.      kepala bagian penyempurnaan (finishing department)
c.       seorang kepala divisi teknik, yang dibantu oleh empat orang kepala bagian, yaitu :
1.      kepala bagian pemeliharaan (maintenance department)
2.      kepala bagian listrik (electric department)
3.      kepala bagian boiler dan water treatment (boiler and water treatment department)
4.      kepala bagian bengkel (work shop department)
d.      seorang kepala divisi umum, yang dibantu oleh tiga orang kepala bagian, yaitu :
1.      kepala bagian keuangan (financial department)
2.      kepala bagian personalia (personnel department), dan
3.      kepala bagian pemasaran (marketing department).
Gibson dan kawan-kawan (1980) menekankan bahwa struktur bertalian dengan hubungan yang relatif pasti yang terdapat diantara pekerjaan dalam organisasi.hubungan yang pasti tersebut timbul dari proses kebutuhan sebagai berikut :
1.      Pembagaian kerja (division of labor)
2.      Departementalisasi (departementalization)
3.      Rentang kendali (span of control), dan
4.      Delegasi (delegation).

1.      Pembagian kerja (division of labor).
Permasalahan yang berhubungan dengan pembagian kerja bertalian dengan sampai seberapa jauh pekerjaan dispesialisasi.seluruh pekerjaan dispesialisasi sampai suatu tingkat dan kemampuan untuk membagi pekerjaan diantara pemegang pekerjaan.
Berikut ini keuntungan yang diperoleh atas adanya spesialisasi perkerjaan.
a.       Apabila suatu pekerjaan terdiri atas sedikit tugas,manjemen mudah memberikan peletihan pengantinya bagi bawahan diberhentikan, dimutasikan, atau mangkir,aktivitas pelatihan yang minimum akan memerlukan alokasi biaya pelatihan yang rendah.
b.      Apabila suatu pekerjaan hanya memerlukan tugas yang sedikit jumlahnya,bahwahan dapat menjadi ahli dalam melaksanakan tugas tersebut.keahlihan yang tinggi akan menghasilkan keluaran yang lebih baik.

2.      Departementalisasi (departementalization)
Proses penentuan deretan dan kedalaman pekerjaan indivdual adalah bersifat analitis,yaitu jumlah tugas organisasi dipecah-pecaah kedalam beberapa tugas yang lebih kecil yang berurutan.selanjutna,tugas yang dibagi harus digabungkan kedalam kelompok.proses penggabungan pekerjaan kedalam kelompok dinamakan departementalisasi,dan permasalahan manajerial yang muncul adalah memilih sesuatu dasar bagi penggabungan pekerjaan tersebut.
a.       Departementalisasi fungsional.
Pengelompokan pekerjaan dilakukan menurut fungsi organisasi.fungsi yang ada bergantung pada motif organisasi,misalnya organisasi bisnis,jasa,dan sebagainya.
Beberapa organisasi lebih sering mengunakan dasar fungsional,karena penampilannya yang mudah dipahami orang,yaitu tampaknya logis apabila organisasi memiliki departemen yang terdiri atas para ahli dalam bidang khusus,seperti produksi atau pemasaran.dengan memiliki departemen dari para ahli,manajemen menciptakan secara teoritis unit yang paling efisien yang mungkin diciptakan.
b.      Departementalisasi teritorial.
Hal ini dilakukan dengan cara pembentukan kelompok atas dasar bidang georafis.logikanya adalah semua aktivitas dalam daerah tertentu seharusnya ditugaskan kepada seorang manajer.manajer tersebut akan bertugas melaksanakan seluruh oprasi dalam bidang geografis tertentu.
Salah satu keuntungan dari pengelompokan ini adalah akan memberikan dasar pelatihan bagi tenaga manajerial.organisasi dapat memberikan pelatihan kepada para manajer didaerah.menajer kemudian menilai program dan kemajuan daerah dan memberikan pandangan yang sangat berharga agar produk atau jasa diterima dilapangan.
c.       Departementalisasi produk.
Pada organisasi bisnis besar ang produknya beraneka ragam,aktivitas dan bawahanna dikelompokan atas dasar produk.karena organisasi berkembang,sulit bagi perusahaan mengkoordinasikan bermacam departemen fungsional yang dipandang menguntungkan untuk menetapkan unit produk.bentuk organisasi ini memungkinkan bawahan untuk mengembangkan seluruh keahlihannya dalam penelitian,membuat,dan mendistribusikan suatu lini produk.sentralisasi otoritas,tanggung jawab,dan tanggung gugat dalam departemen produk tertentu memungkinkan manajemen mengkoordinasikan aktivitas.
d.      Departemen pelanggan.
Departemen pelanggan dilakukan dengan cara pembentukan kelompok atas dasar pelanggan.misalnya,struktur organisasi dari lembaga pendidikan,departemen pinjaman bank komersial,toko serba ada atau pasar swalayan,dan sebagainya.
3.      Permasalahan rentang kendali (span of control)
Pada umumnya,permasalahan rentang kendali akan sama dengan keputusan mengenai berapakah bawahan yang dapat dikendalikan oleh seorang manajer.Artinya,apakah organisasi akan lebih efektif apabila rentang kendali tersebut relatif luas atau sempit? Pertanyaan tersebut pada dasarnya menangkut penentuan jumlah aktivitas antar pribadi yang dapat ditangani oleh seorang menejer departemen.selain itu,rentang kendali harus ditentukan untuk mencangkup bukan saja bawahan yang ditugaskan secara formal,tetapi juga mereka yang berhubungan dengan manajer.
4.      Delegasi kekuasaan (Delegation of authority)
Permasalahan delegasi kekuasaan bertalian dengan keuntungan relatif dari desentralisasi,yaitu delegasi kekuasaan sampai pada tingkat paling rendah dalam hierarki manajeral.konsep desentralisasi tidak berkenaan dengan penyebaran georafis dari unit-unit organisasi yang terpisah tapi konsepna tersebut berhubungan dengan hal yang didelegasikan kepada manajer untuk mengambil keputusan tanpa persetujuan dari manajemen ang lebih tinggi.dalam beberapa segi,konsep tersebut berhubungan dengan pengaruh yang dimiliki oleh seseorang karena karakteristik pribadinya.
Mintzberg (1983:304) mengemukakan bahwa setiap organisasi memiliki lima bagian dasar sebagai berikut :
1.      The operating core.
Para karyawan yang melaksanakan pekerjaan dasar yang berhubungan dengan produksi dari produksi dan jasa.

2.      The strategi apex.
Manajer puncak yang diberi tanggung jawab keseluruhan untuk organisasi yang bersangkutan.
3.      The middle line.
Para menajer ang menjadi penghubung operating core dengan strategic apex.
4.      The technostructure.
Para analisis yang memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan bentuk standardisasi tertentu dalam organisasi.
5.      The support staff.
Orang yang mengisi unit staf,yang memberi jasa pendukung tidak langsung kepada organisasi.
Dalam struktur organisasi pun terdapat elemen yang perlu dianalisis.stoner dan wan kell (1986) mengemukakan adanya lima elemen yang berguna untuk menganalisis struktur organisasi sebagai berikut.
a.       Spesialisasi aktivitas (specialization of activities)
Spesialisasi aktivitas mengacu pada spesifikasi tugas invidual dan kelompok kerja diseluruh organisasi (pembagian kerja) dan penatuan tugas tersebut kedalam unit kerja.
b.      Standardisasi aktivitas (standardization of activities)
Standardisasi aktivitas merupakan prosedur yang digunakan organisasi untuk menjamin kelayak dugaan (predictability) aktivitasnya. Menstandardisasi berarti menjadikan seragam dan konsisten.para manajer mengunakan deskripsi pekerjaan,instruksi pelaksanaan,peraturan,dan ketetapan untuk menstandarisasi pekerjaan bawahan.melalui sistem perencanaan dan pengendalian formal para manajer berusaha menstandarisasi keluaran organisasi.
c.       Koordinasi aktivitas (coordination of activities).
Koordinasi aktivitas adalah prosedur yang memadukan fungsi subunit dalam organisasi.mekanisme standarisasi memudahkan mengkoordinasian aktifitas khususnya dalam organisasi yang tidak memiliki pola rumit.
d.      Sentralisasi dan desentralisasi pengambilan keputusan (centralization and decentralization of decision making)
Sentralisasi dan disentralisasi pengambilan keputusan mengacu kepada lokasi pengambilan keputusan.dalam struktur organisasi yang disentralisasi, keputusan diambil pada tingkat tinggi atau oleh manajer puncak,atau bahkan oleh seseorang saja.dalam struktur yang didesentralisasikan,gaya pengambilan keputusan dibagi diantara para bawahan pada hierarki manajemen menengah dan bawahan.
e.       Ukuran unit kerja (size of the work unit)
Ukuran unit kerja mengacau pada jumlah bawahan dalam suatu kelompok kerja.
Untuk memperlihatkan struktur organisasi,menajer biasanya menyusun suatu bagan organisasi yang menggambarkan diagram fungsi,departemen,atau jabatan.dalam organisasi dan menunjukan hubungannya satu dengan yang lain.bagan organisasi tersebut mengambarkan lima aspek struktur organisasi yang utama.yaitu :
1.      Pembagian kerja (the division of work).
2.      Manajer dan bawahan (managers and subordinates)
3.      Tipe pekerjaan yang dilaksanakan (the type of work being performed)
4.      Pengelompokan bagian pekerjaan (the grouping of work segment)
5.      Level manajemen (the level of management)
Keunggulan (advantage) bagan organisasi adalah bahwa para bawahan memiliki gambaran tentang bagai mana organisasi distrukturkan (manajer,bawah
Bawahandan tangung jawab digambarkan). Selain itu,apabila seseorang diperlukan untuk menangani permasalahan spesifik,bagan tersebut menunjukan tempat menemukan orang yang bersangkutan.juga proses penyusunan bagan memungkinkan para manajer untuk mengindentifikasi kelemahan organisasi. misalnya, sumber komflik yang potensial atau tempat dimana terdapat duplikasi yang tidak perlu. sedangkan salah satu kelemahan bagan organisasi yang utama adalah bahwa terdapat banyak hal yang samar atau tidak terlihat.
2.2. Kegunaan Struktur Organisasi.
Dengan menggambarkan struktur organisasi dalam suatu bagan maka akan dapat diperoleh beberapa gambaran sebagai berikut :
1.      Dapat diketahui bentuk organisasi yang bersangkutan, misalnya :
a.       Bentuk jamak, apabila pimpinan organisasi itu dipegang oleh beberapa orang (Dewan Direksi).
b.      Bentuk tunggal, apabila pimpinan ada ditangan satu orang.
c.       Bentuk staff.
d.      Bentuk lini/garis.
e.       Bentuk fungsional.
f.       Bentuk staff dan garis.
g.      Bentuk staff dan fungsi.
h.      Bentuk staff fungsi.
i.        Bentuk fungsi daan lini.
j.        Bentuk staff, lini dan fungsi.
2.      Dapat diketahui besarnya organisasi yang bersangkutan, termasuk jenjang organisasi atau tingkat-tingkat satuan organisasi yang ada didalam organisasi.
3.      Dapat diketahui saluran perintah, wewenang dan tanggung jawab dari pucuk pimpinan sampai satuan organisasi ang paling bawah, dan sebaliknya.
4.      Dapat diketahui berbagai saluran hubungan yang ada diantara satuan-satuan organisasi.
5.      Dapat diketahui perincian tugas dari setiap satuan organisasi.
6.      Dapat diketahui batas-batas wewenang dari masing-masing satuan organisasi.
7.      Dapat diketahui jumlah pejabat yang ada didalam organisasi.
8.      Dapat diketahui nama dari masing-masing jabatan yang ada didalam organisasi.
9.      Dapat diketahui nama dari masing –masing pejabat apabila bagan organisasi itu bagan organisasi nama.
10.  Dapat diketahui pangkat dan golongan dari masing-masing pejabat, apabila bagan organisasi isinya menunjukkan pangkat dan golongan dari masing-masing pejabat yang ada didalam organisasi.
11.  Dapat diketahui photo dari masing-masing pejabat, apabila bagan organisasi bagan organisasi photo.
12.  Dapat dipergunakan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang organisasi.
13.  Dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengetahui apakah organisasi tersebut benar-benar menjalankan azas-azas atau prinsip-prinsip organisasi yang telah ditetapkan.
14.   Bagan organisasi penting bagi para pegawai karena bagan organisasi dapat memberikan petunjuk kedudukan pegawai tersebut dalam organisasi.
15.  Dapat memberikan motivasi kepada para pegawai atas kemungkinan untuk dapat menduduki suatu jabatan dalam organisasi, karena melalui bagan organisasi para pegawai dapat mengetahui berbagai macam dan tingakat jabatan dalam organisasi.
2.3.  Dua model Struktur organisasi.
1.      Organisasi mekanistik
Organisasi mekanistik merupakan struktur yang kaku dan terkontrol ketat yang dicirikan dengan spesialisasi yang tinggi, departementalisasi yang kaku, rentang pengendalian yang sempit, formalisasi yang tinggi, jaringan informasi yang terbatas (biasanya komunikasi arah-bawah), dan sedikit pastisipasi dalam pengambilan keputusan oleh para pekerja level bawah.[3]
Struktur organisasi mekanistik menuntut efesiensi dan sangat bertumpu pada aturan, regulasi, tugas-tugas terstandardisasi, dan pengendalian yang seragam. Desain ini berupaya meminimalkan dampak dari kepribadian, penilaian, dan ambiguitas yang beragam karena sifat-sifat dasar manusia ini dipandang sabagai hal yang inefisien dan inkonsisten. Meskipun tidak ada organisasi yang benar-benar mekanistik, hampir seluruh perusahaan besar memiliki sebagian dari karakteristik mekanistik ini.
·         Spesialisasi tinggi.
·         Departementalisasi kaku
·         Rantai komando jelas.
·         Rantai kendali sempit.
·         Sentralisasi.
·         Formalisasi tinggi.

2.      Organisasi organik.
Orgnanisasi organik yaitu suatu struktur yang amat adaptif dan fleksibel. Organisasi organik bisa jadi memiliki pekerjaan terspesialisasi, namun pekerjaan tersebut tidak terstandarisasi dan bisa berubah sesuai dengan kebutuhan. Tugas-tugas organisasi sering kali dikelola dalam tim pekerjaan. Para pekerja sangat telatih dan diberdayakan untuk menangani beragam permasalahan dan aktivitas, dan mereka hanya membutuhkan aturan formal yang minimal serta sedikit pengawasan langsung.
·         Tim lintas fungsional.
·         Tim lintas hierarkis.
·         Informasi mengalir bebas.
·         Rentang kendali yang luas.
·         Desentralisasi.
·         Formalisasi rendah.
2.4. Desain atau struktur organisasi yang umum.
1.      Tradisional.
a.       Struktur simpel.
·      Kekuatan : cepat; fleksibel; pemeliharaannya hemat; akuntabilitasnya jelas.
·      Kelemahan : kurang layak ketika organisasinya berkembang; bertumpu kepada suatu orang saja terlalu beresiko.
b.      Struktur fungsional.
·      Kekuatan : keungulan penghematan biaya dari spesialisasi (skala ekonomis, duplikasi minimal dari personel dan peralatan); para pekerja dikelompokan kedalam pembagian tugas kerja yang sejenis.
·      Kelemahan : mengejar sasaran fungsional bisa mengakibatkan menajer kehilangan arah tentang apa yang terbaik bagi organisasi secara keseluruhan; spesialisasi struktur menjadi terisolasi dan hanya memiliki sedikit pemahaman tentang apa yang dikerjakan unit organisasi lainnya.
c.       Struktur divisional.
·      Kekuatan : berfokus pada hasil –manajer divisi bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada produk dan layanannya.
·      Kelemahan :duplikasi aktivitas dan sumber daya akan menambah biaya dan mengurangi efesiensi.
2.      Kontemporer.
a.       Struktur Tim.
·           Apa itu : Struktur dimana keseluruhan organisasi terdiri dari kelompok atau tim kerja.
·           Keunggulan : Pekerja merasa lebih terlibat dan diberdayakan. Mengurangi hambatan diantara bidang-bidang fungsional.
·           Kekurangan : Tidak ada rantai komando yang jelas. Tekanan diberikan kepada masing-masing tim dalam berkinerja.
b.      Struktur proyek-matriks.
·           Apa itu : Matriks merupakan struktur yang menugaskan para spesialis dari berbagai bidang fungsional untuk bekerja dalam proyek tetapi akan kembali kebidang mereka setelah proyek tersebut rampung. Proyek merupakan struktur dimana para pekerja secara kontinu memberikan konstribusi dalam proyek. Begitu satu proyek telah selesai, para pekerja berahli keproyek berikutnya.
·           Keunggulan : Desain luwes dan pleksibel yang dapat merespon perubahan lingkungan. Pengambilan keputusan lebih ceepat.
·           Kekurangan : Rumitnya menugaskan orang-orang kedalam proyek. Rawannya terjadi komflik pekerjaan dan kepribadian.
c.       Struktur tampa-batas.
·           Apa itu : struktur yang tidak didefinisikan atau terbatas pada batas-batas hrizontal, vertikal, atau eksternal yang artifisial; meliputi jenis-jenis organisasi maya (virtual) dan jaringan (network)
·           Keunggulan : sangat fleksibel dan responsif. Mendayagunakan bakat-bakat yang ada.
·           Kekurangan : kurangnya kendali, sulitnya komunikasi.




BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan.
 Jadi yang dimaksud dengan struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antar bagian komponen dan posisi dalam suatu perkumpulan (Organizational structure can defined as the arrangement and interrelationship of the component parts and positions of a company). Struktur organisasi menspesifikasi pembagian aktivitas kerja dan menunjukan bagaimana fungsi atau aktivitas yang beraneka macam dihubungkan sampai batas tertentu, juga menunjukan tingkat spesialisasi aktivitas kerja.
Struktur organisasi menunjukan susunan hubungan-hubungan antar satuan-satuan organisasi, jabatan-jabatan, tugas-tugas, wewenang dan pertanggung jawaban –kepertanggung jawaban yang ada dalam organisasi.
3.2. Saran.
Maka dari itu penulis berharap agar dalam pembahasan mendukung pentingnya pembahasan tentang “ struktur organisasi”  untuk mengertahui bagai mana kita bisa menerapkan suatu struktur yang baik didalam berorganisasi agar kita bisa mengambil pelajarannya.
Namun bagaimanapun juga dalam tugas makalah terbimbing ini penulis sadar bahwa masih banyak kurang disana sini,maka besar harapan dari para pembaca untuk memperbaiki dengan berbagai saran dan masukan bagi penulis agar lebih baik di kemudian harinya dalam menulis makalah.



DAFTAR PUSTAKA

ü  Dr. H.B. Siwanto, M.Si. Pengantar Manajemen. PT.Bumi Aksara. Jakarta (2005).
ü  Stephen. P. Robbins. Manajemen. Erlangga. Jakarta (2010).
ü  Drs. Lg. Wursanto. Dasar-dasar ilmu orgnisasi. Andi Offset. Yogyakarta (2002).


[1] Siswanto.pengantar manajemen.jakarta(2005).PT Bumi Aksara. Hal 85
[2] Wursanto. Dasar-dasar ilmu organisasi.yogyakarta(2002). ANDI yogyakarta.hal 110
[3] Stephen P. Robbins.manajemen.jakarta(2010).erlangga.hal 246



Tidak ada komentar:

Posting Komentar