Nama : Erpan Stiawan
Prodi : MD (B)
NMP : 1341030018
Semester : II
Mata Kuliah : Pengantar Manajemen
Dosen : Hj Rodiyah S.Ag MM
Ø Defini kepemimpinan secara luas melipti proses memengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi,memotivasi
prilaku pengikut ntuk mencapai tujuan,mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok
dan budayanya.
Ø Kepemimpinan terkadang dipahami sebagai kekuatan sebuah alat,sarana
atau proses untuk membujuk orang agar bersedia melakukan suatu secara sukarela
ata suaka cita.
Ø Kepemimpinan juga dikatakan sebagai proses mengarahkan dan
memengaruhi aktifitas-aktifitas yang hbungannya dengan pekerjaan para angota
kelompok
·
Dalil
atau Ayat Tentang Kepemimpinan.
وَ اِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَئِكَةِ اِنِّي جَاعِلٌ فِى الْاَ رْضِ خَلِيْفَةٌ,
قَالُوْا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَاوَيَسْفِكُ الدِمَاءَ, وَنَحْنُ
نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ, قَالَ اِنِّي اَعْلَمُ مَالَاتَعْلَمُوْنَ
{سورة البقرة :30}
Artinya :
Dan (ingatlah) ketika tuhanmu berfirman kepada
para malaikat. “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi” merekaa berkata,
“Apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah
disana, sedangkan kami bertasbih memujimu dan menyucikan namamu?” Dia
berfirman, “Sungguh, aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.(QS. Al-Baqarah
: 30)
يَاَيُّهَاالَّذِيْنَ اَمَنُوْا ا طِيْعُوا
اللهَ وَاَطِيْعُوْا الرَّسُوْلَ وَاُوْلِى الْاَمْرِمِنْكُمْ, فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ
فِيْ شَيْءٍفَرْدُوْهُ اِلَى اللهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِا
للهِ وَالْيَوْمِ الْاَخِرِ, ذَلِكَ خَيْرٌوَاَحْسَنُ تَأوِيْلًا {سورة النساء
:59}
Artinya :
“Wahai orang-orang
beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang
kekuasaan) diantara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu
beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu)
dan lebih baik akibatnya. (QS. Annisa : 59)
وَهُوَالَّذِي جَعَلَكُمْ خَلِيْفَ الْاَرْضِ
وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَا اَتَكُمْ, اِنَّ
رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَابِ, وَاِنَّهُ لَغَفُوْرٌرَّحِيْمٌ {سورة الأنعام :165}
Artinya :
“Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai
khalifah-khalifah dibumi dan dia mengangkat (derajat) sebagian kamu diatas yang
lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikannya kepadamu. Sesungguhnya
Tuhanmu sangat cepat memberikan hukuman dan sungguh dia maha pengampun, maha
penyayang. (QS. Al-An’am : 165)
·
Hadits-Hadits
Tentang Pemimpin.
ü Tanggung jawab seorang pemimpin
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ
مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ
بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي
عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ
عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى
بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى
مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ
عَنْ رَعِيَّتِهِ. {رواه بخارى و مسلم}
Artinya :
“Ibn Umar r.a berkata : saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda
: setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas
kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal
rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang
dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya
perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah
tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari
hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta
pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya. (buchary, muslim)
ü Pemimpin harus bersikap adil.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَّامٍ
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ خُبَيْبِ بْنِ
عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ إِمَامٌ عَادِلٌ
وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ فِي خَلَاءٍ
فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسْجِدِ وَرَجُلَانِ
تَحَابَّا فِي اللَّهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ
إِلَى نَفْسِهَا قَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ
فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا صَنَعَتْ يَمِينُهُ. { رواه بخارى
و مسلم }
Artinya :
Abu Hurairah r.a: berkata: bersabda Nabi SAW: ada tujuh
macam orang yang bakal bernaung di bawah naungan allah, pada hati tiada naungan
kecuali naungan allah:
Imam(pemimpin) yang adil, dan pemuda yang rajin ibadah
kepada allah. Dan orang yang hatinya selalu gandrung kepada masjid. Dan dua
orang yang saling kasih sayang karena allah, baik waktu berkumpul atau
berpisah. Dan orang laki yang diajak berzina oleh wanita bangsawan nan cantik,
maka menolak dengan kata: saya takut kepada allah. Dan orang yang sedekah
dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang
disedekahkan oleh tangan kanannya. Dan orang berdzikir ingat pada allah
sendirian hingga mencucurkan air matanya. (Bukhari, Muslim)
ü Tanggung jawab pemimpin.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ
الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ
حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ الْحَضْرَمِيِّ
عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَأَلَ سَلَمَةُ بْنُ يَزِيدَ الْجُعْفِيُّ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ
قَامَتْ عَلَيْنَا أُمَرَاءُ يَسْأَلُونَا حَقَّهُمْ وَيَمْنَعُونَا حَقَّنَا
فَمَا تَأْمُرُنَا فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ سَأَلَهُ فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ
سَأَلَهُ فِي الثَّانِيَةِ أَوْ فِي الثَّالِثَةِ فَجَذَبَهُ الْأَشْعَثُ بْنُ
قَيْسٍ وَقَالَ اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا فَإِنَّمَا عَلَيْهِمْ مَا حُمِّلُوا
وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ
حَدَّثَنَا شَبَابَةُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سِمَاكٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ
مِثْلَهُ وَقَالَ فَجَذَبَهُ الْأَشْعَثُ بْنُ قَيْسٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا فَإِنَّمَا عَلَيْهِمْ
مَا حُمِّلُوا وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ. { رواه مسلم }
Artinya :
“Abu hunaidah (wa’il) bin hadjur r.a. Berkata : salamah bin
jazid aldju’fy bertanya kepada rasulullah saw : ya rasulullah, bagaimana jika
terangkat diatas kami kepala-kepala yang hanya pandai menuntut haknya dan
menahan hak kami, maka bagaimanakah kau menyuruh kami berbuat? Pada mulanya
rasulullah mengabaikan pertanyaan itu, hingga ditanya kedua kalinya, maka
rasulullah saw bersabda : dengarlah dan ta’atlah maka sungguh bagi masing-masing
kewajiban sendiri-sendiri atas mereka ada tanggung jawab dan atas kamu tanggung
jawabmu. (muslim)
ü Pemimpin dilarang bersikap
birokratis.
حَدَّثَنِي
هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي
حَرْمَلَةُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِمَاسَةَ قَالَ أَتَيْتُ عَائِشَةَ
أَسْأَلُهَا عَنْ شَيْءٍ فَقَالَتْ مِمَّنْ أَنْتَ فَقُلْتُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ
مِصْرَ فَقَالَتْ كَيْفَ كَانَ صَاحِبُكُمْ لَكُمْ فِي غَزَاتِكُمْ هَذِهِ فَقَالَ
مَا نَقَمْنَا مِنْهُ شَيْئًا إِنْ كَانَ لَيَمُوتُ لِلرَّجُلِ مِنَّا الْبَعِيرُ
فَيُعْطِيهِ الْبَعِيرَ وَالْعَبْدُ فَيُعْطِيهِ الْعَبْدَ وَيَحْتَاجُ إِلَى
النَّفَقَةِ فَيُعْطِيهِ النَّفَقَةَ فَقَالَتْ أَمَا إِنَّهُ لَا يَمْنَعُنِي
الَّذِي فَعَلَ فِي مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ أَخِي أَنْ أُخْبِرَكَ مَا سَمِعْتُ
مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي بَيْتِي
هَذَا اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ
فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ
فَارْفُقْ بِهِ و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ مَهْدِيٍّ
حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ عَنْ حَرْمَلَةَ الْمِصْرِيِّ عَنْ عَبْدِ
الرَّحْمَنِ بْنِ شِمَاسَةَ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ. { رواه مسلم }
Artinya:
‘Aisyah
r.a berkata : saya telah mendengar rasulullah saw bersabda di rumahku ini : ya
allah siapa yang menguasai sesuatu dari urusan umatku, lalu mempersukar pada
mereka, maka persukarlah baginya. Dan siapa yang mengurusi umatku lalu berlemah
lembut pada mereka, maka permudahlah baginya. (HR. Muslim)
ü Pemimpin sebagai pelayan rakyat.
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ
الرَّحْمَنِ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ حَدَّثَنِي ابْنُ
أَبِي مَرْيَمَ أَنَّ الْقَاسِمَ بْنَ مُخَيْمِرَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا
مَرْيَمَ الْأَزْدِيَّ أَخْبَرَهُ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى مُعَاوِيَةَ فَقَالَ مَا
أَنْعَمَنَا بِكَ أَبَا فُلَانٍ وَهِيَ كَلِمَةٌ تَقُولُهَا الْعَرَبُ فَقُلْتُ
حَدِيثًا سَمِعْتُهُ أُخْبِرُكَ بِهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ وَلَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا مِنْ
أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَاحْتَجَبَ دُونَ حَاجَتِهِمْ وَخَلَّتِهِمْ وَفَقْرِهِمْ
احْتَجَبَ اللَّهُ عَنْهُ دُونَ حَاجَتِهِ وَخَلَّتِهِ وَفَقْرِهِ قَالَ فَجَعَلَ
رَجُلًا عَلَى حَوَائِجِ النَّاسِ. { رواه أبوداود و الترمذى }
Artinya :
Abu Maryam Al’ azdy r.a berkata kepada muawiyah: saya telah
mendengar rasulullah saw bersabda: siapa yang diserahi oleh allah mengatur
kepentingan kaum muslimin, yang kemdian ia sembunyi dari hajat kepentingan
mereka, maka allah akan menolak hajat kepentingan dan kebutuhannya pada hari
qiyamat. Maka kemudian muawiyah mengangkat seorang untuk melayani segala hajat
kebutuhan orang-orang (rakyat). (Abu Dawud, Attirmidzi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar