Jumat, 12 Juni 2015

Tugas kelompok 10

“Manajemen Penjualan  ”
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Dalam Mata Kuliah Manajemen Pemasaran
Dosen Pengempu : Mubasit,S.Ag.MM


 

Disusun Oleh :

1.       Erpan Stiawan                     1341030018
2.       Nizam Virgo Ardi                1341030030
3.       Defriansyah                          1341030115





FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DA’WAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2015



KATA PENGANTAR

              Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Manajemen Penjualan”. Makalah ini diajukan guna memenuhi nilai mata kuliah “Manajemen Pemasaran” Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini.
              Kami menyadari dalam makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat dan menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.
                                                                               Bandarlampung, 27 April 2015

                                                          
                                                                                                    Penulis
                                                                                               







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah....................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................................ 1
C.     Tujuan.................................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian penjualan dan manajemen penjualan.................................................. 2
B.     Peran manajemen penjualan................................................................................. 2
C.     Pentingnya manajemen penjualan........................................................................ 3
D.    Persepsi yang salah tentang penjualan................................................................. 4
E.     Tahap-Tahap penjualan ....................................................................................... 4
F.      Teknik melakukan penjualan................................................................................ 5
G.    Kegiatan penjualan (sales person dan sales manager).......................................... 7
H.    Faktor-Faktor yang mempengaruhi penjualan...................................................... 7
I.       Proses Manajemen Penjualan............................................................................... 9
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpilan dan.................................................................................................... 10
B.     Saran.................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 11

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pemasaran atau penjualan secara mudahnya adalah kegiatan memasarkan barang atau jasa umumnya kepada masyarakat dan khususnya kepada pembeli potensial. Dalam praktiknya, pemasaran dijalankan dengan kedua cara yaitu ilmu dan seni. Untuk mencapai efesiensi yang maksimum, manajer penjualan harus merencanakan pendayagunaan sumber daya yang ada dalam wewenangnya. Perencanaan dibuat agar sumber daya manusia, dana, perlengkapan, dan waktu yang ada dapat didayagunakan dengan sebaik-baiknya. Penjualan merupakan suatu kegiatan yang dimulai ketika suatu produk telah jadi. Manajemen penjualan adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, implementasi, pengedalian terhadap aktifitas kegiatan menjual yang dilakukan oleh perusahaan melalui tenaga penjualan. Manajemen penjualan termaksud kegiatan penarikan, pemilihan, perlengkapan, penegasan, penentuan rute, supervise, pembayaran dan pemotivasian serta pengembang kemampuan yang diberikan kepada tenaga penjual.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan penjualan?
2.      Dan apa yang dimaksud dengan manajemen penjualan

C.    Tujuan
Tujuan dengan pembuatan makalah ini adalah mahasiswa diharapkan mengerti dan memahami lebih lanjut tentang penjualan dan manajemen penjualan, pentingnya manajemen penjualan, peran manajemen penjualan dan persepsi salah terhadap penjualan. Diharapkan dengan adanya makalah ini mahasiswa bisa memahami asfek-asfek yang ada di dalam manajemen penjualan.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Penjualan dan Manajemen Penjualan
Pengertian penjualan dan pemasaran sering kali di pahami segala sesuatu yang sama. Sebenarnya kedua hal tersebut adalah sesuatu yang berbeda walaupun satu sama lain memiliki keterkaitan. Pemasaran dari sudut pandang sebagai filosofi adalah suatu cara pandang yang menempatkan konsumen sebagai titik sentral perhatian dalam kegiatan bisnis untuk mendapatkan keuntungan. Sedangkan dari sudut pandang aktivitas sebagai suatu sistem keseluruhan dari suatu kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang, jasa, ide kepada pasar sasaran dapat mencapai tujuan organisasi.
Dari definisi tersebut dapat dipahami pemasaran memiliki pengertian yang lebih luas, dan kegiatan pemasaran tersebut dapat dimulai sebelum produk dan masih tetap berlangsung setelah produk terjual atau sampai ketangan konsumen. Sedangkan penjualan merupakan kegiatan yang dimulai ketika suatu produk telah ada dan selesai setelah terjadi transaksi penjualan. Jadi penjualan adalan ilmu atau seni mempengaruhi orang lain agar bersedia membeli barang atau jasa yang ditawarkan.[1]
Pengertian penjualan sebenarnya definisi penjualan ini cukup luas, beberapa ahli menyebutkannya sebagai ilmu dan beberapa yang lain menyebutnya sebagai seni ada pula yang memasukkan masalah etik dalam penjualan.

B.     Peran Manajemen Penjualan
Peran manajemen penjualan adalah mengadministrasikan fungsi penjualan tatap muka dalam marketing mix. Peranan administrasi ini mencangkup peranan, manajemen dan pengendalian program-program penjualan,[2] disamping itu juga penarikan, pelatihan, pengkopensasian, pemotivasian dan pengevaluasian personalia penjualan lapangan. Jadi manajemen penjualan memiliki pengertian yang dikemukakan oleh Basu Swastha DH sebagai barikut: “ Manajemen penjualan adalah perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian program-program kontak tatap muka yang dirancang untuk mencapai tujuan penjualan perusahaan” definisi tersebut menyarankan bahwa manajemen penjualan itu berkaitan dengan pengambilan keputusan strategi disamping pelaksanaan rencana-rencana pemasaran.
Seperti yang disinggung diatas bahwa penjualan merupakan kegiatan terdepan perusahaan didalam menghasilkan sesuatu dari proses pertukaran dipasar. Proses pertukaran inilah yang dikatakan dengan penjualan. Penjualan pada dasarnya suatu kegiatan yang harus dilakukan disetiap orang dan setiap kelompok orang. Karena tidak ada satu orang dan kelompok orangpun yang mampu untuk menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan didalam hidupnya. Mereka membutuhkan orang lain atau kelompok orang lain untuk mendapatkan sesuatu yang tidak dia butuhkan tersebut melalui suatu proses pertukaran. Pertukaran adalah satu inti kajian pemasaran yang diwujud dalam bentuk penjualan.
Penjualan berarti memberikan sesuatu yang dimiliki kepada pihak lain dengan mendapatkan suatu imbalan tertentu dalam bentuk uang. Didalam pemasaran pertukaran akan menciptakan suatu nilai bagi kedua belah pihak. Jadi dengan demikian dengan melakukan penjualan maka nilai yang dimiliki sekarang akan mengalami kenaikan setelah terjadi transaksi tersebut. Bagi perusahaan berarti akan meningkatkan penerimaan dan bahkan nilai perusahaan itu sendiri.

C.    Pentingnya Manajemen Penjualan
Terdapat beberapa alasan yang mendorong diperlukannya mempelajari manajemen penjualan, diantaranya :
1.      Semua organisasi membutuhkan manajemen penjualan dengan berbagai aktifitas, tenaga penjual, peralatan, biaya dan sumber daya lainnya untuk menciptakannya.
2.      Kelemahan dalam bidang penjualan yang mempunyai dampak langsung dirasakan oleh organisasi.
3.      Terdapat banyak peluang karir yang bisa diperoleh oleh tenaga kerja perusahaan dalam bidang penjualan.
4.      Setiap orang dan organisasi pada prinsipnya adalah penjual.

D.    Persepsi yang salah tentang Penjualan
1.      Penjualan adalah profesi yang bersetatus rendah. Sebenarnya pekerjaan menjual banyak dirasakan sebagai sesuatu yang berat sehingga banyak yang menghindarinya dan dianggap orang-orang yang tidak memiliki pilihanlah yang banyak memasuki dunia ini. justru dunia penjualan adalah suatu profesi yang membutuhkan skill yang lebih tinggi.
2.      Penjualan adalah kegiatan memperdaya orang lain sehingga mau melakukan pembelian. Hal ini mungkin terjadi pada tenaga penjual yang sebenarnya belum memiliki kemampuan untuk menjual.
3.      Penjualan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh pribadi yang “perayu”. Hal ini mungkin juga benar tetapi kegiatan bujuk atau merayu yang dilakukan oleh tenaga penjual semestinya bukanlah yang bersifat negative tetapi kearah yang positif.
4.      Penjualan itu adalah untuk orang-orang yang memiliki kepribadian tertentu saja seperti para ekstrovert.
5.      Penjualan adalah pekerjaan yang selalu sangat tergantung pada orang lain.

E.     Tahap-Tahap Penjualan
1.      Menetapkan tujuan penjualan, manajer penjualan melakukan pengaturan dengan mempertimbangkan tujuan pemasaran secara keseluruhan, kebijakan, strategi serta kriteria kendalinya.
2.      Memperkirakan volume penjualan dibanyak perusahaan, manajer penjualan diikut sertakan sebagai anggota tim pemassaran yang membahas hal-hal tersebut diatas proses pembahasan biasanya dimulai dengan melakukan prakiraan terhadap volume penjualan untuk priode berikutnya.
3.      Hubungan antara prakiraan dengan penentuan target prakiraan volume penjualan akan merupakan tulang punggung bagi tujuan-tujuan manajemen penjualan. Prakiraan tersebut akan mempengaruhi rencana-rencana yang disusun manajer penjualan dan pada saatnya nanti akan terjadi hal sebaliknya.

F.     Teknik Melakukan Penjualan
 Teknik penjualan merupakan cara-cara atau kiat-kiat yang dilakukan oleh penjual dalam rangka meraih konsumen. Ada lima langkah dalam melakukan cara-cara penjualan,[3] yaitu :
1.      Tentukan kebutuhan dan keinginan pelanggan
Untuk menentukan kebutuhan konsumen haruslah terlebih dahulu diadakan semacam pengamatan atau penelitian sederhana terhadap kebutuhan konsumen, misalnya barang atau jasa apa yang dibutuhkan dan di inginkan konsumen, berapa jumlahnya, siapa yang membutuhkan dan kapan mereka memerlukan.
2.      Pilihlah pasar sasaran khusus.
Ada tiga jenis pasar sasaran khusus, yaitu :
a)      Pasar Individual, adalah pasar yang memberikan layan kepada individu-individu tertentu untuk memenuhi kebutuhan secara individual. Jenis pasar ini sangat cocok untuk perusahaan kecil dan menengah.
b)      Pasar Khusus, yaitu pasar yang memberikan pelayanan khusus untuk konsumen tertentu, misalnya petani, pegawai negeri, pedagang, dan sebagainya, jenis pasar khusus sangat cocok untuk perusahaan kecil.
c)      Pasar tersegmentasi, yaitu pasar yang menyediakan pelayanan bagi kelas konsumen tertentu, misalnya untuk pelanggan kelas berpendapatan tinggi. Kelas pelanggan berpendapatan sedang dan kelas pelanggan berpendapatan rendah. Konsumen dikelompokkan berdasarkan geografis (desa, kota) demografis (jenis kelamin, usia, pendapatan, tingkat pendidikan) dan kelas sosial (tingkat sosial, gaya hidup), serta faktor perilaku.


3.      Tetapkan posisi pasar.
Setelah menentukan sigmentasi pasar, perusahaan harus menentukan posisi pasar yang ingin di duduki segmen tersebut. Menetapkan posisi pasar ialah menyusun produk ditempat yang lebih jelas, khas, sehingga menimbulkan hasrat terhadap produk tersebut dalam pikiran konsumen dari pada produk sejenis yang lain.
4.      Tempatkan strategi penjualan dalam persaingan
Perusahaan harus lebih siap untuk melakukan bauran pemasaran sebagai strategi  dalam pengelolaan perusahaan. Bauran pemasaran adalah kombinasi penawaran produk, penetapan harga, metode promosi, dan sistem distribusi untuk menjangkau kelompok konsumen tertentu.
5.      Pilih strategi penjualan yang paling tepat
Memilih strategi dengan menempatkan keempat bauran pemasaran, produk, harga promosi, dan distribusi untuk melakukan program penjualan harus dilakukan tahap-tahap sebagai berikut :
a)      Persiapa sebelum penjualan.
Kegiatan pada tahap ini adalah mempersiapkan tenaga penjualan dengan memberikan pengertian tentang barang yang akan dijual, pasar yang akan dituju dan dan teknik penjualannya.
b)      Menentukan lokasi pembeli potensi.
Tahap kedua adalah menentukan lokasi dari segmen pasar yang menjadi sasarannya. Dari lokasi inilah dapat disusun daftar calon pembeli atau pembeli potensial.
c)      Pendekatan pendahuluan.
Sebelum melakukan penjualan, penjual harus mempelajari semua masalah tentang calon pembelinya. Selain itu, perlu juga mengetahui tentang produk atau merek apa yang sedang digunakan dan bagaimana reaksi konsumen untuk membeli suatu produk. Beberapa informasi perlu dikumpulkan untuk mendukung panawaran produk kepada pembeli, misalnya, tentang kebiasaan membeli, kegemaran dan kesukaan konsumen. Semuanya merupakan pendekatan pendahuluan terhadap pasarnya.
d)     Melakukan penjualan.
Penjualan permulaan dilakukan untuk memikat calon konsumen, kemudian diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka, dan pada akhirnya penjual melakukan penjualan kepada pembeli.
e)      Pelayanan sesudah penjualan (purna jual).
Kegiatan penjualan tidak berakhir pada saat pembeli membeli dan membayar barang yang dibelinya, tetapi perlu memberikan pelayanan purna jual. Pelayanan purna jual diberikan untuk barang-barang tahan lama seperti elektronika, lemari es, kendaraan bermotor, televisi. Pelayanan purna jual ini banayak macamnya. Seperti garansi, reparasi, dan pengantaran barang.

G.    Kegiatan Penjualan (Seles Person dan Sales Manager)
Jadi dengan memahami perbedaan pemasaran dan penjualan maka dapat dibedakan antara manajemen pemasaran dengan manajemen penjualan. Walaupun manajer penjualan tidak memiliki tanggung jawab pemasaran secara keseluruhan namun aktifitas penjualan yang dikelolanya haruslah menjadi bagian yang terintergerasi dari kebijakan pemasaran perusahaan. Kegiatan penjualan ini juga dapat dibagi menjadi dua, yaitu : kegiatan sebagai tenaga penjualan ( sels person) dan sebagai tenaga penjualan yang telah memasuki tingkat manajerial. Manajemen penjualan merupakan bagian kegiatan manajerial tersebut.

H.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penjualan
Dalam peraktek penjualan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut[4] :
1.      Kondisi dan kemampuan penjual.
Transaksi jual beli atau pemindahan hal milik secara komersial atas barang dan jasa itu pada prinsipnya melihatkan dua pihak. Yaitu, penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua. Disini penjual harus meyakinkan kepada pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan. Untuk maksud tersebut penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan, yaitu, jenis dan karakteristik barang yang ditawarkan, harga produk, syarat penjualan ( pembayaran, pengantaran, pelayanan sesudah penjualan, garansi dan sebagainya ).
2.      Kondisi pasar.
Pasar, sebagai kelompok pembeli atau yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya.faktor-faktor kondisi pasar yang perlu diperhatikan adalah :
a)      Jenis pasarnya ( pasar konsumen, pasar industri, pasar penjual, pasar pemerintah ataukah pasar internasional).
b)      Kelompok pembeli atau segmen pasar.
c)      Daya belinya.
d)     Frekwensi pembeliannya.
e)      Keinginan dan kebutuhannya.
3.      Modal.
Akan lebih sulit bagi penjual untuk menjual barangnya apabila barang yang dijual tersebut belum dikenal oleh calon pembelinya atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual. Dalam keadaan seperti ini, penjual harus memperkenalkan terlebih dahulu atau membawa barangnya ketempat pembeli. Untuk malaksanakan maksud tersebut diperlukan adanya saran serta usaha. Seperti alat transportasi, tempat peragaan baik didalam perusahaan maupun diluar perusahaan, usaha promosi dan sebagainya. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila penjual memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk itu.
4.      Konsisi organisasi perusahaan.
Pada perusahaan besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri ( bagian penjualan ) yang dipegang orang-orang tertentu atau ahli dibidang penjualan. Lain hanya perusahaan kecil dimana masalah penjualan ditangani oleh orang yang juga melakukan fungsi lain. Hal ini disebabkan karna jumlah tenaga kerjanya lebih sedikit, sistem organisasinya lebih sederhana. Masalah-masalah yang dihadapi serta sarana yang dimilikinya juga tidak sekompleks perusahaan besar. Biasanya masalah penjulan ini ditangani sendiri oleh pimpinan dan tidak diberikan kepada orang lain.
I.       Proses Manajemen Penjualan
Setiap adanya proses penjualan mempunyai strategi penjualan ditetapkan maka untuk selanjutnya maka manajemen tentu harus melaksanakannya dan mengelola pelaksanaan penjualan kegiatan pengelolaan dimulai dari perencanaan penjualan yang meliputi pegenalan pasar dan peran mendesain organisasi dan struktur organisasi penjual, meramalkan penjualan menentukan objective penjualan dan manajemen waktu didalam penentuan tujuan harus diturunkan dari tujuan perusahaan pada tingkat manajemen yang lebih tinggi, tingkatan tujuan penjualan terdiri dari tujuan korporasi unit bisnis, pemasaran dan penjualan yang beberapa tingkatan sampai ketujuan individu tenaga penjual.




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kesimpulan yang bisa diambil dalam manajemen penjualan adalah manajemen penjualan memiliki peran dalam mengadministrasikan punsi penjualan tatap muka dalam marketing mix. Peranan administrasi ini mencakup perencanaan,  manajemen dan pengendalian program-program penjualan. Penjualan merupakan kegiatan terdepan perusahaan didalam menghasilkan sesuatu dari proses pertukaran yang terjadi dipasar. Proses pertukaran inilah yang dikatakan dengan penjualan. Makalah ini juga membahas bayak persepsi yang salah dalam manajemen penjualan padahal manajemen penjualan sangat berperan penting dalam kemajuan suatu perusahaan. Didalam makalah menjelaskan perbedaan antara pengolahan penjualan dengan melakukan penjualan dijelaskan bagaimana melakukan dan mengolah dengan teknik-teknik yang bagus. Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan sampai proses dalam penjualan.

B.     Saran
Maka dari itu penulis berharap agar dalam pembahasan mendukung pentingnya pembahasan tentang “Manajemen Penjualan” mengetahui tentang tata cara penjualan yang benar dan bagaimana sikap kita dalam menjalankan agar kita bisa mengambil pelajarannya.
Namun bagaimanapun juga dalam tugas makalah terbimbing ini penulis sadar bahwa masih banyak kurang disana sini,maka besar harapan dari para pembaca untuk memperbaiki dengan berbagai saran dan masukan bagi penulis agar lebih baik di kemudian harinya dalam menulis makalah.





DAFTAR PUSTAKA

ü  Pemasaran Ritel, ma’ruf Hendri, (jakarta:Gramedia Pustaka Utama (2006)
ü  Manajemen Penjualan.Ed 3, Swastha Basu,(yogyakarta:BPFE(1998)
ü  Eko.B.Supriyanto,2012, http://finance.detik.com/read/2012/05/31 . diakses pada tanggal 22 april 2015.
ü  http://primadonakita.blogspot.com/2013/12/contoh-makalah-manajemen-pemasaran.html.




[1]Ma’ruf Hendri, Pemasaran Ritel, (jakarta:Gramedia Pustaka Utama (2006)
[2] Swastha Basu, Manajemen Penjualan, (yogyakarta:BPFE,Ed 3 (1998)

[3] Eko.B.Supriyanto,2012, http://finance.detik.com/read/2012/05/31 . diakses pada tanggal 22 april 2015.

[4] http://prima donakita.blogspot.com/2013/12/contoh –makalah-manajemen-pemasaran.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar