Kamis, 11 Juni 2015

Kelompok 5  Tugas

Pendekatan-Pendekatan Dalam Kepemimpinan
 (Pendekatan Gaya Kepemimpinan )


Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Dalam Mata Kuliah Kepemimpinan Islam
Dosen Pengempu : Faizal, S.Ag, M.Ag


 

Disusun Oleh :

Erpan Stiawan            1341030018

                                                Gestika anjarsari       13410300






FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DA’WAH
KAMPUS INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2015



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah......................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah.................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A.     Pengertian Gaya Kepemimpinan............................................................................. 2
B.     Gaya Dasar Kepemimpinan.................................................................................... 3
C.     Teori Gaya Kepemimpinan dari seorang Pemimpin................................................. 4
D.     Jenis-jenis gaya kepemimpinan yang ada................................................................. 6
E.      Dua Gaya Kepemimpinan ..................................................................................... 8
F.      Aspek Gaya Kepemimpinan .................................................................................. 8
G.     Tiga dimensi gaya kepemimpinan menurut William J. Reddin.................................. 10
H.     Bagaimana Mengetahui Kepemimpinan kita............................................................ 10
BAB III PENUTUP
A.     Kesimpulan dan..................................................................................................... 17
B.     Saran .................................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 18



  

KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pendekatan Gaya Kepemimpinan”. Makalah ini diajukan guna memenuhi nilai mata kuliah “kepemimpinan islam”. Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini.
 Kami menyadari dalam makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat dan menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.


                                                                          Bandarlampung, 15 April 2015
                                                          
                                                                                              Penulis
                                                                                         
BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang.
Istilah gaya kasar adalah sama dengan cara yang digunakan pemimpin didalam memengaruhi para pengikutnya. Para saat apa pun jika seseorang berusaha untuk memengaruhi prilaku orang lain, dimuka telah diterangkan bahwa kegiatan semacam itu telah melibatkan seseorang kedalam aktivitas kepemimpinannya. Jika kepemimpinan tersebut terjadi dalam suatu organisasi tertentu, dan orang tadi perlu menggembangkan staf dan membangun iklim motivasi yang menghasilkan tingkat produktivitas yang tinggi, maka orang tersebut perlu memikirkan gaya kepemimpinannya. Gaya kepemimpinan merupakan norma prilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba memengaruhi prilaku orang lain seperti yang ia lihat. Dalam hal ini usaha menyelaraskan persepsi diantara orang yang akan memengaruhi perilaku dengan orang yang perilakunya akan dipengaruhi manjdi amat penting kedudukannya.

B.     Rumusan Masalah.
1.      Apakah yang dimaksud Gaya Kepemimpinan itu...?
2.      Apa yang dimaksud dari setiap gaya kepemimpinan berdasarkan keperibadian itu..?
3.      Apakah setiap gaya kepemimpinan itu harus melihat situasi..?




BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan adalah suatu cara pemimpin untuk memengaruhi bawahannya.[1] Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu. Pengertian gaya kepemimpinan yang demikian ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Davis dan Newstrom. Keduanya menyatakan bahwa pola tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan atau diacu oleh bawahan tersebut dikenal sebagai gaya kepemimpinan.
Fiedler berpendapat bahwa, bagi seorang individu, gaya kepemimpinan pada dasarnya tetap dan tidak bisa diubah : pemimpin tidak bisa mengubah perilaku agar sesuai dengan situasi tertentu karena prilaku ini terkait dengan karakteristik-karakteristik kepribadian yang unik. Jadi, saat gaya kepemimpinan dan situasi tidak cocok, fiedler berpendapat bahwa yang harus diubah adalah situasi agar cocok dengan gaya pemimpin.[2] Saat relasi pemimpin-anggota baik, struktur tugas rendah, dan kekuasaan jabatan lemah, gaya kepemimpinan yang paling efektif adalah kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan. Jika pemimpin berorientasi pada tugas, akan terjadi ketidak cocokkan. Menurut Fiedler, pemimpin bisa membuat elemen-elemen dari situasi lebih kongruen dengan mengubah struktur tugas ( dengan membuat pedoman dan prosedur, misalnya) dan menaikkan kekuasaan (dengan meminta wewenang tambahan atau dengan cara-cara lain).
Menurut kontinjensi Feadler dikecam karena teori ini tidak selalu didukung oeh riset, bahwa penemuan-penemuannya bisa diinterprestasikan dengan cara berbeda, bahwa ukuran LPC kurang valid, dan bahwa asumsi-asumsinya tentang prilaku pemimpin yang tidak fleksibel tidak realitis. Tetapi, teori Fedler merupakan salah satu teori yang pertama mengadopsi prespektif situasioanal tentang kepemimpinan. Teori ini telah membantu banyak manajer mengenali faktor-faktor situasional penting yang mesti mereka hadapi, dan teori ini telah menumbuhkan pemikiran tambahan tentang situaasi kepemimpinan. Dalam beberapa tahun terakhir, Feadler telah mencoba menjawab sejumlah kencaman terhadap teorinya dengan melakukan revisi dan menambahkan eleman-eleman tambahan seperti sumber daya kognitif.
Secara umum terdapat tiga macam gaya kepemimpinan yang berbeda:
1.    Otokratis
Kepemimpinan otokratis lebih banyak menghadapi masalah pemberian perintah kepada bawahan.
2.    Demokratis
Demokratis cenderung mengikuti pertukaran pendapat antara orang-orang yang terlibat.
3.    Laissez-Faire
Pemimpin memberikan kepemimpinannya jika diminta.

B.     Gaya Dasar Kepemimpinan.[3]
dalam hubungannya dengan perilaku pemimpin ini, ada dua hal yang biasanya dilakukan oleh pemimpin terhadap bawahan atau pengikutnya, yakni : perilaku mengarahkan dan perilaku mendukung.
Perilaku mengarahkan dapat dirumuskan sebagai sejauh mana seorang pemimpin melibatkan diri dalam komunikasi satu arah. Bentuk pengarahan dalam komunikasi satu arah ini antara lain, menetapkan peranan yang seharusnya dilakukan pengikut, memberitahukan pengikut tentang apa yang seharusnya bisa dikerjakan, dimana melakukan hal tersebut, bagaimana melakukannya, dan melakukan pengawasan secara ketat kepada pengikutnya.
Perilaku mendukung adalah sejauh mana seorang pemimpin melibatkan diri dalam komunikasi dua arah, misalnya mendengar, menyediakan dukungan dan dorongan, memudahkan interaksi, dan melibatkan para pengikut dalam mengambil keputusan.

C.     Teori Gaya Kepemimpinan dari Seorang Pemimpin
1.      Teori Genetis (Keturunan)
Inti dari teori ini menyatakan bahwa “Leader Are Born And Nor Made (pemimpin itu dilahirkan bukannya di buat)”. Para penganut aliran ini mengetengahkan pendapatnya bahwa seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat kepemimpinan. Dalam keadaan bagaimanapun seorang ditempatkan karena ia ditakdirkan menjadi pemimpin, sesekali kelak ia akan muncul sebagai pemimpin. Berbicara mengenai takdir, secar filosofis pandangan ini tergolong pada pndangan fasilitas atau determinitis.
2.      Teori Sosial
Jika teori pertama diatas adalah teori yang ekstrim pada satu sisi, maka teori inipun merupakan ekstrim pada sisi lainnya. Inti teori pada sosial ini ialah “Leader Are Made And Not Born (pemimpin itu dibuat atau dididik bukan kodrati)”. Jadi teori ini merupakan kebalikan dari teori genetika. Para penganut teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup.
3.      Teori Ekologis
Teori ekologis pada intinya berarti bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi pemimpin yang baik apabila ia telah memiliki bakat kepemimpinan. Bakat tersebut kemudian di kembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman yang memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori terdahulu sehingga dapat dikatakan merupakan teori yang paling mendekati kebenaran. Namun demikian, penelitian yang jauh lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa saja faktor yang menyebabkan timbulnya sosok pemimpin yang baik.

Selain pendapat-pendapat yang menyatakan tentang timbulnya gaya kepemimpinan tersebut, Hersey dan Blanchard berpendapat bahwa gaya kepemimpinan pada dasarnya merupakan perwujudan dari tiga komponen, yaitu pemimpin itu sendiri, bawahan, serta situasi dimana proses kepemimpian tersebut diwujudkan. Bertolak dari pemikiran tersebut, Hersey dan Blanchard mengajukan proposisi bahwa gaya kepemimpinan (k) merupakan suatu fungsi (f) dari pimpinan (p), bawahan (b), dan situasi tertentu (s), yang dapat dinotasikan sebagai: k= f (p,b,s).
Menurut Hersey dan Blanchard, pimpinan (p) adalah seseorang yang dapat memengaruhi orang lain atau kelompok untuk melakukan unjuk kerja maksimum yng telah ditetapkan sesuai tujuan organisasi. Organisasi akan berjalan dengan baik jika pimpinan mempunyai kecakapan dalam bidangnya, dan setiap pimpinan mempunyai keterampilan yang berbeda, seperti ketermpilan teknis, manusiawi, dan konseptual. Sedangkan bawahan adalah seorang atau sekelompok orang yang merupakan anggota dari suatu perkumpulan atau pengikut yang setip sat siap melaksanakan perintah atau tugas yang telah disepakati bersama guna mencapai tujuan. dalam suatu organisasi, bawahn mempunyai peranan yang sangat strategis, kren sukses tidaknya seseorang pimpinan tergantung kepada para pengikutnya ini. Oleh sebab itu, seorang pimpinan dituntut untuk memilih bawahan dengan secermat mungkin.
Adapun situasi (s) menurut Hersey dan Blanchard adalah suatu keadaan yang kondusif, dimana seseorang pimpinan berusaha pada saat-saat tertentu memengaruhi perilaku orang lain agar dapat mengikuti kehendaknya dalam rangka mencapai tujuan bersama dalam satu situasi misalnya, tindakan pimpinan pada beberapa tahun yng lalu tentunya tidak sama dengan yang dilakukan pada saat sekarang, karena memang situasinya telah berlainan.
Dengn demikian, ketiga unsur yang memengaruhi gaya kepemimpinan tersebut, yaitu pimpinan, bawahan, dan situasi merupakan unsur yang saling terkait satu dengn lainnya, dan akan menentukan tingkat keberhasilan kepemimpinn.

D.    Jenis-Jenis Gaya Kepemimpinan yang ada, sebagai berikut[4] :
a.     Gaya kepemimpinan otoriter/authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang dimbil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab di pegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
b.    Gaya kepemimpinan demokratis/democratic
Adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikut sertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
c.     Gaya kepemimpinan bebas/laissez-faire
Pemimpin jenis hanya terlibat dalam kuantitas yang kecil dimana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.
Selain yang sudah disebutkan diatas, masih ada lagi gaya kepemimpinan berdasarkan dari kepribadian, seperti di bawah ini:
a)    Gaya kepemimpinan Karismatis
Kelebihan gaya kepemimpinan karismatis ini adalah mampu menarik orang. Mereka terpesona dengan cara bicaranya yang membangkitkan semangat. Biasanya pemimpin dengan gaya kepribadian ini visionaris. Mereka sangat menyenangi perubahan dan tantangan.
Mungkin kelemahan terbesar tipe kepemimpinan model ini bisa di analogikan dengan pribahasa “tong kosong nyaring bunyinya”. Mereka mampu menarik orang untuk datang kepada mereka.  Setelah beberapa lama, orang-orang yang datang ini akan kecewa karena ketidak konsistenan. Apa yang diucapkn ternyata tidak dilakukan. Ketika diminta pertanggung jawabannya, si pemimpin akan memberikan alasan, permintaan maaf, dan janji.
b)    Gaya kepemimpinan Diplomatis
Kelebihan gaya kepemimpinan diplomatis ini ada di penempatan perspektifnya. Banyak orang seringkali melihat dari satu sisi, yaitu sisi keuntungan dirinya. Sisanya, melihat dari sisi keuntungan lawannya. Hanya pemimpin dengan kepribadian putih ini yang bisa melihat kedua sisi dengan jelas. Apa yang menguntungkan dirinya, dan menguntugkan lawannya.
Kesabaran dan kapasifan adalah kelemahan pemimpin dengan gaya diplomatis ini. Umumnya, mereka sangat sabar dan sanggung menerima tekanan. Namun kesabran ini bisa sangat keterlaluan. Mereka bisa menerima perlakuan yang tidak menyenangkan tersebut, tetapi pengikut-pengikutnya tidak. Dan seringkali hal inilah yang membuat para pengikutnya meninggalkan si pemimpin.
c)    Gaya kepemimpinan Otoriter
Kelebihan model kepemimpinan otoriter ini ada di pencapaian prestasinya. Tidak ada satupun tembok yang mampu menghalangi langkah pemimpin ini. ketika ia memutuskan suatu tujuan, itu adalah harga mati, tidak ada alasan, yang ada adalah hasil. Langkah-langkahnya penuh perhitungan dan sistematis.
Dingin dan sedikit kejam adalah kelemahan pemimpin dengan kepribadian merah ini. Mereka sangat mementingkan tujuan sehingga mereka tidak pernah peduli dengan cara. Makan atau dimakan adalah prinsip hidupnya.
d)    Gaya kepemimpinan Moralis
Kelebihan dari gaya kepemimpian seperti ini adalah umumnya mereka hangat dan sopan kepada semua orang. Mereka memiliki empati yang tinggi terhadap permasalahan para bawahannya, juga sabar, murah hati, segala bentuk kebajikan ada dalam diri pemimpin ini. orang-orang yang datang karena kehangatannya terlepas dari segala kekurangannya.
Kelemahan dari kepemimpinan seperti ini adalah emosinya. Rata-rata orang seperti ini sangat tidak stabil, kadang bisa tampak sedih dan mengerikan, kadang pula bisa sangat menyenangkan dan bersahabat.

E.     Dua Gaya Kepemimpinan.[5]
1.    Gaya dengan orientasi tugas (task-oriented).
Manajer ororientasi tugas mengarahkan dan mengawasi bawahan secara tertutup untuk menjamin bahwa tugas yang dilaksanakan sesuai yang diinginkannya. Manajer dengan gaya kepemimpinan ini lebih memperhatikan pelaksanaan pekerjaan dari pada perkembangan dan pertumbuhan karyawan.
2.      Gaya dengan orientasi karyawan ( employee-oriented).
Manajer berororientasi karyawan mencoba untuk lebih memotivasi bawahan dibanding mengawasi mereka. Mereka mendorong para anggota kelompok untuk melaksanakan tugas-tugas dengan memberikan kesempatan bawahan untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan, memciptakan suasana persahabatan serta hubungan-hubungan saling mempercayai dan menghormati dengan para anggota kelompok.

F.      Aspek Gaya Kepemimpinan.[6]
Firman Allah SWT dalam surah Al-Fath (48) Ayat 29 :
محمد رسول الله و الذين معه, أشداء على الكفار رحماء بينهم ترهم ركعا سجدا يبتغون فضلا من الله ورضوانا سيماهم فى وجوههم من أثرالسجود ذالك مثلهم فى التوره ومثلهم فى الإنجيل كزرع أخرج شطئه, فئازره, فاستغلظ فاستوى على سوقه يعجب الزراع ليغيظ بهم الكفار وعد الله الذين ءامنوا وعملوا الصلحت منهم مغفرة وأجرا عظيما {سورة الفتح :29}
“Mmuhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah tegas terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku’, sujud, dan mencari katunia Allah SWT dan keridhaannnya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam taurat dan sifat-sifat mereka dalam injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunasnya itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus diatas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah SWT hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah SWT menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS. Al-Fath :29).
Ali Bin Abi Thalib R.A.,Mengatakan : bahwa Rasulullah SAW seorang yang paling lapang dada, menjaga baik-baik ucapannya, amat lembut perangainya dan bersikap sangat hormat dalam pergaulan.
Dengan demikian, setiap pemimpin akan berhasil memimpin suatu organisasi secara efektif bila ia memenuhi syarat-syarat, yaitu :
1.      Mempunyai kecerdasan yang cukup tinggi untuk dapat memikirkan dan mencarikan cara-cara pemecahan setiap persoalan yang timbul dengan cara yang tepat, bijaksana serta mengandung kelengkapan dan syarat-syarat yang memungkinkan untuk dilaksanakn.
2.      Mempunyai emosi yang stabil, tidak mudah diombang-ambingkan oleh perubahan suasana yang senantiasa berganti-ganti dan dapat memisahkan antara yang mana soal pribadi, soal rumah tangga, dan mana soal organisasi.
3.      Mempunyai kepandaian dalam menghadapi manusia dan mampu membuat bawahan merasa betah, senang, dan puas dengan dan dalam pekerjaan.
4.      Mempunyai keahlian untuk mengorganisasi dan menggerakan bawahan secara bijaksan dalam mewujudkan tujuan organisasi serta mengetahui dengan tepat kapan dan kepada siapa tanggung jawab dan wewenang akan didelegasikan.
5.      Mempunyai keterampilan manajemen untuk menghadapi persoalan masyarakat yang semakin maju.
Sementara itu, Ki Hajar Dewantoro, Merumuskan tiga tingkah laku kepemimpinan yaitu :
1.      Ing Ngarso Sung Tulodo, yang berarti kalau pemimpin itu berada didepan, ia memberikan teladan.
2.      Ing Madyo Mangun Karso, yang berarti bila pemimpin berada ditengah, ia membangkitkan tekat dan semangat.
3.      Tut Wuri Handayani, yang berarti bila pemimpin itu berada dibelakang, ia berperan kekuatan pendorong dan pengerak.
Selain itu, sikap pemimpin akan tampak dari cara melakukan pekerjaan seperti memerintah, memberi tugas, berkomunikasi, menegakkan disiplin, melakukan kontrol, meminta laporan, menegur bawahan, meminta pertanggungjawaban, dan lain-lain.

G.    Tiga Dimensi Gaya Kepemimpinan menurut William J. Reddin
1.      Gaya Efektif.
a)      Gaya Eksekutif.
b)      Pencinta pengembangan (developer).
c)      Otok ratis yang baik hati (benevolent autocrat).
d)      Birokrat.
2.    Tidak Efektif.
a)      Pencinta kompromi (compromiser).
b)      Missionari.
c)      Otokrat.
d)      Lari dari tugas (deserter).

H.    Bagaimana Mengetahui Gaya Kepemimpinan Kita?
Sebagaimana dikatakan didepan bahwa hampir semua penulis dan literatur manajer setuju bahwa kepemimpimpinan adalah suatu proses untuk mempengaruhi kegiatan-kegiatan seseorang atau kelompok didalam usahanya untuk mencapai tujuan pada suatu situasi tertentu. Pengertian ini perlu dikutip, karena rumusan ini sama sekali tidak menyebutkan bahwa kepemimpinan itu harus dikaitkan oleh sesuatu organisasi tertentu. Pada setiap situasi apa pun, seseorang bisa memengaruhi orang lain atau kelompok lain. Dan situasi pengaruh-memengaruhi ini bisa terjadi kapan pun dan dimana pun. Dengan demikian, kepemimpinan bisa terjadi dimana-mana.
 Jika kita ingin mendapatkan umpan balik mengenai gaya kepemimpinan kita, berikut ini dikutip cara-cara yang dilakukan oleh Paul Hersey dan Kenneth Blanchard. Ada 12 butir situasi yang harus kita ikuti. Butir-butir situasi ini berisi tentang penyesuaian Pemimpin dan inventarisasi gaya (LASI).
Ø  Kuesioner Penyesuaian Pemimpin dan Inventarisasi Gaya (LASI) [7]
Situasi                                                                                      Alternatif Tindakan
1.      Akhir-akhir ini bawahan anda                      A. Menekankan pelaksanaan pro-
Tidak menanggapi pembicaraan                       sedur yang seragam dan
Bersahab dan perhatian anda                           keharusan penyelesaian tugas.
Terhadap kesejahteraan mereka.                 B. Anda menyediakan waktu untuk
Penampilan mereka tampak me-                      berdiskusi, tapi tidak mendorong
Nurun dengan tajam                                         keterlibatan anda.
                                                               C. Berbicara dengan bawahan dan
                                                                    Menyusun tujuan-tujuan.
                                                               D. Dengan sengaja tidak campur ta-
                                                                    Ngan.                                                  
2.      Penampilan kelompok anda tak                   A. Melibatkan diri dalam interaksi
Meningkat, sekarang anda me-                        bersahabat, tetapi terus berusaha
Rasa yakin bahwa semua anggota                    memastikan bahwa semua ang-
Menyadari tanggung jawab dan                        gota menyadari tanggung jawab
Standar penampilan yang diharpkan                 dan standar penampilan mereka.
Dari mereka.                                              B. Tidak mengambil tindakan apa-
                                                                       Pun.
                                                               C. Melakukan apa saja yang dapat
                                                                             Anda kerjakan untuk membuat
                                                                             Kelompok merasa penting dan
                                                                             Dilibatkan.
                                                                        D. Menekankan pentingnya batas
                                                                              Waktu dan tugas-tugas.
3.      Anggota-anggota kelompok                        A. Bekerja dengan kelompok dan
Anda tidak dapat memecahkan                        bersama-sama terlibat dalam pe-
Suatu masalah. Anda biasanya mem                 mecahan masalah.
Biarkan mereka bekerja sendiri.                  B. Membiarkan kelompok meng-
Selama ini penampilan kelompok dan               usahakan sendiri pemecahannya.
Hubungan antar anggota adalah baik.          C. Bertindak cepat dan tegas untuk
                                                                             Mengoreksi dan mengarahkan
                                                                             Kembali.
                                                                        D. Mendorong kelompok untuk ber-
                                                                             Usaha memecahkan masalah dan
                                                                             Mendukung usaha-usaha mereka.
4.      Anda sedang mempertimbang-                    A. Melibatkan kelompok dalam
Kan adanya suatu perubahan.                          Mengembangkan perubahan itu
Bawahan anda menunjukkan                            tapi jangan terlalu mengarahkan.
Penampilan yang baik. Mereka                   B. Mengumumkan perubahan-
Menyambut perlunya perubahan                       perubahan dan menerapkan de-
Dengan baik.                                                   Ngan pengawasan yang cermat.
                                                                        C. Membiarkan kelompok memus-
                                                                             Kan arahnya sendiri.
                                                                        D. Mengikuti rekomendasi kelom-
                                                                             Pok, tetapi anda yang mengarah-
                                                                             Kan perubahan.
5.      Penampilan kelompok anda                        A. Membiarkan kelompok merumus
Telah menurun selama beberapa                        kan arahnya sendiri.
Bulan terakhir.                                            B. Menyetujuin rekomendasi kelomp
Bawahan telah mengabaikan                            pok, tetapi melihat apakah tujuan
Pencapain tujuan. penegasan                           tercapai.
Kembali peranan dan pertang                      C. Menegaskan kembali peranan dan
Gung jawaban telah sangat                   tanggung jawab serta mengawasi
membantuMengatasi situasi                 dengan cermat.
 tersebut di masa-masa lalu.                        D. Melibatkan kelompok dalam men-
Mereka secara terus –menerus                         etapkan peranan dan tanggung ja-
Memerlukan peringatan untuk                          wab, tapi tidak terlalu mengara-
Menyelesaikan tugas pada wak-                      kan.
Tunya.
6.      Anda memasukin suatu organisasi    A. Melakukan apa saja yang dapat
Yang berjalan secara efesien.                           Anda kerjakan untuk membuat
Administrator sebelumnya meng-                      kelompok merasa penting dan
Ontrol situasi dengan ketat. Anda                     dilibatkan.
Ingin mempertahankan situsi yang    B. Menekankan pentingnya batas
Produktif, tapi ingin pula membangun                waktu dan tugas-tugas
Lingkungan yang manusiwi.             C. Secara sengaja tidak mengambil
                                                                       Tindakan apa pun.
                                                                  D. mengusahakan keterlibatan ke-
                                                   Lompok dalam pengambilan ke-
                                                                             Putusan, tetapi lihat apakah tujuan
                                                                             Tercapai.
7.      Anda telah mempertimbangkan                   A. Menjelaskan perubahan dan me-
Mengadakan perubahan-perubahan                 ngawsi dengan cermat.
Pokok dalam struktur organisasi.                 B. Mengikut sertakan kelompok
Para anggota kelompok telah menya-               dalam mengembangkan per-
Mpaikan saran-saran mengenai perub-             ubahan, tetapi membiarkan
Ahan yang diperlukan. Kelompok        mereka mengorganisasikan pene-
Telah menunjukan keluwesan dalam                 rapannya.
Pelaksanaan tugas sehari-hari.                     C. Menyetujui adanya perubahan
                                                                             Seperti yang direkomendasikan,
                                                                             Tetapi memelihara kontrol dalam
                                                                             Penerapannya.

                                                                        D. menghindari konfrontasi dan me-
                                                                             Ninggalkannya sendiri.
8.      Penampilan kelompok dan              A. Membiarkan kelompok sendiri
Hubungan antara anggota adalah                 B. Mendiskusikan situasi dengan
Baik. Anda merasa sedikit ragu-ragu                kelompok kemudian memulai
Mengenai kurangnya pengarahan                      perubahan-perubahan yang perlu.
Anda terhadap kelompok.                          C. Mengambil langkah-langkah
                                                                       Untuk mengarahkan bawahan ke
                                                                       Arah pelaksanaan tugas dengan
                                                                       Perencanaan yang baik.
                                                                  D. Bersikap hati-hati jangan sam-         
                                                                       Pai menggangu hubungan atasan-
                                                                             Bawahan, dengan cara terlalu
                                                                             Memberi pengarahan.
9.      Atasan telah menegaskan anda                    A. Memberikan kelompok meme-
Untuk mengepalai suatu satuan                         cahkan persoalannya sendiri.
Tugas yang sangat terambat                        B. Menyetujui rekomendasi kelom-
Dalam membuat rekomendasi                          pok, tapi lihat apakah tujuan
Bagi perubahan yang diharapkan.                     Tercapai.
Tujuan kelompok tidak jelas.                      C. Menegaskan kembali tujuan-
Kehadiran anggota dalam persida-       tujuan dan mengawasi secara
Ngan tidak sebagai mana di-                            ketat.
Harapkan. Pertemuan-pertemuan                D. Membiarkan keterlibatan kelom-
Telah terbalik fungsi manjadi                            pok dalam penyusunan tujuan,
Tempat ngobrol. Sebenarnya                           tapi tidak mendorong.
Mereka memiliki kecakapan
Potensial yang diperlukan untuk
Membantu.
10.  Bawahan anda, yang biasanya                     A. Membiarkan keterlibatan kelom-
Mampu memikul tangung jawab,                      pok dalam menegaskan kembali
Tidak menanggapi penegasan                           standar, tetapi tidak mendorong.
Kembali standar yang anda te-                    B. Menegaskan kembali standar
Tapkan baru-baru ini.                                      dan mengawasi dengan saksama.
                                                                  C. menghindari konfrontasi dengan
                                                                       Tidak melakukan tekanan, mem-
                                                   Biarkan saja situasinya demikian.
                                              D. mengikuti rekomendasi kelom-
                                                   Pok, tapi ihat apakah tujuan
                                                   Tercapai.
11.  Anda dipromosikan pada posisi                  A. Mengambi angkah-langkah
Baru. Pimpinan sebelumnya                  untuk mengarahkan bawahan
Tidak terlibat dalam persoalan                          kearah pelaksanaan tugas dengan
Kelompok. Tugas-tugas dan                            perbuatan yang baik.
Pengarahan kelompok telah                        B. Melibatkan bawahan dalam
Ditangani secara memadai. Ke-                        pengambilan keputusan dan
Lompok tidak menghadapai                             mendorong adanya distribusi-
Masalah dalam hubungan personal.      Konstruktif.
                                                                  C. mendiskusikan pelaksanaan kerja
                                                                       Dimasa lampau dengan kelompok
                                                                       Dan kemudian anda menguji per-
                                                                       Lu praktik-praktik baru.
                                                                  D. mebiarkan kelompok sebagaima-
                                                                       Na adanya .
12.  Informasi terakhir menunjukkan                   A. Menguji coba pemecahan    
Timbulnya ketidak harmonissan                        masalah dengan bawahan dan
Di antara bawahan. Keompok telah                 memeriksa perlunya praktik-
Memiliki rekor pelaksanaan tugas         praktik baru.
Dengan hasil yang mengagumkan.    B. Membiarkan anggota kelompok
Para anggota secara efektif telah                      memecahkan sendiri persoalannya
Berpedoman pada tujuan-tujuan jangka       C. Bertidak cepat dan tegas untuk
Panjang. Mereka telah bekerja secara              mengoreksi dan mengarahkan
Harmoni selama tahun-tahun yang        kembali.
Lalu. Semua anggota berkuaifikasi   D. Ikut serta dalam mendiskusikan
Baik untuk tugas-tugas mereka.                        Masalah sembari memberikan
                                                                       Dukungan kepada bawahan.






















BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpualan.
Gaya kepemimpinan adalah suatu cara pemimpin untuk memengaruhi bawahannya. Gaya kepemimpinan, pada dasarnya mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu. Pengertian gaya kepemimpinan yang demikian ini sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Davis dan Newstrom. Keduanya menyatakan bahwa pola tindakan pemimpin secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan atau diacu oleh bawahan tersebut dikenal sebagai gaya kepemimpinan.

B.     Saran.
Maka dari itu penulis berharap agar dalam pembahasan mendukung pentingnya pembahasan “Pendekatan Gaya Kepemimpinan” mengetahui tentang gaya seorang pemimpin kepada bawahannya agar kita bisa mengambil pelajarannya.
Namun bagaimanapun juga dalam tugas makalah terbimbing ini penulis sadar bahwa masih banyak kurang disana sini,maka besar harapan dari para pembaca untuk memperbaiki dengan berbagai saran dan masukan bagi penulis agar lebih baik di kemudian harinya dalam menulis makalah





DAFTAR PUSTAKA

Kepemimpinan Dalam Manajemen, Miftah Thoha, PT. Raja grafindo persada, Jakrta (2006).
Pengantar Manajemen (3 In 1), Andri Feriyanto dan Endang Shyta Triana, Media Tera, Kebumen (2015).
Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi, Veithzal Rivai dan Deddy Mulyadi, Rajawali Pers, Jakarta (2012).
Manajemen, Thani Handoko, BPFE, Yogyakarta (1989).
Manajemen, Ricky W. Griffin, Erlangga, Jakarta (2004).



[1] Andri Feriyanto dan Endang Shyta Triana, Pengantar Manajemen (3 in 1), (Kebumen:Media Tera,2015), h 94.
[2] Ricky W. Griffin, Manajemen,(Jakarta:Erlagga,2004),h 80-81.
[3] Miftah Thoha, Kepemimpinan dalam Manjemen,(Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada,2006), h 64
[4] Andri Feriyanto dn Endang Shyta Triana, Ibid, h 97.
[5] T. Hani Handoko, Manajemen, (Yogyakarta:BPEF,1989),h 299.
[6] Veithzal Rivai dan Deddy Mulyadi, kepemimpinan dan prilaku organisasi,(jakarta:PT.Raja Grafindo Persada,2012), h 119.
[7] Miftah Thoha, ibid, h 78-82

2 komentar: