Kelompok 5 Tugas
Pendekatan-Pendekatan
Dalam Kepemimpinan
(Pendekatan Gaya Kepemimpinan )
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Dalam Mata Kuliah Kepemimpinan Islam
Dosen
Pengempu : Faizal, S.Ag, M.Ag
Disusun Oleh :
Erpan Stiawan 1341030018
Gestika
anjarsari 13410300
FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DA’WAH
KAMPUS INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN
INTAN LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2015
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah......................................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah.................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Gaya Kepemimpinan............................................................................. 2
B. Gaya
Dasar Kepemimpinan.................................................................................... 3
C. Teori
Gaya Kepemimpinan dari seorang Pemimpin................................................. 4
D. Jenis-jenis
gaya kepemimpinan yang ada................................................................. 6
E. Dua
Gaya Kepemimpinan ..................................................................................... 8
F. Aspek
Gaya Kepemimpinan .................................................................................. 8
G. Tiga
dimensi gaya kepemimpinan menurut William J. Reddin.................................. 10
H. Bagaimana
Mengetahui Kepemimpinan kita............................................................ 10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
dan..................................................................................................... 17
B. Saran
.................................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 18
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan
hidayahNya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pendekatan Gaya Kepemimpinan”. Makalah ini diajukan guna memenuhi
nilai mata kuliah “kepemimpinan islam”.
Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu
dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari dalam makalah ini masih banyak
kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari
para pembaca makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat dan
menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.
Bandarlampung,
15 April 2015
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang.
Istilah gaya kasar adalah sama
dengan cara yang digunakan pemimpin didalam memengaruhi para pengikutnya. Para
saat apa pun jika seseorang berusaha untuk memengaruhi prilaku orang lain,
dimuka telah diterangkan bahwa kegiatan semacam itu telah melibatkan seseorang
kedalam aktivitas kepemimpinannya. Jika kepemimpinan tersebut terjadi dalam
suatu organisasi tertentu, dan orang tadi perlu menggembangkan staf dan
membangun iklim motivasi yang menghasilkan tingkat produktivitas yang tinggi,
maka orang tersebut perlu memikirkan gaya kepemimpinannya. Gaya kepemimpinan
merupakan norma prilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut
mencoba memengaruhi prilaku orang lain seperti yang ia lihat. Dalam hal ini
usaha menyelaraskan persepsi diantara orang yang akan memengaruhi perilaku
dengan orang yang perilakunya akan dipengaruhi manjdi amat penting
kedudukannya.
B.
Rumusan
Masalah.
1. Apakah
yang dimaksud Gaya Kepemimpinan itu...?
2. Apa
yang dimaksud dari setiap gaya kepemimpinan berdasarkan keperibadian itu..?
3. Apakah
setiap gaya kepemimpinan itu harus melihat situasi..?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan adalah suatu cara
pemimpin untuk memengaruhi bawahannya.[1]
Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan
tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalam
memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk
tertentu. Pengertian gaya kepemimpinan yang demikian ini sesuai dengan pendapat
yang disampaikan oleh Davis dan Newstrom. Keduanya menyatakan bahwa pola
tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan atau diacu oleh
bawahan tersebut dikenal sebagai gaya kepemimpinan.
Fiedler berpendapat bahwa, bagi
seorang individu, gaya kepemimpinan pada dasarnya tetap dan tidak bisa diubah :
pemimpin tidak bisa mengubah perilaku agar sesuai dengan situasi tertentu
karena prilaku ini terkait dengan karakteristik-karakteristik kepribadian yang
unik. Jadi, saat gaya kepemimpinan dan situasi tidak cocok, fiedler berpendapat
bahwa yang harus diubah adalah situasi agar cocok dengan gaya pemimpin.[2]
Saat relasi pemimpin-anggota baik, struktur tugas rendah, dan kekuasaan jabatan
lemah, gaya kepemimpinan yang paling efektif adalah kepemimpinan yang
berorientasi pada hubungan. Jika pemimpin berorientasi pada tugas, akan terjadi
ketidak cocokkan. Menurut Fiedler, pemimpin bisa membuat elemen-elemen dari
situasi lebih kongruen dengan mengubah struktur tugas ( dengan membuat pedoman
dan prosedur, misalnya) dan menaikkan kekuasaan (dengan meminta wewenang
tambahan atau dengan cara-cara lain).
Menurut
kontinjensi Feadler dikecam karena teori ini tidak selalu didukung oeh riset,
bahwa penemuan-penemuannya bisa diinterprestasikan dengan cara berbeda, bahwa
ukuran LPC kurang valid, dan bahwa asumsi-asumsinya tentang prilaku pemimpin
yang tidak fleksibel tidak realitis. Tetapi, teori Fedler merupakan salah satu
teori yang pertama mengadopsi prespektif situasioanal tentang kepemimpinan.
Teori ini telah membantu banyak manajer mengenali faktor-faktor situasional
penting yang mesti mereka hadapi, dan teori ini telah menumbuhkan pemikiran
tambahan tentang situaasi kepemimpinan. Dalam beberapa tahun terakhir, Feadler
telah mencoba menjawab sejumlah kencaman terhadap teorinya dengan melakukan
revisi dan menambahkan eleman-eleman tambahan seperti sumber daya kognitif.
Secara umum
terdapat tiga macam gaya kepemimpinan yang berbeda:
1. Otokratis
Kepemimpinan otokratis lebih banyak menghadapi masalah
pemberian perintah kepada bawahan.
2.
Demokratis
Demokratis cenderung mengikuti pertukaran pendapat antara
orang-orang yang terlibat.
3.
Laissez-Faire
Pemimpin memberikan kepemimpinannya jika diminta.
dalam
hubungannya dengan perilaku pemimpin ini, ada dua hal yang biasanya dilakukan
oleh pemimpin terhadap bawahan atau pengikutnya, yakni : perilaku mengarahkan
dan perilaku mendukung.
Perilaku
mengarahkan dapat dirumuskan sebagai sejauh mana seorang pemimpin melibatkan
diri dalam komunikasi satu arah. Bentuk pengarahan dalam komunikasi satu arah
ini antara lain, menetapkan peranan yang seharusnya dilakukan pengikut,
memberitahukan pengikut tentang apa yang seharusnya bisa dikerjakan, dimana
melakukan hal tersebut, bagaimana melakukannya, dan melakukan pengawasan secara
ketat kepada pengikutnya.
Perilaku
mendukung adalah sejauh mana seorang pemimpin melibatkan diri dalam komunikasi
dua arah, misalnya mendengar, menyediakan dukungan dan dorongan, memudahkan
interaksi, dan melibatkan para pengikut dalam mengambil keputusan.
C.
Teori Gaya Kepemimpinan dari Seorang Pemimpin
1. Teori Genetis (Keturunan)
Inti dari
teori ini menyatakan bahwa “Leader Are Born And Nor Made (pemimpin itu
dilahirkan bukannya di buat)”. Para penganut aliran ini mengetengahkan
pendapatnya bahwa seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia telah
dilahirkan dengan bakat kepemimpinan. Dalam keadaan bagaimanapun seorang
ditempatkan karena ia ditakdirkan menjadi pemimpin, sesekali kelak ia akan
muncul sebagai pemimpin. Berbicara mengenai takdir, secar filosofis pandangan
ini tergolong pada pndangan fasilitas atau determinitis.
2. Teori Sosial
Jika teori
pertama diatas adalah teori yang ekstrim pada satu sisi, maka teori inipun
merupakan ekstrim pada sisi lainnya. Inti teori pada sosial ini ialah “Leader
Are Made And Not Born (pemimpin itu dibuat atau dididik bukan kodrati)”.
Jadi teori ini merupakan kebalikan dari teori genetika. Para penganut teori ini
mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi
pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup.
3. Teori Ekologis
Teori ekologis
pada intinya berarti bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang
baik apabila ia telah memiliki bakat kepemimpinan. Bakat tersebut kemudian di
kembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman yang memungkinkan
untuk dikembangkan lebih lanjut. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari
kedua teori terdahulu sehingga dapat dikatakan merupakan teori yang paling
mendekati kebenaran. Namun demikian, penelitian yang jauh lebih mendalam masih
diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa saja faktor yang menyebabkan
timbulnya sosok pemimpin yang baik.
Selain
pendapat-pendapat yang menyatakan tentang timbulnya gaya kepemimpinan tersebut,
Hersey dan Blanchard berpendapat bahwa gaya kepemimpinan pada dasarnya
merupakan perwujudan dari tiga komponen, yaitu pemimpin itu sendiri, bawahan,
serta situasi dimana proses kepemimpian tersebut diwujudkan. Bertolak dari
pemikiran tersebut, Hersey dan Blanchard mengajukan proposisi bahwa gaya
kepemimpinan (k) merupakan suatu fungsi (f) dari pimpinan (p), bawahan (b), dan
situasi tertentu (s), yang dapat dinotasikan sebagai: k= f (p,b,s).
Menurut Hersey
dan Blanchard, pimpinan (p) adalah seseorang yang dapat memengaruhi orang lain
atau kelompok untuk melakukan unjuk kerja maksimum yng telah ditetapkan sesuai
tujuan organisasi. Organisasi akan berjalan dengan baik jika pimpinan mempunyai
kecakapan dalam bidangnya, dan setiap pimpinan mempunyai keterampilan yang
berbeda, seperti ketermpilan teknis, manusiawi, dan konseptual. Sedangkan
bawahan adalah seorang atau sekelompok orang yang merupakan anggota dari suatu
perkumpulan atau pengikut yang setip sat siap melaksanakan perintah atau tugas
yang telah disepakati bersama guna mencapai tujuan. dalam suatu organisasi,
bawahn mempunyai peranan yang sangat strategis, kren sukses tidaknya seseorang
pimpinan tergantung kepada para pengikutnya ini. Oleh sebab itu, seorang
pimpinan dituntut untuk memilih bawahan dengan secermat mungkin.
Adapun situasi
(s) menurut Hersey dan Blanchard adalah suatu keadaan yang kondusif, dimana
seseorang pimpinan berusaha pada saat-saat tertentu memengaruhi perilaku orang
lain agar dapat mengikuti kehendaknya dalam rangka mencapai tujuan bersama
dalam satu situasi misalnya, tindakan pimpinan pada beberapa tahun yng lalu
tentunya tidak sama dengan yang dilakukan pada saat sekarang, karena memang
situasinya telah berlainan.
Dengn
demikian, ketiga unsur yang memengaruhi gaya kepemimpinan tersebut, yaitu
pimpinan, bawahan, dan situasi merupakan unsur yang saling terkait satu dengn
lainnya, dan akan menentukan tingkat keberhasilan kepemimpinn.
a.
Gaya kepemimpinan otoriter/authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan
kebijakan yang dimbil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas
dan tanggung jawab di pegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan
para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
b.
Gaya kepemimpinan demokratis/democratic
Adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas
kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikut sertakan bawahan
sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin
memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
c.
Gaya kepemimpinan bebas/laissez-faire
Pemimpin jenis hanya terlibat dalam kuantitas yang kecil
dimana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian
masalah yang dihadapi.
Selain yang
sudah disebutkan diatas, masih ada lagi gaya kepemimpinan berdasarkan dari
kepribadian, seperti di bawah ini:
a)
Gaya kepemimpinan Karismatis
Kelebihan
gaya kepemimpinan karismatis ini adalah mampu menarik orang. Mereka terpesona
dengan cara bicaranya yang membangkitkan semangat. Biasanya pemimpin dengan
gaya kepribadian ini visionaris. Mereka sangat menyenangi perubahan dan
tantangan.
Mungkin
kelemahan terbesar tipe kepemimpinan model ini bisa di analogikan dengan
pribahasa “tong kosong nyaring bunyinya”. Mereka mampu menarik orang
untuk datang kepada mereka. Setelah
beberapa lama, orang-orang yang datang ini akan kecewa karena ketidak konsistenan.
Apa yang diucapkn ternyata tidak dilakukan. Ketika diminta pertanggung
jawabannya, si pemimpin akan memberikan alasan, permintaan maaf, dan janji.
b) Gaya kepemimpinan Diplomatis
Kelebihan gaya kepemimpinan diplomatis ini ada di
penempatan perspektifnya. Banyak orang seringkali melihat dari satu sisi, yaitu
sisi keuntungan dirinya. Sisanya, melihat dari sisi keuntungan lawannya. Hanya
pemimpin dengan kepribadian putih ini yang bisa melihat kedua sisi dengan
jelas. Apa yang menguntungkan dirinya, dan menguntugkan lawannya.
Kesabaran dan kapasifan adalah kelemahan pemimpin dengan
gaya diplomatis ini. Umumnya, mereka sangat sabar dan sanggung menerima
tekanan. Namun kesabran ini bisa sangat keterlaluan. Mereka bisa menerima
perlakuan yang tidak menyenangkan tersebut, tetapi pengikut-pengikutnya tidak.
Dan seringkali hal inilah yang membuat para pengikutnya meninggalkan si
pemimpin.
c) Gaya kepemimpinan Otoriter
Kelebihan model kepemimpinan otoriter ini ada di
pencapaian prestasinya. Tidak ada satupun tembok yang mampu menghalangi langkah
pemimpin ini. ketika ia memutuskan suatu tujuan, itu adalah harga mati, tidak
ada alasan, yang ada adalah hasil. Langkah-langkahnya penuh perhitungan dan
sistematis.
Dingin dan sedikit kejam adalah
kelemahan pemimpin dengan kepribadian merah ini. Mereka sangat mementingkan
tujuan sehingga mereka tidak pernah peduli dengan cara. Makan atau dimakan
adalah prinsip hidupnya.
d)
Gaya kepemimpinan Moralis
Kelebihan dari gaya kepemimpian
seperti ini adalah umumnya mereka hangat dan sopan kepada semua orang. Mereka
memiliki empati yang tinggi terhadap permasalahan para bawahannya, juga sabar,
murah hati, segala bentuk kebajikan ada dalam diri pemimpin ini. orang-orang
yang datang karena kehangatannya terlepas dari segala kekurangannya.
Kelemahan dari kepemimpinan
seperti ini adalah emosinya. Rata-rata orang seperti ini sangat tidak stabil,
kadang bisa tampak sedih dan mengerikan, kadang pula bisa sangat menyenangkan
dan bersahabat.
1.
Gaya dengan orientasi tugas (task-oriented).
Manajer
ororientasi tugas mengarahkan dan mengawasi bawahan secara tertutup untuk
menjamin bahwa tugas yang dilaksanakan sesuai yang diinginkannya. Manajer
dengan gaya kepemimpinan ini lebih memperhatikan pelaksanaan pekerjaan dari
pada perkembangan dan pertumbuhan karyawan.
2.
Gaya dengan orientasi karyawan ( employee-oriented).
Manajer
berororientasi karyawan mencoba untuk lebih memotivasi bawahan dibanding
mengawasi mereka. Mereka mendorong para anggota kelompok untuk melaksanakan
tugas-tugas dengan memberikan kesempatan bawahan untuk berpartisipasi dalam
pembuatan keputusan, memciptakan suasana persahabatan serta hubungan-hubungan
saling mempercayai dan menghormati dengan para anggota kelompok.
F.
Aspek Gaya Kepemimpinan.[6]
Firman Allah
SWT dalam surah Al-Fath (48) Ayat 29 :
محمد رسول الله و الذين معه, أشداء على الكفار رحماء
بينهم ترهم ركعا سجدا يبتغون فضلا من الله ورضوانا سيماهم فى وجوههم من أثرالسجود
ذالك مثلهم فى التوره ومثلهم فى الإنجيل كزرع أخرج شطئه, فئازره, فاستغلظ فاستوى
على سوقه يعجب الزراع ليغيظ بهم الكفار وعد الله الذين ءامنوا وعملوا الصلحت منهم
مغفرة وأجرا عظيما {سورة الفتح :29}
“Mmuhammad itu adalah utusan
Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah tegas terhadap orang
kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku’, sujud,
dan mencari katunia Allah SWT dan keridhaannnya, tanda-tanda mereka tampak pada
muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam taurat dan
sifat-sifat mereka dalam injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan
tunasnya maka tunasnya itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah
dia dan tegak lurus diatas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya
karena Allah SWT hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang
mu’min). Allah SWT menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS. Al-Fath :29).
Ali Bin Abi
Thalib R.A.,Mengatakan : bahwa Rasulullah SAW seorang yang paling lapang dada,
menjaga baik-baik ucapannya, amat lembut perangainya dan bersikap sangat hormat
dalam pergaulan.
Dengan
demikian, setiap pemimpin akan berhasil memimpin suatu organisasi secara
efektif bila ia memenuhi syarat-syarat, yaitu :
1.
Mempunyai kecerdasan yang cukup tinggi untuk dapat memikirkan dan
mencarikan cara-cara pemecahan setiap persoalan yang timbul dengan cara yang
tepat, bijaksana serta mengandung kelengkapan dan syarat-syarat yang
memungkinkan untuk dilaksanakn.
2.
Mempunyai emosi yang stabil, tidak mudah diombang-ambingkan oleh
perubahan suasana yang senantiasa berganti-ganti dan dapat memisahkan antara
yang mana soal pribadi, soal rumah tangga, dan mana soal organisasi.
3.
Mempunyai kepandaian dalam menghadapi manusia dan mampu membuat bawahan
merasa betah, senang, dan puas dengan dan dalam pekerjaan.
4.
Mempunyai keahlian untuk mengorganisasi dan menggerakan bawahan secara
bijaksan dalam mewujudkan tujuan organisasi serta mengetahui dengan tepat kapan
dan kepada siapa tanggung jawab dan wewenang akan didelegasikan.
5.
Mempunyai keterampilan manajemen untuk menghadapi persoalan masyarakat
yang semakin maju.
Sementara
itu, Ki Hajar Dewantoro, Merumuskan tiga tingkah laku kepemimpinan yaitu :
1.
Ing Ngarso Sung Tulodo, yang
berarti kalau pemimpin itu berada didepan, ia memberikan teladan.
2.
Ing Madyo Mangun Karso, yang
berarti bila pemimpin berada ditengah, ia membangkitkan tekat dan semangat.
3.
Tut Wuri Handayani, yang
berarti bila pemimpin itu berada dibelakang, ia berperan kekuatan pendorong dan
pengerak.
Selain itu, sikap pemimpin akan tampak dari cara
melakukan pekerjaan seperti memerintah, memberi tugas, berkomunikasi,
menegakkan disiplin, melakukan kontrol, meminta laporan, menegur bawahan,
meminta pertanggungjawaban, dan lain-lain.
G. Tiga Dimensi Gaya Kepemimpinan menurut William J.
Reddin
1.
Gaya Efektif.
a) Gaya Eksekutif.
b) Pencinta pengembangan (developer).
c) Otok ratis yang baik hati (benevolent autocrat).
d) Birokrat.
2. Tidak Efektif.
a) Pencinta kompromi (compromiser).
b) Missionari.
c) Otokrat.
d) Lari dari tugas (deserter).
H. Bagaimana Mengetahui Gaya Kepemimpinan Kita?
Sebagaimana dikatakan didepan bahwa hampir semua
penulis dan literatur manajer setuju bahwa kepemimpimpinan adalah suatu proses
untuk mempengaruhi kegiatan-kegiatan seseorang atau kelompok didalam usahanya
untuk mencapai tujuan pada suatu situasi tertentu. Pengertian ini perlu
dikutip, karena rumusan ini sama sekali tidak menyebutkan bahwa kepemimpinan
itu harus dikaitkan oleh sesuatu organisasi tertentu. Pada setiap situasi apa
pun, seseorang bisa memengaruhi orang lain atau kelompok lain. Dan situasi
pengaruh-memengaruhi ini bisa terjadi kapan pun dan dimana pun. Dengan
demikian, kepemimpinan bisa terjadi dimana-mana.
Jika kita ingin
mendapatkan umpan balik mengenai gaya kepemimpinan kita, berikut ini dikutip cara-cara
yang dilakukan oleh Paul Hersey dan Kenneth Blanchard. Ada 12 butir situasi
yang harus kita ikuti. Butir-butir situasi ini berisi tentang penyesuaian
Pemimpin dan inventarisasi gaya (LASI).
Situasi Alternatif
Tindakan
1. Akhir-akhir
ini bawahan anda A.
Menekankan pelaksanaan pro-
Tidak menanggapi
pembicaraan sedur yang seragam dan
Bersahab dan perhatian
anda keharusan penyelesaian tugas.
Terhadap kesejahteraan
mereka. B. Anda
menyediakan waktu untuk
Penampilan mereka
tampak me- berdiskusi, tapi tidak mendorong
Nurun dengan tajam keterlibatan anda.
C.
Berbicara dengan bawahan dan
Menyusun tujuan-tujuan.
D.
Dengan sengaja tidak campur ta-
Ngan.
2. Penampilan
kelompok anda tak A.
Melibatkan diri dalam interaksi
Meningkat, sekarang
anda me- bersahabat, tetapi terus berusaha
Rasa yakin bahwa semua
anggota memastikan bahwa semua ang-
Menyadari tanggung
jawab dan gota menyadari tanggung jawab
Standar penampilan yang
diharpkan dan standar penampilan mereka.
Dari mereka. B.
Tidak mengambil tindakan apa-
Pun.
C.
Melakukan apa saja yang dapat
Anda kerjakan untuk membuat
Kelompok merasa penting dan
Dilibatkan.
D.
Menekankan pentingnya batas
Waktu dan tugas-tugas.
3. Anggota-anggota
kelompok A. Bekerja
dengan kelompok dan
Anda tidak dapat
memecahkan bersama-sama terlibat dalam pe-
Suatu masalah. Anda
biasanya mem mecahan masalah.
Biarkan mereka bekerja
sendiri. B. Membiarkan
kelompok meng-
Selama ini penampilan
kelompok dan usahakan sendiri pemecahannya.
Hubungan antar anggota adalah baik. C.
Bertindak cepat dan tegas untuk
Mengoreksi dan mengarahkan
Kembali.
D.
Mendorong kelompok untuk ber-
Usaha memecahkan masalah dan
Mendukung usaha-usaha mereka.
4. Anda
sedang mempertimbang- A.
Melibatkan kelompok dalam
Kan adanya suatu
perubahan. Mengembangkan perubahan itu
Bawahan anda
menunjukkan tapi jangan terlalu mengarahkan.
Penampilan yang baik.
Mereka B. Mengumumkan
perubahan-
Menyambut perlunya
perubahan perubahan dan menerapkan de-
Dengan baik. Ngan pengawasan yang cermat.
C.
Membiarkan kelompok memus-
Kan arahnya sendiri.
D.
Mengikuti rekomendasi kelom-
Pok, tetapi anda yang mengarah-
Kan perubahan.
5. Penampilan
kelompok anda A.
Membiarkan kelompok merumus
Telah menurun selama
beberapa kan arahnya sendiri.
Bulan terakhir. B.
Menyetujuin rekomendasi kelomp
Bawahan telah
mengabaikan pok, tetapi melihat apakah tujuan
Pencapain tujuan.
penegasan tercapai.
Kembali peranan dan
pertang C. Menegaskan
kembali peranan dan
Gung jawaban telah
sangat tanggung jawab serta mengawasi
membantuMengatasi
situasi dengan cermat.
tersebut di masa-masa lalu. D. Melibatkan kelompok
dalam men-
Mereka secara terus
–menerus etapkan peranan dan tanggung ja-
Memerlukan peringatan
untuk wab, tapi tidak terlalu mengara-
Menyelesaikan tugas
pada wak- kan.
Tunya.
6. Anda
memasukin suatu organisasi A. Melakukan
apa saja yang dapat
Yang berjalan secara
efesien. Anda kerjakan untuk membuat
Administrator
sebelumnya meng- kelompok merasa penting dan
Ontrol situasi dengan
ketat. Anda dilibatkan.
Ingin mempertahankan
situsi yang B. Menekankan pentingnya
batas
Produktif, tapi ingin
pula membangun waktu dan tugas-tugas
Lingkungan yang
manusiwi. C. Secara sengaja
tidak mengambil
Tindakan apa pun.
D.
mengusahakan keterlibatan ke-
Lompok dalam pengambilan ke-
Putusan, tetapi lihat apakah tujuan
Tercapai.
7. Anda
telah mempertimbangkan A.
Menjelaskan perubahan dan me-
Mengadakan
perubahan-perubahan ngawsi dengan cermat.
Pokok
dalam struktur organisasi. B.
Mengikut sertakan kelompok
Para
anggota kelompok telah menya- dalam mengembangkan per-
Mpaikan
saran-saran mengenai perub- ubahan, tetapi membiarkan
Ahan
yang diperlukan. Kelompok mereka mengorganisasikan pene-
Telah
menunjukan keluwesan dalam rapannya.
Pelaksanaan
tugas sehari-hari. C. Menyetujui adanya perubahan
Seperti yang direkomendasikan,
Tetapi memelihara kontrol dalam
Penerapannya.
D.
menghindari konfrontasi dan me-
Ninggalkannya sendiri.
8. Penampilan
kelompok dan A. Membiarkan
kelompok sendiri
Hubungan antara anggota
adalah B. Mendiskusikan
situasi dengan
Baik. Anda merasa
sedikit ragu-ragu kelompok kemudian memulai
Mengenai kurangnya
pengarahan perubahan-perubahan yang perlu.
Anda terhadap kelompok. C. Mengambil langkah-langkah
Untuk mengarahkan bawahan ke
Arah pelaksanaan tugas dengan
Perencanaan yang baik.
D.
Bersikap hati-hati jangan sam-
Pai menggangu hubungan atasan-
Bawahan, dengan cara terlalu
Memberi pengarahan.
9. Atasan
telah menegaskan anda A.
Memberikan kelompok meme-
Untuk mengepalai suatu
satuan cahkan persoalannya sendiri.
Tugas yang sangat
terambat B.
Menyetujui rekomendasi kelom-
Dalam membuat
rekomendasi pok, tapi lihat apakah tujuan
Bagi perubahan yang
diharapkan. Tercapai.
Tujuan kelompok tidak
jelas. C. Menegaskan
kembali tujuan-
Kehadiran anggota dalam
persida- tujuan dan mengawasi secara
Ngan tidak sebagai mana
di- ketat.
Harapkan.
Pertemuan-pertemuan D.
Membiarkan keterlibatan kelom-
Telah terbalik fungsi
manjadi pok dalam penyusunan tujuan,
Tempat ngobrol.
Sebenarnya tapi tidak mendorong.
Mereka memiliki
kecakapan
Potensial yang
diperlukan untuk
Membantu.
10. Bawahan
anda, yang biasanya A.
Membiarkan keterlibatan kelom-
Mampu memikul tangung
jawab, pok dalam menegaskan kembali
Tidak menanggapi
penegasan standar, tetapi tidak mendorong.
Kembali standar yang
anda te- B. Menegaskan
kembali standar
Tapkan baru-baru ini. dan mengawasi dengan saksama.
C. menghindari konfrontasi dengan
Tidak melakukan tekanan, mem-
Biarkan saja situasinya demikian.
D.
mengikuti rekomendasi kelom-
Pok, tapi ihat apakah tujuan
Tercapai.
11. Anda
dipromosikan pada posisi A.
Mengambi angkah-langkah
Baru. Pimpinan
sebelumnya untuk mengarahkan bawahan
Tidak terlibat dalam
persoalan kearah pelaksanaan tugas dengan
Kelompok. Tugas-tugas
dan perbuatan yang baik.
Pengarahan kelompok
telah B. Melibatkan
bawahan dalam
Ditangani secara
memadai. Ke- pengambilan keputusan dan
Lompok tidak
menghadapai mendorong adanya distribusi-
Masalah dalam hubungan
personal. Konstruktif.
C.
mendiskusikan pelaksanaan kerja
Dimasa lampau dengan kelompok
Dan kemudian anda menguji per-
Lu praktik-praktik baru.
D.
mebiarkan kelompok sebagaima-
Na adanya .
12. Informasi
terakhir menunjukkan A.
Menguji coba pemecahan
Timbulnya ketidak
harmonissan masalah dengan bawahan dan
Di antara bawahan.
Keompok telah memeriksa perlunya praktik-
Memiliki rekor
pelaksanaan tugas praktik baru.
Dengan hasil yang
mengagumkan. B. Membiarkan anggota
kelompok
Para anggota secara
efektif telah memecahkan sendiri persoalannya
Berpedoman pada
tujuan-tujuan jangka C. Bertidak
cepat dan tegas untuk
Panjang. Mereka telah
bekerja secara mengoreksi dan mengarahkan
Harmoni selama
tahun-tahun yang kembali.
Lalu. Semua anggota
berkuaifikasi D. Ikut serta dalam
mendiskusikan
Baik untuk tugas-tugas
mereka. Masalah sembari memberikan
Dukungan kepada bawahan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpualan.
Gaya kepemimpinan adalah suatu cara
pemimpin untuk memengaruhi bawahannya. Gaya kepemimpinan, pada dasarnya
mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang
pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut
biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu. Pengertian gaya
kepemimpinan yang demikian ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh
Davis dan Newstrom. Keduanya menyatakan bahwa pola tindakan pemimpin secara
keseluruhan seperti yang dipersepsikan atau diacu oleh bawahan tersebut dikenal
sebagai gaya kepemimpinan.
B. Saran.
Maka dari itu penulis berharap agar
dalam pembahasan mendukung pentingnya pembahasan “Pendekatan Gaya
Kepemimpinan” mengetahui tentang gaya seorang pemimpin kepada bawahannya
agar kita bisa mengambil pelajarannya.
Namun bagaimanapun juga dalam tugas makalah terbimbing ini penulis
sadar bahwa masih banyak kurang disana sini,maka besar harapan dari para
pembaca untuk memperbaiki dengan berbagai saran dan masukan bagi penulis agar
lebih baik di kemudian harinya dalam menulis makalah
DAFTAR
PUSTAKA
Kepemimpinan Dalam Manajemen,
Miftah Thoha, PT. Raja grafindo persada, Jakrta (2006).
Pengantar Manajemen (3 In 1), Andri
Feriyanto dan Endang Shyta Triana, Media Tera, Kebumen (2015).
Kepemimpinan dan Prilaku
Organisasi, Veithzal Rivai dan Deddy Mulyadi, Rajawali Pers, Jakarta (2012).
Manajemen, Thani Handoko, BPFE,
Yogyakarta (1989).
Manajemen, Ricky W. Griffin,
Erlangga, Jakarta (2004).
[1]
Andri Feriyanto dan Endang Shyta Triana, Pengantar Manajemen (3 in 1), (Kebumen:Media
Tera,2015), h 94.
[2] Ricky W.
Griffin, Manajemen,(Jakarta:Erlagga,2004),h 80-81.
[3] Miftah
Thoha, Kepemimpinan dalam Manjemen,(Jakarta:PT.Raja Grafindo
Persada,2006), h 64
[4] Andri
Feriyanto dn Endang Shyta Triana, Ibid, h 97.
[5] T. Hani
Handoko, Manajemen, (Yogyakarta:BPEF,1989),h 299.
[6]
Veithzal Rivai dan Deddy Mulyadi, kepemimpinan dan prilaku organisasi,(jakarta:PT.Raja
Grafindo Persada,2012), h 119.
[7] Miftah
Thoha, ibid, h 78-82
bg boleh kirim file nya gak lewat email
BalasHapusini email saya bg dedereynaldi353@gmail.com
BalasHapus