Tugas kelompok
“Sistem Informasi Manajemen
Puskesmas ”
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Dalam Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen
Dosen Pengempu : Taufik, M.T.I
Disusun Oleh :
1. Erpan Stiawan 1341030018
2. Eka Nur Ayni 1341030078
FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DA’WAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2015
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “Sistem Informasi
Manajemen Puskesmas ”. Makalah ini diajukan guna memenuhi nilai mata kuliah
“Sistem Informasi Manajemen . Tidak
lupa, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam
penyusunan makalah ini.
Kami menyadari dalam makalah ini
masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan
saran dari para pembaca makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat
dan menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.
Bandarlampung,
9 April 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.Latar belakang masalah..................................................................................... 1
2.Rumusan Masalah............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A.Sistem Informasi.............................................................................................. 2
B.Sistem Informasi Manajemen........................................................................... 2
C.pengertian rekam medis.................................................................................... 4
D.Dimana memulai pengisian rekam medis......................................................... 4
E.Sistem yang digunakan tim medis.................................................................... 6
BAB III PENUTUP
Kesimpulan Dan Saran......................................................................................... 8
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Salah
satu upaya untuk mencapai Indonesia Sehat Tahun 2010 adalah upaya untuk
meningkatkan dan memelihara pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan
terjangkau. Untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan tersebut, perlu
dukungan tenaga kesehatan yang berkualitas dan profesional, seperti tercantum
dalam Undang-Undang RI No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 32 ayat 4
dinyatakan bahwa pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu
kedokteran dan atau ilmu keperawatan, hanya dapat dilaksanakan oleh tenaga
kesehatan yang memiliki keahlian dan kewenangan. Salah satu tenaga kesehatan
yang menunjang terhadap keberhasilan pencapain Indonesia Sehat tersebut adalah
Perawat.
Untuk
itu perawat sebagai bagian dari tenaga kesehatan secara menyeluruh
berkontribusi pada pelayanan kesehatan melalui praktik keperawatan. Praktik
keperawatan merupakan suatu tindakan keperawatan profesional yang dilandasi
oleh kaidah ilmu pengetahuan, kode etik dan etika keperawatan, yang merupakan
pedoman bagi perawat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga
dapat menjamin masyarakat mendapatkan pelayanan yang bertanggung jawab dan
etis.
B.
Rumusan Masalah.
1.
Apa yang dimaksud sistem
informasi..?
2.
Dan apakah yang dimaksud
sistem informasi manajemen...?
3.
Apakah rekam medis
itu...?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sistem Informasi
1.
Pengertian
Menurut
Jogianto, sistem informasi didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung
informasi yang bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi,
dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
2. Fungsi utama sistem informasi adalah untuk :
a. Mengambil sebagai input atau merupakan data capturing, artinya
perekaman data dari suatu pristiwa atau kejadian didalam beberapa formulir
seperti bukti tindakan medis dan bukti pelayanan penunjang.
b. Mengolah, mentransformasi, dan mengkonversi data menjadi
informasi.
c. Mendistribusikan informasi kepada para pemakai.
3. Sumber daya informasi.
Sumber
daya informasi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu prangkat keras komputer,
perangkat lunak komputer, spesialis informasi, pamakai, pasilitas, database dan
informasi. Ketika para manajer suatu organisasi memutuskan untuk menggunakan
informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif, mereka harus menyadari tiap elemen
tersebut sebagai sumber daya informasi.
4. Kualitas Informasi.
Kebutuhan
informasi merupakan hal yang penting untuk mendukung kegiatan manajemen dan
sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pihak manajer, sehingga diperlukan
suatu informasi yang mempunyai kualitas.
B.
Sistem Informasi
Manajemen
Sistem
Informasi Manajemen merupakan cara-cara mengelola pekerjaan informasi dengan
menggunakan pendekatan sistem yang berdasarkan prinsip-prinsip manajemen.
Pekerjaan informasi adalah pekerjaan yang meliputi pengumpulan data, penyebaran
data dengan meneruskannya ke unit lain. Pada unit kerja yang baru informasi
tersebut dapat langsung digunakan, atau dapat juga dianggap data baru untuk
diolah lagi menjadi informasi sesuai keperluan unit bersangkutan. Dengan beredarnya
informasi dari unit satu ke unit lain maka terjadilah arus informasi atau
hubungan informasi antar unit.
Di
bawah ini merupakan alur yang biasa dipakai pada manajemen puskesmas ketika
pasien datang melakukan kunjungan. Yaitu pasien masuk ke ruangan pendaftaran
kemudian ditanya identitas dan keluhannya, kemudian ditulis dibuku pasien,
selanjutnya pasien diberi selembar kertas atau kartu yang kemudian dibawa ke
ruangan pemeriksaan. Di ruangan pemeriksaan terapi dituliskan kemudian
ditandatangani oleh yang memberi tindakan dan pasien di suruh ke ruaang obat
untyuk mengambil obatnya sambil menyerahkan kartunya. Setelah pasien pulang
maka para perawat mengumpulkan dan menghitung jumlah kartu dari pasien kemudian
diklasifikasikan mana yang penyakit menular, kesehatan ibu an anak dan lain
sebagainya untuk selanjutnya ditulis di buku buku laporan Puskesmas.
C.
Pengertian Rekam Medis
Rekam
medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun terekam tentang identitas,
anamnesa, penentuan fisik, laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan tindakan
medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap, rawat
jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat. Rekam medis mempunyai
pengertian yang sangat luas, tidak hanya sekedar kegiatan atau pencatatan, akan
tetapi mempunyai pengertian sebagai suatu sistem penyelenggaraan rekam medis
yaitu mulai pencatatan selama pasien mendapatkan pelayanan medik, dilanjutkan
dengan penanganan berkas rekam medis yang meliputi penyelenggaraan penyimpanan
serta pengeluaran berkas dari tempat penyimpanan untuk melayani permintaan
maupun peminjaman dari pasien atau untuk keperluan lainnya
Rekam
medis mempunyai dua bagian yang perlu diperhatikan yaitu bagian pertama adalah
tentang individu yaitu suatu informasi tentang kondisi kesehatan dan penyakit
pasien yang bersangkutan dan sering disebut patient record, bagian kedua
adalah tentang manajemen yaitu suatu informasi tentang pertanggungjawaban
apakah dari segi manajemen maupun keuangan dari kondisi kesehatan dan penyakit
pasien yang bersangkutan.
Rekam
medis juga merupakan kompilasi fakta tentang kondisi kesehatan dan penyakit
seorang pasien yang meliputi : data terdokumentasi tentang keadaan sakit
sekarang dan waktu lampau, pengobatan yang telah dan akan dilakukan oleh tenaga
kesehatan profesional secara tertulis. Secara umum, informasi yang tercantum
dalam rekam medis seorang pasien harus meliputi yaitu Siapa pasien tersebut dan
Siapa yang memberikan pelayanan kesehatan atau medis, Apa, Kapan, Kenapa dan
Bagaimana pelayanan kesehatan atau medis diberikan, hasil akhir atau dampak
dari pelayanan kesehatan dan pengobatan.
D.
Dimana memulai pengisian rekam medis
Rekam
medis mulai diisi saat seorang pasien atau klien datang ke fasilitas kesehatan
meminta bantuan untuk memecahkan masalah kesehatannya. Pengisian rekam medis
dimulai dengan pengisian format informasi identitas pasien atau klien, dan
format ini biasanya diletakkan pada halaman terdepan dari dokumen rekam medis
dan merupakan bagian dari patient record.
Format
informasi tentang identitas pasien atau klien, biasanya berisi nama, umur,
jenis kelamin, status pernikahan, alamat dan lain-lain. Seluruh format dalam
rekam medis harus diisi sesuai kebutuhannya dan setiap tenaga kesehatan yang
melakukan pemeriksaan, pelayanan medis, konsultasi dan sebagainya harus
mencantumkan nama jelas dan tanda tangannya.
Dari
Patient record tersebut, setiap sarana kesehatan harus melakukan rekapitulasi
dari semua variable yang dibutuhkan. Kegiatan ini merupakan bagian dari
kegiatan rekam medis di bidang manajemen. Variabel-variabel yang
direkapitulasi antara lain:
- Berapa banyak
pasien yang datang ke sarana kesehatan tersebut setiap hari, setiap bulan dan
setiap tahun?
- Jenis-jenis
penyakit apa sajakah yang ditangani di sarana kesehatan tersebut ( Penyakit
infeksi dan tidak infeksi )
- Berapa dan
Mengapa terjadi kasus kematian di sarana kesehatan tersebut ?
- Bila terjadi
kasus gawat darurat, berapakah response time nya ?
- Siapa membayar pelayanan kesehatan
yang diberikan? Berapa proporsinya ?
- Berapa banyak dan jenis obat yang
habis setiap hari, bulan dan tahun?
Informasi-informasi
tersebut sangat dibutuhkan oleh pihak manajemen untuk merencanakan kebutuhan
sumber daya seperti tenaga kesehatan, fasilitas, bahan habis pakai, peralatan
medis dan nonmedis, kebutuhan air, listrik, cleaning service dll agar pelayanan
yang diberikan dapat optimal dan memuaskan pelanggan.
Kelengkapan
pengisian berkas rekam medis oleh tenaga kesehatan akan memudahkan tenaga
kesehatan lain dalam memberikan tindakan atau terapi kepada pasien. Selain itu
juga sebagai sumber data pada bagian rekam medis dalam pengolahan data yang
kemudian akan menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen dalam
menentukan langkah-langkah strategis untuk pengembangan pelayanan kesehatan.
Penyajian informasi harus disesuaikan dengan nilai kegunaan, kedudukan dan
fungsi masing-masing bagian. Dokter misalnya, tidak membutuhkan laporan
keuangan pelayanan kesehatan. Begitu pula dengan manajer yang perlu mengetahui
informasi dalam bentuk laporan dan statistik dari masing masing bagian untuk
mendukung dalam pengambilan keputusan. Informasi adalah data yang telah diolah
dan dianalisa secara formal, dengan cara yang benar dan secara efektif,
sehingga hasilnya dapat bermanfaat dalam operasional dan manajemen.
Setelah
berjalan cukup lama akhirnya semua karyawan merasakan manfaatnya dari sistem
manajemen dengan menggunakan komputer. Namun hal tersebut perlu terus
diciptakan iklim motivasi yang baik. dalam manajemen keperawatan di komunitas
khususnya puskesmas, bahwa motivasi individu akan menunjukkan suatu perilaku
jika perilaku tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan memuaskan dirinya. Artinya
setelah individu merasakan manfaatnya maka akan bekerja maksimal dalam
melaksanakannya.
E.
Sistem yang
digunakan Tim Medis.
Secara
umum rekam medis yang dilakukan di puskesmas dilakukan ketika pasien datang ke
pendaftaran, setelah itu pasien langsung diberi selembar kertas kemudian menuju
ruangan yang akan dilakukan pengobatan misalnya pasien umum ke ruang Balai
Pengobatan, sementara pasien khusus misalnya pasien TBC ke ruang TBC, pasien
KIA ke ruangan KIA dan lain sebagainya. Setelah dari ruangan masing-masing maka
mereka menuju ruangan obat untuk selanjutnya mendapat obat.
Di
pendaptaran mereka ditanta identittas berupa nama alat, umur dan lain
sebagainya. Selain itu mereka dtanya keluhan yang dirasakan. Setelah selesai
mendaftar, pasien-pasien itu ke ruangan yang mereka akan diperiksa, dan
biasanya di ruangan tersebut mereka ditanya lagi kadang hampir sama seperti di
ruang pendaftaran. Baru setelah itu dilakukan pengobatan.
Namun
yang dilakukan di puskesmas Cigeureung sudah mulai selangkah lebih maju.
Puskesmas ini atas inisiatif kepala puskesmas mulai menggunakan komputerisasi.
Di setiap ruangan sudah ada komputeri yang semua saling berhubungan. Ketika
pasien datang maka bagian pendaftaran menulis di komputer identitas dan keluhan
pasien. Misalnya pasien TBC maka setelah ditulis oleh bagian pendaftaran maka
otomatis identitas pasien tersebut langsung masuk ke komputer di ruang TBC.
Sehingga ketika pasien datang ke ruangan tidak usah menanyakan kembali
identitas dan lain sebabagainya tapi langsung memberikan peawatan dan
pengobatan TBC. Perawat bagian TBC menulis di komputer apa yang akan diberikan
tindakan dan obatnya, maka laporan tersebut sudah masuk ke komputer bagian obat
sehingga bagian obat langsung mempersiapkan obat yang diperlukan pasien.
Sehingga ketika beres obat, maka bagian obat tinggal memanggil pasien untuk
diberikan obat.
Keuntungan
dari sistem ini adalah dari satu sumber pendaftaran maka identitas pasien langsung
masuk ke ruangan yang dituju. Di bagian bagian ruangan tersebut
Keuntungan
dari sistem ini adalah yang pertama waktu pengumpulan data terkait identitas
dan keluhan yang dirasakan pasien lebih singkat sehingga akan lebih berfokus
kepada tindakan keperawatan/medis pada pasien. Kemudian yang kedua data-data
yang ada pada hari itu sudah langsung terekam di komputer sehingga ketika akhir
dinas pagi tersebut sudah dapat diketahui berapa pasien seluruhnya, berapa yang
ke TBC, berapa yang ke Gizi dan lain sebagainya.
Keuntungan
lainnya adalah data data yang telah lalu semuanya ada di dalam komputer,
sehingga apabila memerlukan data bulan sebelumnya tinggal mengklik bulan lalu
maka sudah ada semuanya baik jumlah, pasin lama mapun pasien lama. Sehingga
puskesmas tersebut merupakan salah satu puskesmas yang selalu dipakai para
mahasiswa D3 keperawatan sebagai lahan praktek maupun sebagai salah satu tempat
yang dipakai untuk mencari pasien untuk penelitian karya tulis ilmiah.
Namun
salah satu asfek kekurangannya adalah karena menggunakan mesin, tentunya kadang
suka terjadi eror atau kerusakan pada alatnya, sehingga tidak menutup
kemungkinan semua data akan hilang. Makanya tetap meskipn data tersimpan dalam
komputer, harus mempunyai cadangan dalam bentuk lain baik CD mupun yang
lainnya.
Untuk
mencapai ke arah keberhasilan tersebut, memerlukan dana dan waktu yang cukup
lama. Diantaranya memberikan keyakinan kepada semua karyawan tentang keuntungan
memakai komputerisasi, kemudian menyediakan berbagai alat yang diperlukan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulam
Sistem
informasi manajemen yang dilakukan di puskesmas pekerjaan yang dilakukan oleh
puskesmas. Dengan mencoba terobosan baru yang awalnya memang sulit dilakukan
karena memerlukan dana dan pengembangan kemampuan para karyawannya untuk
meningkatkan kemapuan dibidang teknologi dalam melaksanakan pekerjaan dengan
menggunakan perawat.
Hasilnya
adalah puskesmas ini dari segi pelaporan, data yang terkumpul setiap bulannya
lebih lengkap dibanding dengan puskesmas lainnya .
Tindakan
dan hal yang dilakukan oleh para karyawannya terpantau oleh komputer yang ada
di setiap ruangan, sehingga akan meminimalkan terjadinya kesalahan dalam
memberikan layanan perawatan dan pengobatan pada pasien. Selain hal tersebut
adanya efesien waktu sehingga dapat mengerjakan program atau kegiatan yang
lainnya.
B. Saran.
Maka dari itu penulis berharap agar dalam
pembahasan mendukung pentingnya pembahasan ‘sistem informasi manajemen
puskesmas” agar mengetahui tentang sistemnya dan keterampilannya agar kita
bisa mengambil pelajarannya.
Namun bagaimanapun juga dalam tugas makalah
terbimbing ini penulis sadar bahwa masih banyak kurang disana sini,maka besar
harapan dari para pembaca untuk memperbaiki dengan berbagai saran dan masukan
bagi penulis agar lebih baik di kemudian harinya dalam menulis makalah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar