Manajemen Organisasi
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Dalam Mata Kuliah Manajemen Organisasi
Dosen
Pengempu : Tontowi Jauhari S.Ag.
MM.
Disusun Oleh :
Erpan Stiawan 1341030018
FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DA’WAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2014/1015
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan
hidayahNya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “struktur organisasi”. Makalah ini diajukan guna memenuhi nilai
mata kuliah “manajemen organisasi”
. Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami
menyadari dalam makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami
sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca makalah ini. Harapan
kami semoga makalah ini bermanfaat dan menjadikan sumber pengetahuan bagi para
pembaca.
Bandarlampung, 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar
belakang masaalah...................................................................................... 1
1.2.Rumusan
masalah................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1.Struktur organisasi............................................................................................... 2
2.2.Kegunaan
struktur organisasi............................................................................... 8
2.3.Dua
model struktur organisasi............................................................................. 10
2.4.Desain
atau struktur organisasi yang umum......................................................... 11
BAB III PENUTUP
3.1.Kesimpulan.......................................................................................................... 13
3.2.Saran
................................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 14
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.
Organisasi bukanlah suatu yang
kongkrit, karena organisasi tidak berwujud. Agar organisasi lebih kongkrit,
organisasi perlu diberi nama sesuai dengan jenis kegiatan dan tujuan yang akan
dicapai, Misalnya : Lembaga Administrasi Negara (LAN), Biro Pusat Statistik
(BPS), Kursus Pegawai Administrasi Tingkat Atas (KPAA). IKIP Sanata Dharma,
Universitas Gajah Mada, dan sebagainya. Akan tetapi, meski organisasi sudah
diberi nama, kebanyakan orang melihat organisasi dari segi bangunan atau gedung
sebagai tempat orang-orang (anggota, pegawai, pekerja) melakukan kegiatan
organisasi. Agar orang-orang melihat organisasi tidak hanya dari segi
gedungnya, maka organisasi (organisasi formal) harus mempunyai struktur. Dengan
demikian agar orgaisasi lebih kongkrit, organisasi harus mempunyai nama dan
struktur organisasi. Struktur adalah cara bagaimana sesuatu itu disusun.
Sesuatu yang ada dalam organisasi adalah pekerjaan-pekerjaan, dan
pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi itu saling berhubungan.oleh karena itu
struktur bertalian dengan hubungan-hubungan pekerjaan yang terdapat dalam
organisasi yang relatif pasti. Hubungan yang relatif pasti itu timbul sabagai
hasil dari proses pemecahan atas empat masalah yang dilakukan oleh manajer,
yaitu, masalah pembagian pekerjaan, departemenisasi, rentang kendali dan
pendelegasian kekuasaan.
Definisi yang lain yang cukup
sederhana dikemukakan oleh Dalton E.Macfarland yang mengatakan sebagai berikut,
: “organization structure wemean the pattern a network of reltionships
between the various positions and the positions holders”. Artinya kurang
lebih : “struktur organisasi kami artikan sabagai suatu pola jaringan hubungan
antara berbagai macam jabatan dan para pemegang jabatan”.
1.2. Rumusan Masalah.
1. Apa
yang di maksud dengan Struktur Organisasi....?
2. Apa
sajakah desain atau struk organisasi itu....?
3. Apa
kegunaan bagan atau struktur organisasi itu....?
4. Bagai
manakah desain atau struktur organisasi umum iu....?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Struktur Organisasi
Stoner dan Wankell (1986: 243)
membatasi bahwa struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antar bagian
komponen dan posisi dalam suatu perkumpulan (Organizational structure can
defined as the arrangement and interrelationship of the component parts and
positions of a company).[1]
Struktur organisasi menspesifikasi
pembagian aktivitas kerja dan menunjukan bagaimana fungsi atau aktivitas yang
beraneka macam dihubungkan sampai batas tertentu, juga menunjukan tingkat
spesialisasi aktivitas kerja.Struktur organisasi juga menunjukan hierarki dan
struktur otoritas organisasi serta memperlihatkan hubungan plaporannya.Struktur
organisasi memberikan stabilitas dan kontinuitas yang memungkinkan organisasi
mempertahankan kedatangan dan kepergian individu serta untuk mengkoordinasi hubungannya
dengan lingkungannya.
Struktur organisasi menunjukan
susunan hubungan-hubungan antar satuan-satuan organisasi, jabatan-jabatan,
tugas-tugas, wewenang dan pertanggung jawaban –kepertanggung jawaban yang ada
dalam organisasi. Struktur organisasi dapat digambarkan dalam berbagai macam
wujud. Agar lebih jelas, perhatikan contoh struktur dan bagan organisasi di
bawah ini.
Suatu perusahaan dipimpin oleh
seorang manajer yang dibantu oleh tiga kepala bagian, yaitu, kepala bagian
produksi, kepala bagian keuangan, dan kepala bagian personalia.
1) Kepala
bagian produksi dibantu oleh dua orang kepala seksi, yaitu,
- kepala seksi ship A,
dan
- kepala seksi ship B.
2) Kepala
bagian keuangan dibantu oleh dua orang kepala seksi, yaitu :
- kepala seksi
pembukuan, dan
- kepala seksi
verifikasi.
3) Kepala
bagian personalia, dibantu oleh dua orang kepala seksi,yaitu :
- kepala seksi
pembinaan personalia,dan
- kepala seksi
administrasi personalia.
Struktur organisasi perusahaan
tersebut akan tampak jelas, mudah dilihat, mudah dan cepat dibaca serta
dimengerti oleh setiap orang bila digambarkan dalam bentuk bagan seperti
dibawah ini :[2]
|
Manager
|
|
Kabag
Personalia
|
|
Kabag
Keuangan
|
|
Kabag
Produksi
|
|
Adm
|
|
Pemb
|
|
Verif
|
|
Pemb
|
|
Shift B
|
|
Shift A
|
Contoh struktur organisasi dari
sebuah pabrik tekstil :
1) Manager
(sebagai pucuk pimpinan), dibantu oleh :
a.
Seorang kepala
staff, sebagai panasihat manajer. Kepala staff dibantu dua orang ahli, yaitu A
dan B.
b.
Seorang kepala
divisi produksi yang dibantu oleh tiga orang kepala bagian, yaitu :
1. kepala
bagian pemintalan (spinning department)
2. kepala
bagian pentenunan (weaving department)
3. kepala
bagian penyempurnaan (finishing department)
c.
seorang kepala
divisi teknik, yang dibantu oleh empat orang kepala bagian, yaitu :
1. kepala
bagian pemeliharaan (maintenance department)
2. kepala
bagian listrik (electric department)
3. kepala
bagian boiler dan water treatment (boiler and water treatment department)
4. kepala
bagian bengkel (work shop department)
d.
seorang kepala
divisi umum, yang dibantu oleh tiga orang kepala bagian, yaitu :
1. kepala
bagian keuangan (financial department)
2. kepala
bagian personalia (personnel department), dan
3. kepala
bagian pemasaran (marketing department).
Gibson dan kawan-kawan (1980)
menekankan bahwa struktur bertalian dengan hubungan yang relatif pasti yang
terdapat diantara pekerjaan dalam organisasi.hubungan yang pasti tersebut
timbul dari proses kebutuhan sebagai berikut :
1.
Pembagaian kerja
(division of labor)
2.
Departementalisasi
(departementalization)
3.
Rentang kendali
(span of control), dan
4.
Delegasi (delegation).
1. Pembagian
kerja (division of labor).
Permasalahan yang berhubungan
dengan pembagian kerja bertalian dengan sampai seberapa jauh pekerjaan
dispesialisasi.seluruh pekerjaan dispesialisasi sampai suatu tingkat dan
kemampuan untuk membagi pekerjaan diantara pemegang pekerjaan.
Berikut ini
keuntungan yang diperoleh atas adanya spesialisasi perkerjaan.
a. Apabila suatu pekerjaan terdiri atas sedikit
tugas,manjemen mudah memberikan peletihan pengantinya bagi bawahan diberhentikan,
dimutasikan, atau mangkir,aktivitas pelatihan yang minimum akan memerlukan
alokasi biaya pelatihan yang rendah.
b. Apabila suatu pekerjaan hanya memerlukan tugas yang
sedikit jumlahnya,bahwahan dapat menjadi ahli dalam melaksanakan tugas tersebut.keahlihan
yang tinggi akan menghasilkan keluaran yang lebih baik.
2.
Departementalisasi (departementalization)
Proses
penentuan deretan dan kedalaman pekerjaan indivdual adalah bersifat
analitis,yaitu jumlah tugas organisasi dipecah-pecaah kedalam beberapa tugas
yang lebih kecil yang berurutan.selanjutna,tugas yang dibagi harus digabungkan
kedalam kelompok.proses penggabungan pekerjaan kedalam kelompok dinamakan
departementalisasi,dan permasalahan manajerial yang muncul adalah memilih
sesuatu dasar bagi penggabungan pekerjaan tersebut.
a. Departementalisasi fungsional.
Pengelompokan
pekerjaan dilakukan menurut fungsi organisasi.fungsi yang ada bergantung pada
motif organisasi,misalnya organisasi bisnis,jasa,dan sebagainya.
Beberapa
organisasi lebih sering mengunakan dasar fungsional,karena penampilannya yang
mudah dipahami orang,yaitu tampaknya logis apabila organisasi memiliki
departemen yang terdiri atas para ahli dalam bidang khusus,seperti produksi
atau pemasaran.dengan memiliki departemen dari para ahli,manajemen menciptakan
secara teoritis unit yang paling efisien yang mungkin diciptakan.
b. Departementalisasi teritorial.
Hal ini
dilakukan dengan cara pembentukan kelompok atas dasar bidang georafis.logikanya
adalah semua aktivitas dalam daerah tertentu seharusnya ditugaskan kepada
seorang manajer.manajer tersebut akan bertugas melaksanakan seluruh oprasi
dalam bidang geografis tertentu.
Salah satu
keuntungan dari pengelompokan ini adalah akan memberikan dasar pelatihan bagi
tenaga manajerial.organisasi dapat memberikan pelatihan kepada para manajer
didaerah.menajer kemudian menilai program dan kemajuan daerah dan memberikan
pandangan yang sangat berharga agar produk atau jasa diterima dilapangan.
c. Departementalisasi produk.
Pada
organisasi bisnis besar ang produknya beraneka ragam,aktivitas dan bawahanna
dikelompokan atas dasar produk.karena organisasi berkembang,sulit bagi
perusahaan mengkoordinasikan bermacam departemen fungsional yang dipandang
menguntungkan untuk menetapkan unit produk.bentuk organisasi ini memungkinkan
bawahan untuk mengembangkan seluruh keahlihannya dalam penelitian,membuat,dan
mendistribusikan suatu lini produk.sentralisasi otoritas,tanggung jawab,dan
tanggung gugat dalam departemen produk tertentu memungkinkan manajemen
mengkoordinasikan aktivitas.
d. Departemen pelanggan.
Departemen
pelanggan dilakukan dengan cara pembentukan kelompok atas dasar
pelanggan.misalnya,struktur organisasi dari lembaga pendidikan,departemen
pinjaman bank komersial,toko serba ada atau pasar swalayan,dan sebagainya.
3.
Permasalahan rentang kendali (span of control)
Pada
umumnya,permasalahan rentang kendali akan sama dengan keputusan mengenai
berapakah bawahan yang dapat dikendalikan oleh seorang manajer.Artinya,apakah
organisasi akan lebih efektif apabila rentang kendali tersebut relatif luas
atau sempit? Pertanyaan tersebut pada dasarnya menangkut penentuan jumlah
aktivitas antar pribadi yang dapat ditangani oleh seorang menejer
departemen.selain itu,rentang kendali harus ditentukan untuk mencangkup bukan
saja bawahan yang ditugaskan secara formal,tetapi juga mereka yang berhubungan
dengan manajer.
4. Delegasi kekuasaan (Delegation of authority)
Permasalahan
delegasi kekuasaan bertalian dengan keuntungan relatif dari
desentralisasi,yaitu delegasi kekuasaan sampai pada tingkat paling rendah dalam
hierarki manajeral.konsep desentralisasi tidak berkenaan dengan penyebaran
georafis dari unit-unit organisasi yang terpisah tapi konsepna tersebut
berhubungan dengan hal yang didelegasikan kepada manajer untuk mengambil keputusan
tanpa persetujuan dari manajemen ang lebih tinggi.dalam beberapa segi,konsep
tersebut berhubungan dengan pengaruh yang dimiliki oleh seseorang karena
karakteristik pribadinya.
Mintzberg
(1983:304) mengemukakan bahwa setiap organisasi memiliki lima bagian dasar
sebagai berikut :
1.
The operating core.
Para karyawan
yang melaksanakan pekerjaan dasar yang berhubungan dengan produksi dari
produksi dan jasa.
2.
The strategi apex.
Manajer puncak
yang diberi tanggung jawab keseluruhan untuk organisasi yang bersangkutan.
3.
The middle line.
Para menajer
ang menjadi penghubung operating core dengan strategic apex.
4.
The technostructure.
Para analisis
yang memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan bentuk standardisasi tertentu
dalam organisasi.
5.
The support staff.
Orang yang
mengisi unit staf,yang memberi jasa pendukung tidak langsung kepada organisasi.
Dalam struktur
organisasi pun terdapat elemen yang perlu dianalisis.stoner dan wan kell (1986)
mengemukakan adanya lima elemen yang berguna untuk menganalisis struktur
organisasi sebagai berikut.
a.
Spesialisasi aktivitas (specialization of activities)
Spesialisasi
aktivitas mengacu pada spesifikasi tugas invidual dan kelompok kerja diseluruh
organisasi (pembagian kerja) dan penatuan tugas tersebut kedalam unit kerja.
b.
Standardisasi aktivitas (standardization of activities)
Standardisasi
aktivitas merupakan prosedur yang digunakan organisasi untuk menjamin kelayak
dugaan (predictability) aktivitasnya. Menstandardisasi berarti menjadikan seragam
dan konsisten.para manajer mengunakan deskripsi pekerjaan,instruksi
pelaksanaan,peraturan,dan ketetapan untuk menstandarisasi pekerjaan
bawahan.melalui sistem perencanaan dan pengendalian formal para manajer
berusaha menstandarisasi keluaran organisasi.
c.
Koordinasi aktivitas (coordination of activities).
Koordinasi
aktivitas adalah prosedur yang memadukan fungsi subunit dalam
organisasi.mekanisme standarisasi memudahkan mengkoordinasian aktifitas
khususnya dalam organisasi yang tidak memiliki pola rumit.
d.
Sentralisasi dan desentralisasi pengambilan keputusan (centralization
and decentralization of decision making)
Sentralisasi
dan disentralisasi pengambilan keputusan mengacu kepada lokasi pengambilan
keputusan.dalam struktur organisasi yang disentralisasi, keputusan diambil pada
tingkat tinggi atau oleh manajer puncak,atau bahkan oleh seseorang saja.dalam
struktur yang didesentralisasikan,gaya pengambilan keputusan dibagi diantara
para bawahan pada hierarki manajemen menengah dan bawahan.
e.
Ukuran unit kerja (size of the work unit)
Ukuran unit
kerja mengacau pada jumlah bawahan dalam suatu kelompok kerja.
Untuk
memperlihatkan struktur organisasi,menajer biasanya menyusun suatu bagan
organisasi yang menggambarkan diagram fungsi,departemen,atau jabatan.dalam
organisasi dan menunjukan hubungannya satu dengan yang lain.bagan organisasi
tersebut mengambarkan lima aspek struktur organisasi yang utama.yaitu :
1.
Pembagian kerja (the division of work).
2.
Manajer dan bawahan (managers and subordinates)
3.
Tipe pekerjaan yang dilaksanakan (the type of work being performed)
4.
Pengelompokan bagian pekerjaan (the grouping of work segment)
5.
Level manajemen (the level of management)
Keunggulan (advantage)
bagan organisasi adalah bahwa para bawahan memiliki gambaran tentang bagai mana
organisasi distrukturkan (manajer,bawah
Bawahandan
tangung jawab digambarkan). Selain itu,apabila seseorang diperlukan untuk
menangani permasalahan spesifik,bagan tersebut menunjukan tempat menemukan
orang yang bersangkutan.juga proses penyusunan bagan memungkinkan para manajer
untuk mengindentifikasi kelemahan organisasi. misalnya, sumber komflik yang
potensial atau tempat dimana terdapat duplikasi yang tidak perlu. sedangkan salah
satu kelemahan bagan organisasi yang utama adalah bahwa terdapat banyak hal
yang samar atau tidak terlihat.
2.2. Kegunaan Struktur Organisasi.
Dengan menggambarkan struktur
organisasi dalam suatu bagan maka akan dapat diperoleh beberapa gambaran
sebagai berikut :
1. Dapat
diketahui bentuk organisasi yang bersangkutan, misalnya :
a.
Bentuk jamak,
apabila pimpinan organisasi itu dipegang oleh beberapa orang (Dewan Direksi).
b.
Bentuk tunggal,
apabila pimpinan ada ditangan satu orang.
c.
Bentuk staff.
d.
Bentuk
lini/garis.
e.
Bentuk
fungsional.
f.
Bentuk staff dan
garis.
g.
Bentuk staff dan
fungsi.
h.
Bentuk staff
fungsi.
i.
Bentuk fungsi
daan lini.
j.
Bentuk staff,
lini dan fungsi.
2. Dapat
diketahui besarnya organisasi yang bersangkutan, termasuk jenjang organisasi
atau tingkat-tingkat satuan organisasi yang ada didalam organisasi.
3. Dapat
diketahui saluran perintah, wewenang dan tanggung jawab dari pucuk pimpinan
sampai satuan organisasi ang paling bawah, dan sebaliknya.
4. Dapat
diketahui berbagai saluran hubungan yang ada diantara satuan-satuan organisasi.
5. Dapat
diketahui perincian tugas dari setiap satuan organisasi.
6. Dapat
diketahui batas-batas wewenang dari masing-masing satuan organisasi.
7. Dapat
diketahui jumlah pejabat yang ada didalam organisasi.
8. Dapat
diketahui nama dari masing-masing jabatan yang ada didalam organisasi.
9. Dapat
diketahui nama dari masing –masing pejabat apabila bagan organisasi itu bagan
organisasi nama.
10. Dapat
diketahui pangkat dan golongan dari masing-masing pejabat, apabila bagan
organisasi isinya menunjukkan pangkat dan golongan dari masing-masing pejabat
yang ada didalam organisasi.
11. Dapat
diketahui photo dari masing-masing pejabat, apabila bagan organisasi bagan
organisasi photo.
12. Dapat
dipergunakan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang organisasi.
13. Dapat
dipergunakan sebagai alat untuk mengetahui apakah organisasi tersebut
benar-benar menjalankan azas-azas atau prinsip-prinsip organisasi yang telah
ditetapkan.
14. Bagan organisasi penting bagi para pegawai
karena bagan organisasi dapat memberikan petunjuk kedudukan pegawai tersebut
dalam organisasi.
15. Dapat
memberikan motivasi kepada para pegawai atas kemungkinan untuk dapat menduduki
suatu jabatan dalam organisasi, karena melalui bagan organisasi para pegawai
dapat mengetahui berbagai macam dan tingakat jabatan dalam organisasi.
2.3.
Dua model Struktur
organisasi.
1.
Organisasi mekanistik
Organisasi
mekanistik merupakan struktur yang kaku dan terkontrol ketat yang dicirikan
dengan spesialisasi yang tinggi, departementalisasi yang kaku, rentang
pengendalian yang sempit, formalisasi yang tinggi, jaringan informasi yang
terbatas (biasanya komunikasi arah-bawah), dan sedikit pastisipasi dalam
pengambilan keputusan oleh para pekerja level bawah.[3]
Struktur
organisasi mekanistik menuntut efesiensi dan sangat bertumpu pada aturan,
regulasi, tugas-tugas terstandardisasi, dan pengendalian yang seragam. Desain
ini berupaya meminimalkan dampak dari kepribadian, penilaian, dan ambiguitas
yang beragam karena sifat-sifat dasar manusia ini dipandang sabagai hal yang
inefisien dan inkonsisten. Meskipun tidak ada organisasi yang benar-benar
mekanistik, hampir seluruh perusahaan besar memiliki sebagian dari
karakteristik mekanistik ini.
·
Spesialisasi tinggi.
·
Departementalisasi kaku
·
Rantai komando jelas.
·
Rantai kendali sempit.
·
Sentralisasi.
·
Formalisasi tinggi.
2.
Organisasi organik.
Orgnanisasi
organik yaitu suatu struktur yang amat adaptif dan fleksibel. Organisasi
organik bisa jadi memiliki pekerjaan terspesialisasi, namun pekerjaan tersebut
tidak terstandarisasi dan bisa berubah sesuai dengan kebutuhan. Tugas-tugas
organisasi sering kali dikelola dalam tim pekerjaan. Para pekerja sangat
telatih dan diberdayakan untuk menangani beragam permasalahan dan aktivitas,
dan mereka hanya membutuhkan aturan formal yang minimal serta sedikit
pengawasan langsung.
·
Tim lintas fungsional.
·
Tim lintas hierarkis.
·
Informasi mengalir bebas.
·
Rentang kendali yang luas.
·
Desentralisasi.
·
Formalisasi rendah.
2.4. Desain atau struktur organisasi yang umum.
1.
Tradisional.
a. Struktur simpel.
·
Kekuatan : cepat; fleksibel;
pemeliharaannya hemat; akuntabilitasnya jelas.
·
Kelemahan : kurang layak
ketika organisasinya berkembang; bertumpu kepada suatu orang saja terlalu
beresiko.
b. Struktur fungsional.
·
Kekuatan : keungulan
penghematan biaya dari spesialisasi (skala ekonomis, duplikasi minimal dari
personel dan peralatan); para pekerja dikelompokan kedalam pembagian tugas
kerja yang sejenis.
·
Kelemahan : mengejar sasaran
fungsional bisa mengakibatkan menajer kehilangan arah tentang apa yang terbaik
bagi organisasi secara keseluruhan; spesialisasi struktur menjadi terisolasi
dan hanya memiliki sedikit pemahaman tentang apa yang dikerjakan unit
organisasi lainnya.
c. Struktur divisional.
·
Kekuatan : berfokus pada
hasil –manajer divisi bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada produk dan layanannya.
·
Kelemahan :duplikasi
aktivitas dan sumber daya akan menambah biaya dan mengurangi efesiensi.
2.
Kontemporer.
a. Struktur Tim.
·
Apa itu : Struktur dimana
keseluruhan organisasi terdiri dari kelompok atau tim kerja.
·
Keunggulan : Pekerja merasa
lebih terlibat dan diberdayakan. Mengurangi hambatan diantara bidang-bidang
fungsional.
·
Kekurangan : Tidak ada rantai
komando yang jelas. Tekanan diberikan kepada masing-masing tim dalam
berkinerja.
b. Struktur proyek-matriks.
·
Apa itu : Matriks merupakan
struktur yang menugaskan para spesialis dari berbagai bidang fungsional untuk
bekerja dalam proyek tetapi akan kembali kebidang mereka setelah proyek
tersebut rampung. Proyek merupakan struktur dimana para pekerja secara kontinu
memberikan konstribusi dalam proyek. Begitu satu proyek telah selesai, para
pekerja berahli keproyek berikutnya.
·
Keunggulan : Desain luwes dan
pleksibel yang dapat merespon perubahan lingkungan. Pengambilan keputusan lebih
ceepat.
·
Kekurangan : Rumitnya
menugaskan orang-orang kedalam proyek. Rawannya terjadi komflik pekerjaan dan
kepribadian.
c. Struktur tampa-batas.
·
Apa itu : struktur yang tidak
didefinisikan atau terbatas pada batas-batas hrizontal, vertikal, atau
eksternal yang artifisial; meliputi jenis-jenis organisasi maya (virtual) dan
jaringan (network)
·
Keunggulan : sangat fleksibel
dan responsif. Mendayagunakan bakat-bakat yang ada.
·
Kekurangan : kurangnya kendali,
sulitnya komunikasi.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan.
Jadi yang dimaksud dengan struktur organisasi
adalah susunan dan hubungan antar bagian komponen dan posisi dalam suatu
perkumpulan (Organizational structure can defined as the arrangement and
interrelationship of the component parts and positions of a company). Struktur
organisasi menspesifikasi pembagian aktivitas kerja dan menunjukan bagaimana
fungsi atau aktivitas yang beraneka macam dihubungkan sampai batas tertentu,
juga menunjukan tingkat spesialisasi aktivitas kerja.
Struktur organisasi menunjukan susunan
hubungan-hubungan antar satuan-satuan organisasi, jabatan-jabatan, tugas-tugas,
wewenang dan pertanggung jawaban –kepertanggung jawaban yang ada dalam
organisasi.
3.2. Saran.
Maka dari itu
penulis berharap agar dalam pembahasan mendukung pentingnya pembahasan tentang
“ struktur organisasi” untuk
mengertahui bagai mana kita bisa menerapkan suatu struktur yang baik didalam
berorganisasi agar kita bisa mengambil pelajarannya.
Namun bagaimanapun juga dalam tugas makalah terbimbing ini penulis
sadar bahwa masih banyak kurang disana sini,maka besar harapan dari para
pembaca untuk memperbaiki dengan berbagai saran dan masukan bagi penulis agar
lebih baik di kemudian harinya dalam menulis makalah.
DAFTAR PUSTAKA
ü Dr. H.B. Siwanto, M.Si. Pengantar Manajemen. PT.Bumi
Aksara. Jakarta (2005).
ü Stephen. P. Robbins. Manajemen. Erlangga. Jakarta (2010).
ü Drs. Lg. Wursanto. Dasar-dasar ilmu orgnisasi. Andi
Offset. Yogyakarta (2002).
[1]
Siswanto.pengantar manajemen.jakarta(2005).PT Bumi Aksara. Hal 85
[2]
Wursanto. Dasar-dasar ilmu organisasi.yogyakarta(2002). ANDI
yogyakarta.hal 110
[3]
Stephen P. Robbins.manajemen.jakarta(2010).erlangga.hal 246
Tidak ada komentar:
Posting Komentar