Jumat, 12 Juni 2015

Tugas kelompok 6-7

“Motivasi”
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Dalam Mata Kuliah Psikologi Manajemen
Dosen Pengempu :


 

Disusun Oleh :

Erpan Stiawan                      1341030018
Rini Widya Astuti                 1341030112
Khoiriyani Istiqomah            1341030108
Safrudin Rais                        1341030034








FAKULTAS DA’WAH DAN ILMU KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DA’WAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2014/2015


 Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Motivasi”. Makalah ini diajukan guna memenuhi nilai mata kuliah “psikologi manajemen”. Tidak lupa, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari dalam makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat dan menjadikan sumber pengetahuan bagi para pembaca.

                                                                               Bandarlampung, 2014


                                                                                         Penulis

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang..................................................................................................... 1
1.2. Rumusan masalah................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Motivasi.............................................................................................................. 2
2.2. Pengertian motif dan motivasi............................................................................ 3
2.3. Aspek dan pola motivasi..................................................................................... 5
2.4. Faktor motivasi................................................................................................... 5
2.5. Tujuan pemberian motivasi ................................................................................ 6
2.6. Asas-asas motivasi.............................................................................................. 7
2.7. Alat-alat motivasi................................................................................................ 7
2.8. Jenis-jenis motivasi.............................................................................................. 8
2.9. Metode-metode motivasi.................................................................................... 8
2.10. Model-model motivasi...................................................................................... 9
2.11. Teori-teori motivasi........................................................................................... 9
BAB III PENUTUP
3.1.Kesimpulan.......................................................................................................... 11
3.2.Saran.................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 12
 BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.
Dalam pengertian umum, Motivasi dikatakan sebagai kebutuhan yang mendorong perbuatan kearah suatu tujuan tertentu.
Setiap manusia pada hakikatnya mempunyai sejumlah kebutuhan yang pada saat-saat tertentu menuntut pemuasan, dimana hal-hal yang dapat memberikan pemuasan pada suatu kebutuhan adalah menjadi tujuan dari kebutuhan tersebut. Prinsip yang umum berlaku bagi kebutuhan manusia , setelah kebutuhan itu terpuaskan, maka setelah beberapa waktu kemudian, muncul kembali dan menuntut pemuasan lgi.
Sedangkan pengertian mengenai motivasi adalah pemberian atau penimbulan motif. Atau dapat pula diartikan hal atau keadaan menjadi motif.
Jadi motivasi kerja adalah sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Oleh sebab itu, motivasi kera dalam psikologi karya biasa disebut pendorong semangat kerja. Kuat dan lemahnya motivasi kerja seseorang tenaga kerja ikut menentukan besar kecilnya prestasi.[1]
1.2. Rumusan Masalah.
1.      Apa pengertian dari motivasi....?
2.      Bagaimanakah seorang manajer memotivasi bawahannya agar giat bekerja..?
3.      Bagaimanakah sikaf seorang manajer dalam menyikapi bawahannya agar giat bekerja....?
4.      Apakah yang dimaksud dengan motivasi positif dapat bertahan lama....? dan
5.      Apakah yang dimaksud motivasi negatif hanya pada waktu jaka pendek...?




BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Motivasi.
Motivasi berasal dari bahasa Latin, Mavere yang berarti dorongan atau daya penggerak. Motivasi ini hanya diberikan kepada manusia, khususnya kepada para bawahan atau pengikut. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mendorong gairah kerja bawahan, agar mereka mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilannya untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Pada dasarnya perusahaan bukan saat mengharapkan karyawan yang mampu, cakap, dan terampil, tetapi yang terpnting mereka mau bekerja giat dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Kemampuan, kecakapan, dan keterampilan karyawan tidak ada artinya bagi perusahaan, jika mereka tidak mau bekerja keras dengan mempergunakan kemampuan, kecakapan, dan keterampilan yang dimilikinya. Motivasi penting karena dengan motivasi ini diharapkan setiap individu karyawan mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi.
Kenapa motivasi harus dilakukan pimpinan terhadap bawahannya?
1.      Karena pimpinan membagi-bagikan pekerjaannya kepada para bawahan untuk dikerjakan dengan baik.
2.      Karena ada bawahan yang mampu untuk mengerjakan pekerjaannya, tetapi ia malas atau kurang bergairah mengerjakannya.
3.      Untuk memelihara dan atau meningkatan kegairahan kerja bawahan dalam menyelesaikan tugas-tugasnnya.
4.      Untuk memberikan penghargaan dan kepuasan kerja kepada bawahannya.
Motivasi ini hanya dapat diberikan kepada orang-orang yang mampu untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Bagi orang-orang yang tak mampu mengerjakan pekerjaan tersebut tidak perlu dimotivasi karena percuma. Memotivasi ini sangat sulit, karena pempinan sulit untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan yang diperlukan bawahan dari hasil pekerjaannya itu.

Oranag-orang mau bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan (fisik dan mental), baik itu kebutuhan yang disadari (conscious needs) maupun kebutuhan yang tidak disadari (uncconscious needs) –nya. Kebutuhan setiap orang adalah sama, misalnya setiap orang butuh makan dan minum. Tetapi keinginan dari setiap orang tidak sama, karena dipengaruhi oleh selera kebiasaan dan lingkungannya, misalnya Elvin senang minum yang panas, sedangan Fitrawan senang minum yang dingin.
Dalam memotivasi ini pempinan hanya berdasarkan perkiraan-perkiraan mengenai kebutuhan dan atau keinginan-keinginan yang dapat merangsang gairah kerja bawahannya.
Manajer dalam memotivasi ini harus menyadari, bahwa orang akan mau bekerja keras dengan harapan, ia akan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan-keinginannya dari hasil pekerjaannya.
2.2. Pengertian Motif dan Motivasi.[2]
Tingkah laku seseorang dipengaruhi serta dirangsang oleh keinginan, kebutuhan, tujuan, dan kepuasannya. Rangsangan timbul dari diri sendiri (internal) dan dari luar (eksternal = lingkungan ) nya.
Rangsangan (material dan non material) ini akan menciptakan “motif dan mitivasi” yang mendorong orang bekerja (beraktivitas) untuk memperoleh kebutuhan dan kepuasan dari hasil kerjanya.
Motif dapat diartika sebagai driving force yang menggerakan manusia untuk bertingkah laku dan berbuat dengan tujuan tertentu.
Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan.
Motif adalah suatu perangsang keinginan (want) dan daya penggerak kemauan bekerja seseorang. Setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Drs. Moekijat.
Motif adalah suatu pengertian yang mengandung semua alat pengerak alasan-alasan atau dorongan-dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu.

Bernard Berelson dan Gray A. Steiner.
A motive is an inner state that energizes, actives or moves and that direct or channels behavior toward goals.
Artinya :
Sebuah motif adalah suatu pendorong dari dalam untuk beraktivitas atau bergerak dan secara langsung atau mengarah kepada sasaran akhir.
Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan.
Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.
Harold Kootz.
Motivation refers to the drive and effort to satisfy a want or goal.
Artinya :
Motivasi mengacu pada dorongan dan usaha untuk memuaskan kebutuhan atau suatu tujuan.
Wayne F. Cascio.
 Motivation is a force that results from an individuals desire to satisfy their needs (e.g. hunger, thirst, social approval).
Artinya :
Motivasi adalah suatu kekuatan yang dihasilkan dari keinginan seseorang untuk memuaskan kebutuhannya (misalnya : rasa lapar, haus, dan bermasyarakat).
Stephen P. Robbine.
We will define motivation as the willingness to exert high levels of effort toward organizational goals, conditional by efforts ability to satisfy some individual need.
Artinya :
Kita akan mendifinisikan motivasi sebagai suatu kerelaan untuk berusaha seoptimal mungkin dalam pencapaian tujuan organisasi yang dipengaruhi oleh kemampuan usaha untuk memuaskan beberapa kebutuhan individu.
American Encyclopedia.
Motivation : that predisposition (it self the subject of much controvency) within the individual which arouses sustain and direct his behavior. Motivation involve such factor as biological and emotional needs that can only be inferred from observation behavior.
Artinya :
Motivasi adalah kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri seseorang yang membangkit topangan dan mengarahkan tindak-tanduknya. Motivasi meliputi faktor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia.
2.3. Aspek dan Pola Motivasi.
Aspek motivasi dibedakan antara aspek aktif atau dinamis dan aspek pasif atau statis.
  Dalem aspek aktif atau dinamis, motivasi tampak sebagai suatu usaha positif dalam menggerakkan dan mengarahkan sumber daya manusia agar secara produktif berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.
Dalam aspek pasif atau statis,motivasi akan tampak sebagai kebutuhan dan juga sekaligus sebagai perangsang untuk dapat mengarahkan dan menggerakkan potensi sumber daya manusia kearah tujuan yang diinginkan.
Keinginan dan kegairahan kerja dapat ditingkatkan berdasarkan pertimbangan tentang adanya dua aspek motivasi yang bersifat statis, yaitu :
1.      Aspek motivasi statis yang tampak sebagai keinginan dan kebutuhan pokok manusia yang terjadi dasar dan harapan yang akan diperolehnya dengan tercapainnya tujuan organisasi.
2.      Aspek motivasi statis yang berupa alat perangsang atau insentif yang diharapkan akan dapat memenuhi apa yang manjadi keinginan dan kebutuhan pokok yang diharapkannya.
2.4. Faktor Motivasi.[3]
Dalam pelajaran bahasa kedua ada asumsi yang menyatakan bahwa orang yang didalam dirinya ada keinginan, dorongan, atau tujuan yang ingin dicapai dalam belajar bahasa kedua cenderung akan lebih berhasil dibandingkan dengan orang yang belajar tanpa dilandasi oleh suatu dorongan, tujuan, atau motivasi itu.

Coffer (1964) menyatakan bahwa motivasi adalah dorongan, hasrat, kemauan, alasan, atau tujuan yang menggerakkan orang untuk mengerkan sesuatu. Pakar lain, Brown (1981)menyatakan bahwa motivasi adalah dorongan dari dalam, dorongan sesaat, emosi atau keinginan yang menggerakkan seseorang  untuk berbuat sesuatu.
Motivasi mempunyai dua fungsi, yaitu :
1.      Fungsi integratif : motivasi mendorong seseorang mempelajari suatu bahasa karena adanya keinginan untuk berkomunikasi dengan masyarakat penutur bahasa itu atau menjadi anggota masyarakat bahasa tersebut.
2.      Fungsi instrumental : kalau motivasi itu mendorong seseorang untuk memiliki kemauan untuk mempelajari bahasa kedua itu karena tujuan yang bermamfaat atau karena dorongan ingin memperoleh suatu pekerjaan atau mobilitas sosial pada lapisan atas masyarakat tersebut.
2.5. Tujuan Pemberian Motivasi.
1.      Mendorong gairah dan semangat kerja karyawan.
2.      Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.
3.      Meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
4.      Mempertahankan loyalitas dan kestabilan karyawan perusahaan.
5.      Meningkatkan kedisiplinan dan menurunkan tingkat absensi karyawan.
6.      Mengefektifkan pengadaan karyawan.
7.      Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik.
8.      Meeningkatkan kreativitas dan partisipasi karyawan.
9.      Meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan.
10.  Mempertinggi rasa tangung jawab karyawan atas terhadap tugas-tugasnya.
11.  Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku.
12.  Dan lain sebagianya.

2.6. Asa-Asas Motivasi.
1.      Asas mengikut sertakan, artinya mengajak bawahan untuk ikut berpartisipasi dan memberikan kesempatan kepada mereka mengajukan pendapat, rekomendasi dalam proses pengambilan keputusan.
2.      Asas komunikaasi, artinya menginformasikan secara jelas tentang tujuan yang ingin dicapai, cara-cara mengerjakannya, dan kendala-kendala yang dihadapi.
3.      Asas pengakuan, artinya memberikan pengahargaan, pujian dan pengakuan yang tepat serta wajar kepada bawahan atas prestasi kerja yang dicapainya.
4.      Asas wewenang yang didelegasikan, artinya memberikan kewenangan dan kepercaayaan diri pada bawahan, bahwa dengan kemampuan dan kreativitasnya ia mampu mengerjakan tugas-tugas itu dengan baik. Misalnya : ini tugasmu dan saya berharap anda mampu mengerjakannya.
5.      Asas adil dan layak, artinya alat dan jenis motivasi yang diberikan harus berdasarkan atas “asas keadilan dan kelayakan” terhadap semua karyawan. Misalnya pemberian hadiah atau hukuman terhadap semua karyawan harus adil dan layak kalau masalahnya sama.
6.      Asa perhatian timbal balik, artinya bawahan yang barhasil mencapai tujuan dengan baik maka pimpinan harus bersedia memberikan alat dan jenis Motivasi. Tegasnya kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak. 
2.7. Alat-Alat Motivasi.
1.      Material insentif, yaitu alat motivasi yang diberikan berupa uang dan atau barang yang mempunyai nilai pasar; jadi memberikan kebutuhan ekonomis. Misalnya kendaraan, rumah, dan lain-lainnya.
2.      Non mtaerial insentif, yaitu alat motivasi yang diberikan berupa barang atau benda yang tidak ternilai; jadi hanya memberikan kepuasan atau kebanggaan rohani saja. Misalnya mendali, piagam, bintang jasa, dan lain-lainnya.
3.      Kombinasi material dan nonmaterial insentif, yaitu alat motivasi yang diberikan berupa material (uang dan barang) dan nonmaterial (mendali-piagam) jadi memenuhi kebutuhan ekonomis dan kepuasan atau kebanggaan rohani.
2.8. Jenis-Jenis Motivasi.[4]
1.      Motivasi positif (insentif positif), manajer memotivasi bawahan dengan memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi baik. Dengan motivasi positif ini semangat kerja bawahan akan meningkat, karena manusia pada umumnya senang menerima yang baik-baik saja.
2.      Motivasi negatif (insentif negatif), manajer memotivasi bawahannya dengan memberikan hukuman kepada mereka yang pekerjaannnya kurang baik (prestasinya rendang). Dengan memotivasi negatif ini semangat kerja bawahan dalam jangka waktu pendek akan meningkat, karena mereka takut dihukum; tatapi untuk jangka waktu panjang dapat berakibat kurang baik.
 Dalam praktek kedua jenis motivasi diatas sering digunakan oleh manajer suatu perusahaan. Penggunaannya harus tepat dan seimbang, supaya dapat meningkatkan semangat kerja karyawan. Yang menjadi masalah ialah kapan motivasi positif dan motivasi negatif itu efektif merangsang gairah kerja karyawan. Motivasi positif efektif untuk jangka panjang, sedangkan motivasi negatif efektif untuk jangka pendek saja. Tetapi manajer harus konsisten dan adil dalam menerapkannya.
2.9. Metode-Metode Motivasi.
1.      Metode langsung (direct motivation), adalah motivasi (material dan nonmaterial) yang diberikan secara langsung kepada setiap individu karyawan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasannya. Jadi sifatnya khusus seperti memberikan pujian, penghargaan, bonus, piagam, dan lain sebagainya.
2.      Metode tidak langsung (indirect motivation), adalah motivasi yang diberikan hanya merupakan fasilitas-fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah kerja dan melancarkan tugas, sehingga para karyawan betah dan bersemangat melakukan pekerajaannya. Misalnya : kursi yang empuk, mesin-mesin yang baik, ruangan kerja terang dan nyaman, suasana dan lingkungan pekerjaan yang baik, penempatan karyawan yang tepat dan lain-lainnya. Motivasi yang tidak langsung ini besar pengaruhnya untuk merangsang semangat bekerja karyawan, sehingga produktivitas kerja meningkat.

2.10. Model-Model Motivasi.
1.      Model tradisional, mengemukakan bahwa untuk memotivasi bawahan agar gairah bekerjanya meningkat dilakukan dengan sistem insentif yaitu memberikan insentif meterial kepada karyawan yang berprestasi baik. Semakin berprestasi maka semakin banyak balas jasa yang diterimanya. Jadi motivasi bawahan untuk mandapatkan insentif (uang- barang) saja.
2.      Model hubungan manusia, mengemukakan bahwa untuk memotivasi bawahan supaya gairah bekerjanya meningkat, dilakukan dengan mengakui kebutuhan sosial mereka dan membuat mereka merasa berguna serta penting. Sabagi akibatnya karywan mendapatkan beberapa kebebasan membeuat keputusan dan kreativitas dalam melakukan pekerjaannya. Dengan memperhatikan kebutuhan material dan nonmaterial karyawan maka motivasi bekerjanya akan meningkat pula. Jadi motivasi karyawan adalah untuk mendapatkan kebutuhan material dan nonmaterial.
3.      Model sumber daya manusia, mengemukakan bahwa karyawan dimotivasi oleh banyak faktor, bukan hanya uang atau barang atau keinginan akan kepuasan saja, tetapi juga kebutuhan akan pencapaian dan pekerjaan yang berarti. Menurut model ini karyawan cenderung memperoleh kepuasan dari prestasi kerjanya yang baik. Karyawan bukanlah berprestasi baik karena merasa puas, melainkan termotivasi oleh rasa tanggung jawab yang lebih luas untuk membuat keputusan dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
Adi menurut model sumber daya manusia ini untuk memotivasi bawahan dilakukan dengan memberikan tanggung jawab dan kesempatan yang luas bagi mereka untuk mengambil keputusan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Motivasi gairah bekerja seseorang akan meningkat, jika kepada mereka diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya.
2.11. Teori-Teori Motivasi.
Teori Motivasi dikelompokkan atas :
1.      Teori kepuasan (content theory).
Teori ini mendasarkan pendekatannya atas faktor-faktor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkannya bertindak dan berperilaku dengan cara tertentu. Teori ini memusatkan perhatian pada faktor-faktor dalam diri orang yang menguatkan, mengarahkan, mendukung, dan menghentikan prilakunya. Teori ini mencoba menjawab pertanyaan kebutuhan apa yang memuskan dan mendorong semangat bekerja seseorang. Hal yang memotivasi semangat bekerja seseorang adalah untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan material maupun nonmaterial yang diperolehnya dari hasil pekerjaannya. Jika kebutuhan dan kepuasannya semakin terpenuhi maka semangat bekerjanya pun akan semakin baik pula.
Jadi pada dasarnya teori ini mengemukakan bahwa seseorang akan bertindak (bersemangat bekerja) untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan  dan kepuasannya. Semakin tinggi standar kebutuhan dan kepuasan yang diinginkan maka semakin giat orang itu bekerja. Misalnya mahasiswa X ingin lulus dengan nilai “A”. Ini mendorongnya lebih giat belajar dibanding dengan mahasiswa “Y” yang ingin lulus hanya dengan nilai “C” saja.  
2.      Teori proses (process theory).
Teori proses ini pada dasarnya berusaha untuk menjawab pertanyaan , bagaimana menguatkan, mengarahkan, memelihara, dan menghentikan perilaku individu, agar setiap individu bekerja giat sesuai dengan keinginan manajer. Apabila diperhatikan secara mendalam, teori ini merupakan proses sebab dan akibat bagaimna seseorang bekerja serta hasil apa yang akan diperolehnya. jika bekerja baik saat ini maka hasil yang diperoleh baik untuk hari besok. Jadi hasil yang dicapai tercermin dalam bagaimana proses kegiatan yang dilakukan seseorang.
3.      Teori pengukuhan (reinforcement theory).
Teori ini didasarkan atas hubungan sebab dan akibat dari prilaku dengan pemberian kompensasi. Misalnya promosi tergantung dari prestasi yang selalu dapat dipertahankan. Bonus kelompok tergantung pada tingkat produksi kelompok itu. Sifat ketergantungan tersebut bertautan dengan hubungan antara prilaku dan kejadian yang mengikuti perilaku itu.
Teori pengukuhan ini terdiri dari dua jenis, yaitu :
1.      Pengukuhan positif (positive reinforcement), yaitu bertambahnya frekuensi prilaku, terjadi jika pengukuh positif diterapkan secara bersyarat.
2.      Pengukuhan negatif (negative reinsforcement0, yaitu betambahnya frekuensi prilaku, terjadi jika pengukuhan negatif dihilangkan secara bersyarat.

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan.
Motivasi adalah suatu dorongan atau gerakkan seorang manajer kepada bawahannya agar giat dalam bekerja.
Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mendorong gairah kerja bawahan, agar mereka mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilannya untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Pada dasarnya perusahaan bukan saa mengharapkan karyawan yang mampu, cakap, dan terampil, tetapi yang terpnting mereka mau bekerja giat dan berkeinginan untuk mencapai hasil kerja yang optimal. Kemampuan, kecakapan, dan keterampilan karyawan tidak ada artinya bagi perusahaan, jika mereka tidak mau bekerja keras dengan mempergunakan kemampuan, kecakapan, dan keterampilan yang dimilikinya.
3.2. Saran.
Maka dari itu penulis berharap agar dalam pembahasan mendukung pentingnya pembahasan “motivasi” mengetahui tentang bagaimana cara kita memotivasi seseorang agar mereka giat bekerja.
Namun bagaimanapun juga dalam tugas makalah terbimbing ini penulis sadar bahwa masih banyak kurang disana sini,maka besar harapan dari para pembaca untuk memperbaiki dengan berbagai saran dan masukan bagi penulis agar lebih baik di kemudian harinya dalam menulis makalah.



DAFTAR PUSTAKA

ü  Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan. Manajemen. PT.Bumi Aksara .bandung. (2001).
ü  Abdul Chaer. Psikololinguistik. PT. Rineka Cipta. Jakarta. (2009).
ü    Panji Anoraga, S.E. , M.M . Psikologi Kerja. PT. Rineka Cipta. Jakarta. (2009).




[1] Anoraga.Panji. Psikologi Kerja. Jakarta. PT. Rineka Cipta. 2009. Hlm 34 
[2] Malayu. H. Manajemen. Bandung. PT. Bumi Aksara. 2001. Hlm 218
[3] Chaer. Abdul. Psikolinguistik. Jakarta. PT. Rineka Cipta.2009. Hlm 251
[4] Malayu.H.Ibid.Hlm 222.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar